Perjalanan Menuju Keabadian

Perjalanan Menuju Keabadian
Serangan Sekte Huo Xie


__ADS_3

"Huh, anak itu tidak berubah. Sama seperti dulu. Kalau soal makanan, menjadi yang nomor satu. Hahaha!" tawa selir Xiao sambil mengikuti Bai Yuwen.


Dengan datangnya selir Xiao ke kediaman jenderal Bai, membuat para pelayan berlarian. Mereka menyiapkan apa yang harus dihidangkan. Melakukan pekerjaan yang harusnya mereka lakukan.


"Di mana ayam bakarnya?" Melihat ke dalam kediaman, Bai Yuwen melihat beberapa kotak yang sedang dibawa pengawal. "Hei, apakah ayam bakarnya ada di sini?" ujarnya, menghentikan orang yang membawa peti.


"Ayam? Oh, itu ada di dalam, sudah diurus oleh pelayan istana. Tuan muda masuk saja ke dalam!" Pengawal itu menjawab apa adanya dan karena sudah terbiasa dengan keluarga Bai, tidak begitu memperhatikan kesopanan.


"Tuan muda sama seperti biasanya, hahaha! Kalau soal makan, urusan nomor satu!" Pengawal lain pun tertawa melihat Bai Yuwen berlari untuk meminta ayam yang dimaksud.


Tidak ada yang tahu, di kediaman ada seorang penyusup yang memiliki dendam terhadap sang jenderal. Ia datang seorang diri menyamar sebagai pengawal selir Xiao. Seorang kultivator tingkat Inti Emas. Walaupun kekuatannya tidak bisa dibandingkan dengan jendral Bai, ia yakin bisa membuat kekacauan walaupun harus mati. Ia juga sudah melumpuhkan beberapa penjaga dengan jarum beracunnya.


'Hahaha, ini akan menjadi balas dendam terhadap kakak seperguruanku yang kalian tangkap. Kami tidak bisa menerima kekalahan kami di masa lalu. Ku pastikan kau akan mati hari ini, jenderal Bai,' pikir pria yang menyamar itu. Ia beberapa kali menembakkan jarum beracun.


Tak lama kemudian, beberapa pengawal mengalami pusing dan akhirnya terjatuh ke lantai. Dengan adanya racun yang masuk ke dalam darah, membuatnya keracunan dan efeknya bisa membunuh dalam waktu singkat.


"Ap-apaan ini? Kenapa kalian semua tidur di sini? Tidak! Apa yang terjadi?" Melihat rekan-rekannya yang terjatuh, membuat seorang pengawal terkejut dan panik. Namun tidak lama kemudian, ia pun terjatuh setelah merasa pusing.


Beberapa orang yang masih berdiri, beberapa saat kemudian pun terjatuh. Pria yang menembakan jarum beracun pun keluar dan berpura-pura ketakutan. Karena ia membiarkan beberapa orang yang juga ikut lari bersamanya. Membuat seisi ruangan keluar. Tidak kecuali Bai Yuwen yang kaget karena ia juga melihat orang-orang telah tergeletak tak sadarkan diri, bahkan dalam keadaan tidak bernyawa.

__ADS_1


"Tidakk! Apa yang terjadi? Kenapa jadi seperti ini?" Bai Chauzen mengetahui peristiwa yang dialami pelayan dan pengawal yang berlarian dan sudah tergeletak di lantai. Membuatnya panik dan melihat ke sekeliling. Memeriksa keadaan salah seorang yang mengalami kematian.


Terlihat wajah orang yang tergeletak, menghitam di bagian tubuh yang terkena jarum beracun. Bai Chauzen langsung mengetahui penyebab kematian mendadak. Itu juga yang membuat istri dan anaknya panik dan ketakutan. Selir Xiao yang melihat kematian para pengawalnya pun merasa panik dan berlari ke dalam, menemui kedua wanita yang ketakutan di belakang Bai Chauzen.


"Ayah, aku takut!" Bai Rouyao yang ketakutan memeluk ibunya di belakang sang ayah. Ia takut dengan kematian orang di sekitarnya secara mendadak "Ibu, apa yang sebenarnya terjadi? Di mana Bai Yuwen?" Ia juga tidak melihat adiknya.


"Ibu juga takut. Di mana anak itu berada? Semoga saja tidak terjadi apapun." Li Yihua memeluk putrinya yang ketakutan. Ia tidak ingin terjadi apapun terhadap keluarganya.


