Perjalanan Menuju Keabadian

Perjalanan Menuju Keabadian
Mendapatkan Bunga Lidah Api


__ADS_3

Setelah melihat pertarungan Xiao Wu Min dan ular kalajengking, membuat Bai Yuwen semakin yakin, itu bukan kakaknya. Berbeda dengan kakaknya, Bai Rouyao, Xiao Wu Min lebih seperti seorang pendekar daripada gadis biasa.


Pemuda itu mengingat apa yang dikatakan wanita itu sebelumnya, untuk mengambil bunga lidah api dengan menggunakan kain. Maka dengan langkah perlahan, mendekat ke arah bunga tersebut.


'Semoga saja tidak ketahuan. Siluman itu sangat menakutkan,' ucap Bai Yuwen dalam hati sambil mengendap-endap.


Berhadapan dengan siluman ular kalajengking, Xiao Wu Min tidak sepenuhnya mengeluarkan kekuatannya. Ada batas kekuatan yang bisa dikeluarkan akibat tubuh fana Bai Rouyao. Dengan tubuh gadis biasa tanpa berlatih bela diri, membuatnya tidak bisa mengeluarkan batas kekuatannya.


"Manusia bodoh! Hanya dengan kekuatanmu yang biasa-biasa saja, mana mungkin bisa mengalahkanku, hah? Lebih baik kamu diam dan biarkan aku memakanmu, hahaha!"


"Silahkan saja jika kau mampu, siluman buruk rupa!" Xiao Wu Min melesat menghindari serangan ekor siluman ular kalajengking.


Keduanya masih bertarung hingga menimbulkan getaran hebat di gua yang gelap itu. Dengan pencahayaan terbatas dari luar, siluman ular kalajengking bisa melihat jelas mangsanya dengan mata yang bisa menjadi sensornya. Ia bahkan bisa melihat dalam gelap gulita. Berbeda dengan Xiao Wu Min yang hanya menggunakan tubuh manusia. Ia lebih kesulitan bergerak dengan leluasa dan hanya bisa menghindari serangan.


Meski memiliki senjata yang hebat, tidak serta merta bisa menggunakannya dengan baik. Setiap serangan yang mengenai siluman kini semakin tidak mempan. Walaupun sudah beberapa kaki yang terpotong, tetap saja wanita itu masih mengalami kesulitan.


'Maafkan aku, Xiao Wu Min ataupun Bai Rouyao, aku tidak bisa membantumu. Tapi akan kuambil bunga lidah api ini,' ucap Bai Yuwen dalam hati. Sambil mengendap-endap, mendekat ke arah tanaman yang berada di atas batu. Ia memanjat dan melepas bajunya untuk mengambil bunga itu.


"Hari ini akan kumakan kalian berdua! Meski temanmu mengambil bunga lidah api, pasti dia akan mati dengan segera, hahaha!"

__ADS_1


Siluman ular kalajengking tidak peduli dengan yang dilakukan Bai Yuwen. Karena ia tahu, tidak mungkin ada yang bisa mengambil tanaman langka itu. Bahkan dirinya saja tidak berani mengambil resiko untuk mendapatkan bunga lidah api.


Puluhan tahun siluman ular kalajengking menjaga bunga lidah api. Ia bahkan tidak berani menyentuhnya. Namun ia bisa menyerap auranya setiap hari. Itu bisa memberikan sedikit demi sedikit kekuatan padanya.


Jika siluman itu terus menyerap kekuatan bunga lidah api, kemungkinan ia membutuhkan seratus tahun lagi. Kecuali orang yang sudah tahu cara mendapatkan manfaat tanpa harus menyerap dengan sedikit demi sedikit. Maka bisa langsung meningkatkan kekuatan secara signifikan.


"Awalnya aku ingin meningkatkan kultivasiku di sini dengan tenang. Tapi karena ada manusia yang lancang datang ke gua ini, maka tidak perlu berbasa-basi." Siluman ular kalajengking menumbuhkan kembali kakinya yang putus.


"Apa? Apa yang terjadi? Ini sangat mustahil. Ternyata siluman sepertimu bisa menumbuhkan kembali bagian tubuh yang putus?" Xiao Wu Min kaget melihat tumbuh kaki siluman di hadapannya.


Karena kekuatan mereka yang tidak seimbang, tubuh Xiao Wu Min tidak bisa melakukan serangan lagi. Ia sudah kehilangan banyak energi qi dalam tubuhnya. Namun tidak pernah putus asa dan kembali menyerang dengan senjatanya. Ia lempar senjata begitu saja ke arah siluman besar itu.


