
"Sekarang kau sudah mencapai Ranah Inti Emas. Dan sekarang bisa mempelajari qinggong. Qinggong adalah kemampuan meringankan tubuh. Dengan itu, tubuhmu bisa berjalan atau berlari di atas daun atau di atas air. Semakin kau melatih qinggongmu, kau akan semakin hebat. Ah, aku tidak terlalu paham soal ini. Tapi setidaknya kamu bisa lari di manapun tempatnya tanpa terjatuh."
"Apakah aku sekarang sudah otomatis bisa melakukannya? Aku pernah melihat orang bisa berlari di tembok atau di atas pohon. Apakah aku sekarang bisa melakukannya?" tanya Bai Yuwen antusias.
Bai Yuwen sudah tidak sabar melakukannya. Ilmu meringankan tubuh itu jika ia dapat mempelajarinya, maka ia akan lebih cepat berkembang dan pergi ke manapun dengan cepat.
"Kau sekarang sudah bisa. Meski kau masih Ranah Qi Foundation. Namun di ranah itu masih terlalu sulit karena qi yang bisa kau kumpulkan belum banyak. Dan sekarang kau sudah bisa karena sudah berada di Ranah Inti Emas. Sekarang kita makan terlebih dahulu. Setelah ini, akan ku latih qinggong."
"Baik, aku akan belajar dengan giat. Terima kasih karena sudah membantuku." Bai Yuwen menatap Bai Ling Zhi dengan senang. Pemuda itu sangat senang dengan penjelasan yang dikatakan oleh guru barunya itu.
"Ah, yang penting bisa pergi dari tempat ini saja. Pengorbanan kecil ini tidak ada artinya. Namun aku masih mending berada di tempat ini mungkin belum ada seratus tahun. Berbeda dengan guru pertamamu yang tidak tahu, sudah berapa lama dia terkurung di Seruling Kematian."
Bai Yuwen melihat ke arah Xiao Wu Min yang berada jauh dari mereka. Ia juga merasa kasihan dengan Roh Seruling Kematian itu. Meski begitu, ia masih berharap Xiao Wu Min yang ada di tempat jauh itu adalah kakak kandungnya, Bai Rouyao.
"Hei, ada apa dengan kalian? Apa kalian melihat wanita paling cantik di dunia, sampai terpesona?" tanya Xiao Wu Min dengan wajah sok imutnya.
Dan mereka berdua pun menjawab, "Tidak!" Baik Bai Yuwen dan juga Bai Ling Zhi tertawa setelah mengatakan kata yang sama. Mereka malah lebih akrap jika dibandingkan dengan bersama Xiao Wu Min.
__ADS_1
Bai Yuwen dan Bai Ling Zhi melanjutkan makannya. Dengan demikian mereka bisa mencairkan suasana. Mereka tidak bisa melihat matahari namun dengan perhitungan Bai Ling Zhi dan Xiao Wu Min, mereka bisa tahu waktu siang dan malam.
"Hari ini sudah malam. Jadi kamu hanya punya waktu sedikit. Sebelum kau bisa menguasai Qinggong, kau tidak bisa tidur. Karena pagi-pagi sekali, kau harus berlatih lagi. Kau harus belajar disiplin saat latihan denganku," terang Bai Ling Zhi.
Setelah selesai makan buah-buahan yang tumbuh di dunia yang mengurung Bai Ling Zhi itu, mereka melanjutkan latihan. Bai Yuwen diperintahkan untuk berlatih di tempat itu.
"Sekarang, kau coba pusatkan energi qi ke kakimu. Dan coba untuk memanjat pohon itu tanpa menggunakan tangan. Aku buruk dalam melatih tapi sebaiknya kau coba terlebih dahulu. Jika bisa, kau lanjutkan pelatihan."
Bai Ling Zhi mempraktekannya dengan memejamkan mata lalu ia menyalurkan energi qi ke telapak kakinya. Lalu ia berjalan ke pohon besar dengan posisi horizontal. Ia berjalan dengan pelan menuju ke atas pohon.
"Nah, kau harus mempertahankan energi qi yang kau miliki agar tetap berada di kaki. Seiring berjalannya waktu, kau bisa merasakan sendiri, sehingga kau akan tahu, besarnya energi qi yang kau perlukan untuk bisa memanjat pohon ini."
