
"Selama kau menjadi muridku, kau harus berlatih setiap hari. Waktuku hanya sepuluh hari untuk mengajarimu. Sekarang kau ikuti apa yang kulakukan. Mulai lah dengan duduk bersila. Lalu kau harus konsentrasikan pada pusarmu sebagai titik berkumpulnya energi."
Bai Ling Zhi menjelaskan lebih mudah dipahami daripada penjelasan Xiao Wu Min. Meski mereka sama-sama wanita yang memiliki kekuatan dan pengalaman besar. Namun cara yang mereka lakukan pun berbeda. Hanya dengan satu jam berkultivasi, Bai Yuwen telah meningkatkan kekuatan qinya.
Namun itu hanya bertahan sekejap saja. Karena lautan qi miliknya lebih besar dari milik orang lain. Membuatnya berkembang lebih lama lagi. Sedangkan kekuatannya sekarang memang sudah meningkat pesat untuk ukuran orang biasa.
"Hemm ... ini adalah kasus yang tidak pernah ku temui sebelumnya. Namun ini ada efek baiknya. Karena kau memiliki lautan qi lebih luas, kau harus berusaha lebih keras lagi."
Bai Yuwen mengakui itu semua. Ia merasakan kekuatannya meningkat drastis. Namun kembali menurun drastis pula. Maka ia harus berusaha sepuluh kali lipat dari orang biasa. Nantinya ia akan memiliki keunggulan kekuatan dari kultivator lainnya.
"Kita akan melihat sejauh mana kau bisa menyerap energi qi di tempat ini. Setelah itu, kau bisa melatih tubuhmu agar lebih kuat lagi. Ku beri kau waktu satu hari untuk menyerap energi qi. Dan satu hari untuk berlatih fisik denganku. Kita akan melakukan pertarungan di hari ke tiga. Di hari ke empat, kau bisa kembali menyerap energi qi selama dua hari hingga hari ke lima. Sedangkan hari ke enam dan ke tujuh, kau meningkatkan energi fisikmu–"
"Dan untuk hari ke delapan, kau bertarung denganku. Hari ke sembilan kau menyerap qi sambil meningkatkan energi fisikmu. Hari ke sepuluh kau melawanku dan Bai Ling Zhi," sahut Xiao Wu Min memotong pembicaraan Bai Ling Zhi.
Bai Ling Zhi mengangguk setuju. Ia tidak berpikir seperti itu namun ia merasa latihan itu memang cocok dilakukan. Bai Yuwen memang harus imbang antara kekuatan fisik, kekuatan qi dan bertarung. Sehingga bisa menghadapi musuh yang lebih hebat darinya.
__ADS_1
"Kita akan melakukan pelatihan seperti itu saja dalam waktu sepuluh hari. Semoga dalam waktu sepuluh hari itu, kau bisa mencapai Ranah Magis." Bai Ling Zhi mengatakan dengan jelas. Lalu ia melakukan meditasi atau berkultivasi untuk meningkatkan kekuatannya sendiri.
Setelah sekian lama terkurung di tempat yang tidak bisa keluar dari sana, Bai Ling Zhi hampir putus asa. Dan sekarang ia bisa menjadi manusia biasa seutuhnya. Bisa bebas ke dunia manusia yang ia impikan sejak dulu. Ia senang dengan kehadiran dua orang yang memiliki cincin teleportasi. Sehingga bisa keluar dari dunia aneh itu. Hanya membutuhkan waktu sepuluh hari lagi.
Yang paling senang di antara mereka adalah Xiao Wu Min. Seperti mendapatkan harta karun tidak ternilai jumlahnya. Ia mengambil lebih banyak tanaman dan sumber daya yang dapat meningkatkan kekuatan dan bahan obat. Tidak sia-sia dirinya mengambil cincin itu dari tangan Bai Yuwen. Dengan itu, ia bisa pergi ke manapun yang ia mau.
Sekali pergi ke tempat itu, Xiao Wu Min tidak yakin bisa mendatangi tempat itu lagi. Maka ia tidak bisa gegabah dan ia juga tidak tahu, apakah dia masih bisa keluar dari tempat itu atau tidak. Namun semua itu tidak dipikiran lagi.