"Ini perbuatan sekte Huo Xie!" geram Bai Chauzen, mengepalkan tangannya. "Akan kuhancurkan sekte kalian ini!" Setelah mengetahui siapa dalang dari kematian semua orang di kediaman, ia pun mencari keberadaan orang yang menembakan jarum racun.


Bai Yuwen yang mendengar keributan langsung keluar dan melihat seorang menembakan kembang api ke atas. Ini merupakan sinyal bantuan agar semua rekannya datang. Bai Yuwen melemparkan tombak ke arah pendekar yang menyalakan kembang api. Ia tahu jika itu adalah tanda sinyal bantuan.


"Hahaha! Meskipun saya mati di sini, kalian semua juga akan mati! Rasakan ini!" Dengan percaya diri, pendekar itu pun menembakan jarum beracun pada kedua orang yang menyerangnya.


"Kurang ajar!" Bai Chauzen menangkis jarum-jarum itu dengan tombaknya. Ia memutarkan tombak lalu ia melompat dan menusuk tepat di jantung lawan.


Sementara Bai Yuwen telah terkena tembakan jarum beracun. Tubuhnya pun terhuyung ke depan dan mulai terkena efek dari racun kalajengking yang digunakan. Apalagi racun kalajengking itu disertai dengan rasa panas seperti terbakar. Bagi siapapun yang tidak kuat, akan langsung mati di tempat. Untungnya Bai Yuwen memiliki kekebalan tubuh yang kuat. Walaupun tidak langsung mati, ia harus menderita karena racun tersebut.


"Anakku!" Teriak jenderal Bai ketika melihat anaknya tertunduk tak berdaya. "Kau harus mati sekarang!" Bai Chauzen langsung membunuh pendekar dari sekte Huo Xie.

__ADS_1


Dengan kekuatan fisiknya, tidak mustahil bagi jenderal menyerang dengan menusuk jantung dengan keras. Sehingga tubuh lawan langsung tembus seketika dan mengalami pendarahan hebat. Hingga akhirnya harus mati mengenaskan.


"Nikmatilah pesta ini, Anak-anakku! Sekarang kita sudah tahu di mana rumah jenderal Bai kita, hahaha!" Seorang wanita tua berpakaian hitam, terbang dengan bebasnya. Ia melemparkan jarum beracun itu kepada Bai Chauzen.


Sementara itu, mulai berdatangan para pendekar dengan kekuatan yang tidak mungkin ditaklukan oleh seorang jenderal yang sudah mengalami rasa lelah. Apalagi kini para prajurit yang berjaga telah dibunuh oleh para pendekar yang menggunakan tembakan racun. Mereka menggunakan tembakan dengan persenjatakan jarum.


"Tidak! Kenapa kalian datang ke kediamanku?" Dengan mudah, Bai Chauzen menghindari serangan jarum. Ia kemudian menyerang pendekar yang baru datang dengan cara terbang itu.


"Hahaha! Mungkin kau tidak mempan dengan jarum beracunku. Karena menggunakan sepuluh persen racun yang ku gunakan. Tapi kau tidak akan bisa mengalahkanku seorang diri, Jenderal Bai Chauzen! Ku hancurkan semua keturunanmu dan semua yang ada di sini!"


"Duan Jia Xu! Kau yang merencanakan penyerangan kediamanku! Kubunuh kau!" Bai Chauzen kembali menggunakan tombaknya.


Kali ini sang jenderal harus menghadapi puluhan pendekar dan ia tidak menyangka, akan melawan sepuluh pendekar Inti Emas di tingkat awal, menengah sampai tingkat tinggi. Juga harus melawan wanita yang sudah berada di Ranah Kekosongan.


"Kau hanya seekor semut jika di hadapanku, Jenderal Bai! Kau sudah membunuh anak-anakku beberapa tahun yang lalu. Untungnya kami menemukan kediaman jenderal pembunuh ini! Matilah kau!"


Wanita itu bisa terbang dengan menggunakan sayap buatan bersama pendekar lainya. Dengan kemampuan qinggong yang hebat, ia bisa dengan mudah mengendalikan sayapnya. Sehingga bisa bertahan satu jam lebih. Sementara yang lainnya, hanya sekitar sepuluh sampai lima belas menit.


Akibat dari pengeroyokan sebelas pendekar, membuat Bai Chauzen terpojok. Ia mengalami pendarahan setelah dirinya terkena pukulan dari Duan Jia Xu.

__ADS_1


***


__ADS_2