"Aku memiliki banyak senjata di seluruh tubuhku. Tidak mungkin kalah hanya dengan barang rongsokan seperti itu. Dasar manusia bodoh!" hina siluman ular kalajengking. Ia menyemburkan racun dari mulutnya ke arah wanita di depannya.


Cairan berwarna hitam pekat meluncur hampir mengenai Xiao Wu Min. Untung saja ia sempat menghindari serangan. Cairan hitam mengenai batu dan meleleh setelahnya. Rasa ngeri karena racun yang dikeluarkan siluman ular kalajengking sangat ganas. Jika itu kena kulit manusia, kemungkinan akan langsung meleleh karenanya.


Sementara Bai Yuwen telah membawa bunga lidah api dengan bajunya. Setelah itu ia pun mencoba mendekat ke arah mulut gua. Xiao Wu Min yang melihatnya lantas tersenyum dan inilah saatnya untuk mengakhiri pertarungan. Ia mengeluarkan sebuah benda berbentuk bulat dan melemparkannya ke arah siluman ular kalajengking.


"Ayo kita cepat lari dari sini!" Xiao Wu Min memegang pundak Bai Yuwen dan membawanya pergi dengan qinggong tingkat tingginya.

__ADS_1


Mereka akhirnya bisa keluar dari gua dan menjauh sejauh mungkin. Karena tidak mungkin saat ini melawan siluman yang berada di gua itu. Setelah mereka sampai di tempat yang aman, barulah mereka berhenti.


"Huhh, kenapa lelah sekali? Untuk sekarang, kita belum bisa membunuhnya. Tapi setelah kita mendapat manfaat dari bunga lidah api, kekuatan kita akan meningkat pesat. Selain itu, kau bisa menjadi kultivator abadi jika beruntung. Kau hanya perlu mencari benda atau tanaman yang berguna. Juga berlatih untuk menyerap qi."


"Hehehe. Ku kira kau bisa mengalahkan siluman itu. Tetapi ternyata sama saja. Tetap tidak bisa mengalahkannya. Bagaimana mungkin aku menjadi muridmu jika seperti ini?" bantah Bai Yuwen mengulas senyum.


"Diam kamu! Jika aku tidak masuk ke tubuh ini, mungkin kekuatanku akan mengguncang dunia. Lagipula sudah kuberikan kekuatanku sebagian untuk mengurangi racun di tubuhmu. Tapi tetap tidak bisa menghilangkan racun sepenuhnya."


"Ah, tidak mungkin. Kamu tidak bisa melakukan apapun, bukan?" Masih saja Bai Yuwen belum mau menurut dan sebenarnya ia suka menggoda sang kakak.


Hanya saja ia tidak tahu harus memulai dari mana. Ia sudah kehilangan seluruh keluarganya. Maka ia masih saja menganggap Xiao Wu Min sebagai kakak baginya. Karena tubuh itu adalah tubuh Bai Rouyao.


"Kenapa kamu masih tidak percaya padaku? Baiklah, kalau tidak percaya, kita buktikan kalau aku pantas menjadi gurumu. Sekarang akan ku ajarkan kamu berkultivasi dengan baik dan benar. Ini dimulai dengan akar spiritualmu terlebih dahulu. Kemudian akan ku jelaskan semuanya secara rinci."


Xiao Wu Min menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh Bai Yuwen. Awalnya ia ingin Bai Yuwen meningkatkan akar spiritual terlebih dahulu dengan menyerap bunga lidah api terlebih dahulu. Cara penyerapan pun diajarkan oleh Xiao Wu Min dengan tenang. Dengan meditasi di depan bunga lidah api yang diletakan di atas batu.


"Setelah ini, aku akan membantumu, membuat lautan qi milikmu memiliki penyimpanan lebih besar. Kau lakukan seperti yang aku lakukan! Seraplah semua yang dibutuhkan dan rasakan energi panas masuk melalui meridianmu. Secara bertahap, masuk ke dalam titik diantianmu."


Xiao Wu Min juga memberikan sebuah pil pada Bai Yuwen. Sebuah pil yang bisa memperluas lautan qi. Jika memakan pil tersebut, maka Bai Yuwen memiliki penyimpanan qi lebih besar dari orang lain.

__ADS_1


***


__ADS_2