Perjalanan Menuju Keabadian

Perjalanan Menuju Keabadian
Pedang Zhu Jian


__ADS_3

"Tarian Burung Feniks, Sayap Melingkar." Hua Fei melindungi dirinya dengan pedang-pedang yang melingkari tubuhnya. Seakan pedang-pedang itu bagaikan sayap yang melindunginya dari serangan.


Sudah beberapa kali Hua Fei melakukan pertarungan dengan para siluman yang berada di bukit Zhuzhan. Semenjak kepergian Hua Cheng yang meninggalkan bukit, membuat Hua Fei bosan. Ia sekarang sudah membunuh banyak siluman yang terasa begitu lemah.


"Gadis tengik, beraninya kau membunuh semua siluman di bukit Zhuzhan. Kau sudah bosan hidup, hah? Aku adalah raja siluman di bukit Zhuzhan ini. Sekarang kau harus mati di sini."


Sesosok harimau dengan tanduk dan sayap di punggungnya, siap menyerang Hua Fei. Ia menantang gadis itu dengan amarah memuncak. Karena para bawahannya hampir habis dibantai.


Siluman-siluman di bukit Zhuzhan adalah para siluman yang telah dikurung oleh Hua Cheng. Pendekar rambut putih yang telah menjadi legenda karena telah mengalahkan beberapa pendekar hebat.


Karena para siluman berbuat kejahatan di dunia manusia, membuat mereka dijatuhi hukuman mati. Dan bukit Zhuzhan dijadikan sebagai tempat hukuman itu terjadi. Pada masa lalu, siluman harimau bertanduk yang memiliki sayap telah berbuat kejahatan. Membunuh manusia tidak bersalah dan sudah melukai Hua Cheng sebelumnya.


"Jadi kau yang terkuat di sini? Siluman-siluman yang di sini sudah hampir mati semua. Apakah aku harus keluar dari zona ini? Aku harus keluar lebih jauh lagi agar menemukan siluman jahat lainnya."


Hua Fei juga tidak sembarang membunuh siluman. Ia hanya membunuh dan mengumpulkan mustika siluman di rumahnya. Ia tidak pernah menggunakan mustika siluman untuk berkultivasi. Ia hanya menggunakan tanaman obat yang langka.


Bertarung dengan para siluman selama bertahun-tahun, membuatnya sudah terbiasa dan tidak ada lagi yang bisa mengalahkan dirinya. Kali ini berhadapan dengan siluman harimau. Seharusnya bisa mengalahkan juga.


Raja siluman terbang dengan sayapnya. Tanduknya mengeluarkan cahaya berwarna kuning dan membentuk pedang sabit. Melesat ke arah Hua Fei dengan kecepatan tinggi. Namun serangan itu ditangkis dengan pedang di tangan Hua Fei.


"Rasakan serangan tandukku. Matilah kau!" Siluman harimau terus menyerang Hua Fei tanpa henti karena gadis itu bisa menahannya.


Dengan mudah, Hua Fei menangis setiap serangan yang dilancarkan siluman harimau. Namun belum cukup baginya jika hanya fokus pada pertahanan. Ia pun melompat untuk menebas siluman harimau.

__ADS_1


Namun siluman harimau menyerang dengan cakarnya yang tajam. Setiap serangan yang dilakukan, menimbulkan gelombang angin yang bisa memotong apapun. Pohon-pohon besar yang terkena gelombang angin pun tumbang.


"Kau cukup cerdik juga, gadis tengik. Sekarang rasakan serangan pamungkasku! Terkaman Harimau Terbang!" Siluman harimau menerkam dengan sepasang cakar yang diselimuti aura hitam.


Serangan demi serangan mampu ditangkis oleh Hua Fei. Namun gadis itu terdorong ke belakang karena kekuatan tubuhnya tidak sekuat siluman harimau yang menggunakan sayapnya untuk memberi tekanan lebih.


Sayap di punggung siluman harimau dikepakan untuk menambah daya serang. Sebuah dorongan agar setiap serangannya maju ke depan. Memanfaatkan kekuatan angin, merupakan keahlian dari siluman harimau bersayap.


Hua Fei menahan tekanan dengan sekuat tenaga. Namun karena tidak kuat, ia terdorong ke belakang. Kesempatan bagi siluman itu untuk menyerang gadis yang lengah tersebut.


"Matilah kau!" teriak sang siluman dengan suara kerasnya. "Cakar Angin!" Angin yang tercipta dari hempasan cakar itu melesat dengan cepat.


Karena masih kena efek tekanan, membuat Hua Fei tidak bisa menghindar. Akibatnya tubuhnya terkena serangan dan membuat bagian depan tubuhnya berdarah.


