
Bai Yuwen melakukan seperti yang diinstruksikan Xiao Wu Min. Melakukan sila dan berkonsentrasi dalam melakukan kultivasi. Kini lautan qi Bai Yuwen semakin luas. Dengan itu, ia bisa menampung energi yang masuk lebih besar.
Berkat bunga lidah api, membuat perkembangan yang pesat dalam diri Bai Yuwen. Setelah menyerap sepenuhnya, dilanjutkan menyerap energi qi di sekitarnya. Butuh waktu satu malam untuk melakukan itu, tanpa makan apapun. Pagi harinya, perkembangan Bai Yuwen sudah mencapai tingkatan selanjutnya.
"Selamat. Kamu sudah mulai bisa menyerap qi. Dan sudah berada di ranah Qi Foundation. Selanjutnya, kamu bisa meningkatkan lagi ke tingkatan selanjutnya. Tapi untuk saat ini baru bisa berlatih ini dahulu."
"Qi Foundation? Bagaimana dengan tingkatan selanjutnya?" tanya Bai Yuwen dengan harap. Sekarang ia percaya dengan apa yang dikatakan Xiao Wu Min. Bahwa wanita di depannya memang tidak seperti kakaknya, Bai Rouyao.
"Tidak perlu terburu-buru. Kamu akan tahu nanti. Yang jelas, kamu masih belum ada apa-apanya, dibandingkan pemilik seruling yang sebelumnya."
"Baiklah kalau begitu." Walau kecewa dengan jawaban Xiao Wu Min, Bai Yuwen masih bersyukur karena masih memiliki seseorang yang menemaninya.
Berada di ranah Qi Foundation, membuat seseorang bisa berlatih ke tahap selanjutnya. Dengan adanya roh Seruling Kematian yang menjelma sebagai seorang gadis, membuatnya lebih mudah. Itu jika dibandingkan dengan hanya seruling yang tidak bisa berbicara dan tidak bisa memberi contoh secara visual.
Seharusnya mereka melanjutkan dengan berlatih dan meningkatkan diri. Namun sudah lama mereka berada dalam hutan yang dipenuhi siluman. Sedangkan Bai Yuwen belum sepenuhnya menerima kematian keluarganya.
Siapa orangnya yang tidak akan marah dan menyimpan dendam? Jika seluruh keluarganya mati mengenaskan di depan matanya sendiri? Tidak ada yang akan menerima kondisi itu. Termasuk Bai Yuwen, yang sekarang harus hidup sendiri. Tidak. Masih ada seseorang yang berada di sampingnya saat ini. Namun siapakah dia? Bukankah itu kakaknya? Namun fakta, jiwa Xiao Wu Min-lah yang berada dalam tubuh kakaknya.
"Kita sudahi latihanmu sampai di sini. Kita lanjutkan besok pagi," putus Xiao Wu Min. Setelah melatih Bai Yuwen meningkatkan kultivasi.
"Aku ingin kembali ke rumah. Bisakah kita pulang dulu?" Bai Yuwen berharap bisa kembali setelah lama pergi dari rumah. Walau tahu, di sana tidak ada lagi yang selamat dalam peristiwa itu.
__ADS_1
"Sebegitunya kau ingin pulang? Lebih baik kau meningkatkan kemampuanmu. Semua keluargamu mati karena insiden itu. Mengapa kau tidak pergi saja dari tempat yang membosankan ini?"
Bagi Xiao Wu Min, tidak ada alasan mereka kembali ke rumah jenderal. Karena baginya tidak ada hubungannya sama sekali. Toh, ia hanya roh Seruling Kematian yang tidak pernah memiliki hubungan dengan manusia. Ia hanya mengakui manusia yang menjadi pemilik seruling.
Jika bukan karena Bai Yuwen pemilik seruling saat ini, ia juga tidak peduli dengan pemuda itu. Bahkan untuk membunuhnya pun, pekerjaan yang mudah.
"Kita sudah lama di hutan ini. Tapi aku belum tahu keadaan kedua orang tuaku. Siapa yang mengurus mayat atau abu mereka? Aku sebagai anak dan bagian dari keluarga Bai, harus menanggung beban mereka."
"Aku tidak peduli dengan itu semua. Yang ku inginkan hanya melaksanakan tugas untuk membuatmu kuat. Tidak peduli jika berada di jalan dewa atau iblis. Yang pasti, aku harus membuatmu kuat."