"Setelah kau bisa berjalan di dahan pohon kau tidak bisa tidur. Aku memberimu waktu sampai pagi. Karena kalau sudah pagi, waktumu sudah habis dan harus melatih fisikmu selama satu hari lagi."
Bai Yuwen berkali-kali mencoba namun tetap terjatuh. Hingga pada akhirnya ia bisa melakukannya setelah hari menjelang pagi. Meski belum bisa mengontrol sepenuhnya, Bai Ling Zhi membiarkan Bai Yuwen untuk istirahat.
"Kau baru pada tahap awal berlatih qinggong. Kau bisa istirahat sebentar. Setelah itu aku akan melatih fisikmu agar lebih kuat selama satu hari." Bai Ling Zhi membiarkan Bai Yuwen yang sudah kelelahan dan hampir tertidur.
__ADS_1
Sementara Bai Ling Zhi tidak tidur untuk saat ini. Ia sudah terlalu banyak tidur dan bisa melek selama beberapa hari ke depan. Bahkan ia bisa tanpa tidur selama satu tahun jika mau. Hanya jika ia terlalu lelah, ia akan tertidur di sembarang tempat.
Pada saat Bai Yuwen mulai tertidur, Xiao Wu Min mendekat ke arah wanita yang mengajari Bai Yuwen. Ia juga seorang guru bagi pemuda pemilik Seruling Kematian. Ia memiliki kewajiban untuk menjaganya sampai Bai Yuwen mati dan menyerahkan Seruling Kematian kepada penerusnya.
"Kau sudah melatih dia dengan keras. Namun aku harus melanjutkan pelatihannya setelah ini. Heh, hidupku ini memang tidak bisa bebas selayaknya makhluk lain yang memiliki pemikiran sendiri." Xiao Wu Min bercerita pada Bai Ling Zhi. Ia berkata dengan lirih dan sesekali ia mendesah pelan.
"Kau beruntung memiliki murid yang cerdas seperti dia. Meski aku berlatih dasar qinggong, aku membutuhkan waktu selama satu tahun. Namun dia langsung paham hanya dengan waktu satu malam. Ini memang sudah pagi hari dan seharusnya aku melatih fisiknya. Namun fisiknya sekarang sudah memiliki dasar yang baik. Kurasa tidak terlalu memaksakan diri."
"Ahhh ... beruntung atau tidaknya, kita akan tahu nanti. Kuharap muridku satu ini bisa memenuhi harapanku. Mencapai Ranah Keabadian, melebihi Kun Jiasen. Aku tidak ingin muridku yang satu ini bernasib sama dengan para pendahulunya yang lama. Untung saja dia memiliki seorang kakak perempuan. Kurasa karena aliran darah mereka berasal dari sumber yang sama, membuatku bisa memakai tubuh wanita ini."
"Kau membunuh pemilik tubuh wanita itu? Kau memang sangat kejam sebagai roh Seruling Kematian. Sama seperti yang pernah ku dengar." Bai Ling Zhi menghembuskan nafas pelan. Membiarkan udara masuk ke dalam hidungnya.
"Tidak. Aku tidak bisa membunuh wanita ini. Karena pada saat aku mengambil raga ini, dia sudah mati. Karena itu, dengan waktu yang sedikit itu, aku bisa masuk ke raganya," terang Xiao Wu Min.
Meski tidak tahu, Bai Ling Zhi hanya bisa mengangguk. Tidak mungkin Roh Seruling Kematian itu berbohong karena tidak ada gunanya berbohong. Jika pun Xiao Wu Min membunuh kakak Bai Yuwen pun, tidak bisa merubah keadaan. Itu akan sama saja bagi Bai Ling Zhi. Tetap saja Xiao Wu Min dapat masuk ke raga Bai Rouyao.
Mereka mengobrol hingga waktu siang hari. Setelah dirasa Bai Yuwen cukup istirahat, maka tibalah saatnya untuk latihan fisik yang membuat tubuh Bai Yuwen menjadi lebih kuat. Mulai dari darahnya yang memiliki kualitas lebih baik, sehingga menjadi kebal racun. Tulang yang semakin kuat, sehingga pertahanan sangat baik. Serta kulit dan daging yang kebal dari segala jenis senjata.
__ADS_1
***