"Hahahaha! Sekarang tamatlah riwayatmu, gadis tengik! Sekarang nyawamu ada di tanganku." Setelah serangan mengenai lawannya, siluman harimau sangat senang dan yakin bisa membunuh gadis itu.


Pedang Zhu Jian bergerak sendiri tanpa digerakan. Menangkis setiap serangan yang dilakukan oleh siluman harimau. Hal itu membuat siluman itu merasa kesal karena tidak bisa membunuh manusia.


"Kurang ajar! Pedangmu sangat merepotkan. Apa yang kau sembunyikan lagi? Hua Cheng, aku akan membunuh keturunanmu apapun yang terjadi!"


Pedang Zhu Jian bergerak dengan cepat menyerang balik siluman harimau. Dengan kecepatan tingginya, cahaya hijau muda menyelimuti pedang tersebut. Menyerang siluman itu dengan tekanan tinggi.


Meski siluman harimau dapat menahan serangan pedang Zhu Jian, ia tidak bisa menghindar ketika tubuhnya tergores. Beberapa saat kemudian, sekujur tubuhnya juga mengalami luka goresan.

__ADS_1


"Aku harus bertahan. Pedang Zhu Jian, serangan Api Feniks!" ucap Hua Fei. Membuat pedang diselimuti api membara.


Pedang Zhu Jian yang bergerak bebas di udara, mengeluarkan api berwarna merah menyala. Terus menerus menyerang siluman harimau. Membuat siluman itu kewalahan menghindar dari api.


"Tidak akan ku biarkan kau gadis tengik! Kau harus mati di tanganku atau jangan panggil aku raja siluman!" Meski dalam keadaan terdesak, siluman harimau terbang masih berlagak sombong. Ia terbang lebih tinggi lagi.


"Gelombang Api Penyapu Langit." Hua Fei memerintahkan pedangnya dari jarak jauh dan menggerakan tangannya agar bisa mengendalikan pedang tersebut.


Api semakin berkobar, lebih besar selayaknya ombak besar. Menimbulkan serangan yang besar mengenai siluman harimau. Namun Hua Fei merasakan tubuhnya tidak kuat lagi. Ia hampir kehabisan darah karena serangan dari siluman harimau sebelumnya.


"Aku harus menyembuhkan diri dulu. Ughh!" Hua Fei duduk bersila dan mencoba menyembuhkan luka menganga di dadanya. Ia merasakan sakit dan pakaiannya juga rusak karena serangan itu.


Sangat sulit untuk menyembuhkan diri disaat luka yang diterima sangat parah. Tidak seperti ayahnya, Hua Cheng, Hua Fei tidak bisa menyembuhkan diri dengan cepat. Apalagi mengendalikan pedang Zhu Jian membutuhkan kekuatan tidak sedikit.


Kobaran api telah membakar siluman harimau. Seketika tubuhnya terbakar dan meninggalkan mustika berwarna kuning kecoklatan. Pedang Zhu Jian merupakan pedang yang memiliki jiwa. Ia hanya mengakui tuannya berdasarkan keturunan.


Hua Fei sendiri merupakan keturunan dari wanita pemilik pedang sebelumnya. Yang berarti ibunyalah yang awalnya pemilik dari pedang tersebut. Setelah berlatih menggunakan pedang tersebut, membuatnya lebih kuat. Meski masih kewalahan mengalahkan siluman harimau yang memang sangat kuat baginya.


"Bai Bai, tolong aku," ucap Hua Fei lirih, memanggil burungnya. Ia sudah tidak kuat lagi berjalan ke rumahnya. Karena itulah ia memanggil burung kesayangannya.


Bai Bai terbang dan memanggil kawanan burung lainnya. Untuk membawa Hua Fei terbang. Meski Bai Bai tidak bisa bertarung, kekuatannya tidak bisa diremehkan. Ia bisa berubah menjadi lebih besar. Meski belum bisa membawa Hua Fei sendirian. Ia harus mengajak teman-temannya untuk membawa gadis itu.


Pedang Zhu Jian terbang membawa mustika siluman. Membawanya ke arah Hua Fei yang terluka parah. Masuk ke dalam dirinya melalui tanda burung Feniks di dahinya. Setelah Pedang Zhu Jian masuk ke dalamnya, membuat luka-luka yang diperoleh perlahan sembuh.

__ADS_1


"Apa yang terjadi? Pedang Zhu Jian? Kenapa kau menghilang?" tanya Hua Fei. Namun tidak ada yang bisa menjawab pertanyaannya. Karena hanya dia sendiri yang bisa berbicara.


***


__ADS_2