"Di sini aku mendapatkan panen besar. Apa lagi yang bisa kulakukan kalau bukan waktunya panen?" Xiao Wu Min menghisap semua dengan Seruling Kematian yang diambil dari Bai Yuwen. Karena ia sendiri adalah roh Seruling Kematian, ia bisa menggunakan sesuka hati. Meski tidak bisa jauh-jauh dari pemilik seruling yang tidak lain dan tidak bukan adalah Bai Yuwen.
Selama satu hari berada di tempat yang belum jelas di mana, Bai Yuwen sudah mengalami perubahan besar. Ia meningkatkan ranah kultivasi dengan cepat. Ia sudah mencapai Inti Emas dalam sehari berkultivasi. Namun tubuhnya perlu mengadaptasi kekuatan yang teramat banyak.
Bai Yuwen berteriak dengan keras karena tubuhnya mengalami perubahan drastis. Tubuhnya mengeluarkan aura berwarna emas dalam menembus ranah Inti Emas. Setelah menembus ranah ini, seseorang akan memiliki kekuatan yang lebih hebat dari ranah sebelumnya yaitu Ranah Pondasi. Yang di mana ranah sebelumnya hanya bisa meningkatkan pondasi awal sebuah kultivasi. Sekarang ia bisa meningkatkan lagi ke tingkat yang lebih tinggi.
Saat ini Bai Yuwen sudah berada di Ranah Inti Emas tingkat pertama. Namun karena lonjakan qi yang sangat besar, membuatnya melangkah lebih jauh. Ia kembali menembus ke Ranah Inti Emas tingkat tiga. Ia terus berkembang dengan ledakan dahsyat. Hingga akhirnya tubuhnya tidak kuat menahan beban kekuatan yang sangat berat.
__ADS_1
"Bagus ... sekarang aku hanya memiliki tugas lain esok hari. Sekarang kau perlu mengisi perutmu dengan makanan. Kau bisa mencapai Ranah Magis setelah melewati sepuluh tingkat Ranah Inti Emas. Dan kau bisa meningkatkan lagi sampai batasannya. Masih terlalu jauh untuk menjadi abadi. Tapi setidaknya kau sudah berada di level yang berbeda dari sebelumnya," terang Bai Ling Zhi.
Bai Yuwen terkapar di tanah setelah semua itu. Memang dirinya merasakan tubuhnya sudah berbeda dari sebelumnya. Ia sudah mencapai tingkatan lebih tinggi dari sebelumnya. Pembelajaran dari Bai Ling Zhi memang sangat berguna.
"Kau tidak bisa merasa puas karena sudah berhasil mencapai tahap ini. Karena di dunia kekuatan manusia terbatas. Ada dunia kultivator yang orang-orangnya tidak bisa dibandingkan dengan dunia ini. Ini mungkin perjalanan yang panjang untukmu."
"Apakah di dunia ini ada yang bisa menjadi abadi? Bagaimana jika orang itu sudah abadi? Apakah dia tidak terkalahkan oleh siapapun? Apakah kita bisa menjadi dewa yang tidak akan mati ketika menjadi abadi?"
"Ketahuilah, anak muda. Kekuatanmu itu seperti seekor semut di dunia kultivator. Kau hanya harus meningkatkan lagi. Meski bisa dikatakan abadi, kau tidak sepenuhnya abadi. Karena masih ada yang bisa membunuhmu dengan mudah."
Orang abadi pun masih bisa mati. Maka apa artinya itu abadi? Maka tidak ada yang benar-benar bisa hidup abadi di dunia ini. Bai Yuwen berpikir keras tapi tidak dapat mengerti mengapa semua bisa terjadi.
Mendengar pembicaraan Bai Yuwen dan Bai Ling Zhi, Xiao Wu Min pun menyahut, "Hei, apakah kau tahu siapa manusia yang bisa mencapai ranah abadi? Kau tahu pemilik Seruling Kematian sebelum kamu? Kun Jiasen adalah orang yang sudah mencapai Ranah Abadi Surgawi. Dan tidak ada satu lawanpun di dunia ini yang mampu melawannya. Hanya saja dia tidak bisa abadi seperti seharusnya. Kau tahu alasannya? Karena dia tidak bisa berkultivasi dengan benar. Dia hanya meningkatkan kultivasi qi saja. Namun melupakan kekuatan fisiknya."
***
__ADS_1