"Kalau begitu, aku juga akan menjadi lebih kuat. Tapi setidaknya aku harus menemui mereka walau satu kali. Setelah itu, aku akan ikut ke manapun yang kau inginkan, asalkan bisa membalaskan dendamku."
Dalam hidupnya yang menjadi roh Seruling Kematian, tidak ada keinginan apapun dalam diri Xiao Wu Min. Hanya saja, setelah masuk ke dalam tubuh manusia, seakan memiliki tujuan lain. Sekarang ia sudah bisa menggerakan tubuhnya dengan bebas. Bahkan ia sepenuhnya menguasai tubuh yang sangat cocok untuknya.
"Kita akan berangkat besok pagi. Karena aku juga sudah lelah seharian. Tubuh manusia ini sangat lemah dan perlu ditingkatkan lagi," putus Xiao Wu Min tegas.
Bai Yuwen pun mengangguk setuju. Mereka beristirahat malam itu dan keesokan harinya baru meninggalkan bukit.
***
Dalam perjalanan ke kediaman jenderal Bai, keduanya melewati rumah-rumah yang telah hancur. Serangan Sekte Huo Xie tempo hari, menimbulkan trauma serius pada korban selamat. Meski tujuan utamanya adalah kediaman Bai, sepanjang perjalanan, sekte Huo Xie juga membunuh orang yang ditemui. Tujuannya sudah pasti untuk mencoba racun, berguna dengan baik atau tidak.
__ADS_1
"Mereka benar-benar kejam. Aku harus membunuh mereka!" kecam Bai Yuwen, menggenggam tangannya membentuk tinju.
Bai Yuwen bersama Xiao Wu Min melakukan perjalanan dengan berlari dengan qinggong tingkat tinggi. Itu adalah latihan pertama yang dilakukan setelah mencapai ranah Qi Foundation. Tujuannya adalah untuk melarikan diri saat terjadi pertarungan yang tidak seimbang.
Kemampuan qinggong kamu sekarang sudah bagus. Tapi bisa ditingkatkan lagi ke depannya agar lebih fleksibel. Sekarang kita harus secepatnya pergi ke rumahmu."
Alasan Xiao Wu Min mengajak cepat Bai Yuwen, agar ia secepatnya melatih pemuda itu. Sekaligus melatih tubuhnya sendiri yang masih dirasa sangat lemah. Dengan tubuh manusia biasa, tidak mungkin bisa mengalahkan musuh yang kuat di masa mendatang.
Selama mengikuti pemililik Seruling Kematian, ia bertemu dengan pendekar dengan kemampuan luar biasa. Seperti sebelumnya pernah menghentikan perang dua negara dengan membunuh jenderalnya bersama pasukan perang. Tentu kekuatan Seruling Kematian akan semakin kuat jika pemiliknya kuat. Begitu juga sebaliknya, jika kemampuan pemilik seruling lemah, maka potensi yang dikeluarkan seruling itu tidak berguna.
'Kita tidak tahu lawan yang harus dihadapi ke depannya. Sebelum mendapatkan lawan yang kuat, setidaknya harus membuat bocah ini lebih kuat. Biar tidak terlalu merepotkanku kelak,' batin Xiao Wu Min.
Mereka akhirnya tiba di kediaman jenderal Bai setelah berlari dengan kemampuan qinggong. Sehingga mempersingkat waktu karena tubuhnya sangat ringan bagaikan kapas. Maka berlari pun terasa terbang dan sesekali hinggap di ranting atau daun.
Meski kaki menginjak ujung ranting kering sekalipun, ia tidak akan terjatuh ke tanah. Itulah kemampuan Bai Yuwen yang bisa diandalkan untuk saat ini.
"Benarkah ini rumahku? Mengapa sudah seperti ini?" Bai Yuwen melihat dengan mata kepalanya sendiri. Kondisi kediaman Bai telah terbakar habis karena serangan Huo Xie.
Dengan cepat, Bai Yuwen berlari menuju ke puing-puing. Tak ada satupun orang selamat dari kejadian tersebut. Mayat-mayat mereka telah terkubur bersama kediamannya. Melihat kuburan yang besar dan bertuliskan 'Jenderal Kami Bai Chauzen' ada juga ibu dan pelayan Bai Yuwen. Hanya nama Bai Yuwen dan Bai Rouyao saja yang tidak ada namanya di sana. Membuktikan kalau dua anak jenderal Bai tidak ditemukan.
***
__ADS_1