Perjalanan Menuju Keabadian

Perjalanan Menuju Keabadian
Mengobati Racun Bai Yuwen


__ADS_3

"Huhh. Ini sangat merepotkan. Sebentar lagi semuanya terbakar dan dengan tubuh ini, tidak sanggup menahan panasnya api." Sosok yang telah masuk ke tubuh Bai Rouyao mengangkat Bai Yuwen dan membawanya meninggalkan kobaran api yang meluluhlantakan bangunan di kediaman sang jenderal.


Nyala api terus berkobar dan membuat warga yang melihat dari kejauhan, langsung berkumpul. Mereka tahu itu adalah kediaman jenderal mereka. Mereka tentu saja orang-orang yang letaknya jauh dari tempat itu. Begitu melihat kebakaran dan asap hitam, membuat rasa penasaran dan sudah ratusan mayat tergeletak di tanah dengan tubuh menghitam.


"Apa yang terjadi? Kenapa jadi seperti ini? Semuanya, padamkan apinya!" Seorang pria yang datang bersama para warga pun melihat mayat tergeletak di tanah. Dan melihat juga kediaman besar milik jenderal Bai Chauzen telah terbakar.


"Tidak! Jenderal! Kita padamkan apinya! Ayo semuanya! Selamatkan kediaman jenderal!" sahut pria lain yang berpostur tetap dan berotot. Ia juga khawatir dengan keadaan yang membuat semua orang panik.


Sementara tubuh Bai Yuwen telah dibawa pergi oleh wanita dengan raga Bai Rouyao. Wanita itu dengan cepat membawa pemuda itu meninggalkan kediaman yang terbakar. Mereka sudah berada di bukit batu belakang kediaman. Dengan qinggong tingkat tinggi, berlari di atas dahan. Melompati setiap dahan pohon yang menjulang tinggi.


"Kalau saja dia bukan pemilik seruling saat ini, mungkin aku tidak perlu menyelamatkannya, tch!" umpat Bai Rouyao yang tubuhnya telah diambil alih oleh sosok dari Seruling Kematian.


Xiao Wu Min adalah perwujudan roh pusaka dari Seruling Kematian. Ia sudah berada di dalam seruling saat pertama kali seruling itu ada. Dan tidak ada yang tahu, sejak kapan seruling itu ada di muka bumi. Selama ini ia tidak bisa keluar dengan wujud manusia. Sampai akhirnya ia mendapat kesempatan untuk mengambil alih tubuh seorang wanita muda yang sudah mati.

__ADS_1


Sebagai roh dari Seruling Kematian, Xiao Wu Min bertugas melindungi pemilik dari seruling tersebut. Memastikan bahwa pemegang seruling itu menjalani hidup yang abadi hingga membuatnya menjadi sosok terkenal, yang menggemparkan dunia kultivator. Sebagaimana Bai Yuwen telah membuat kontrak dengan pusaka itu dengan darahnya.


Xiao Wu Min meletakan tubuh Bai Yuwen yang sudah setengah sadar. Pemuda itu tahu dirinya dibawa oleh seseorang yang ia anggap sebagai kakaknya. Namun ia tidak pernah tahu, Bai Rouyao bisa melakukan hal tidak terduga. Seperti melompati dahan sambil membawanya pergi. Juga tidak menyangka kakaknya memiliki kekuatan besar untuk mengangkatnya. Namun pada kenyataannya Xiao Wu Min juga merasakan kelelahan. Ia memiliki tubuh yang lemah sekarang. Belum memiliki cukup kekuatan.


"Mungkin di sini saja! Racun di tubuhmu tidak terlalu parah karena kamu memiliki tubuh yang kuat. Sebenarnya masih ada satu orang yang lebih kuat darimu. Tapi karena kamu adalah pemilik seruling saat ini, jadi hanya kau yang ku selamatkan."


Keadaan Bai Yuwen semakin lama semakin parah. Ia melihat dan mendengar perkataan Xiao Wu Min dan melihatnya dengan samar-samar. Namun ia masih menganggap wanita itu sebagai kakak kandungnya sendiri. Karena tidak kuat lagi, akhirnya pemuda itu tidak sadarkan diri.


"Sudahlah ... meskipun kamu memiliki fisik yang kuat, racun itu tetap saja tidak bisa hilang dari tubuhmu. Bahkan sudah mencapai jantung lewat pembuluh darah. Jika orang biasa, memang sudah mati dari tadi. Cukup beruntung kamu memiliki fisik yang kuat."


Dengan tingkat kultivasi Xiao Wu Min saat ini, ia tidak bisa berbuat apapun. Berbeda saat ia masih berada di dalam seruling Kematian. Ia masih memiliki jumlah energi yang cukup banyak. Hanya saja ia tidak bisa membantu apapun jika sang pemilik seruling tidak meniupnya. Karena syarat agar bisa membantu, seruling itu harus ditiup. Maka kekuatan besar akan muncul, yang dapat membinasakan suatu negara dalam satu tiupan seruling.


"Untuk mengambil alih tubuh yang mati ini, aku sudah menghabiskan kekuatanku. Tapi kalaupun aku tidak menggunakan tubuh ini, mungkin aku juga sudah lenyap dilalap api. Huh, bagaimana ini bisa terjadi?"

__ADS_1


Xiao Wu Min mengeluarkan seruling dan meniupnya. Dari dalam seruling, muncul asap berwarna hitam pekat dan masuk ke dalam tubuh Bai Yuwen. Wanita itu terus meniup dan membuat langit mulai gelap karena tertutup awan hitam.


"Selama ribuan tahun seruling Kematian merenggut nyawa. Jutaan jiwa melayang tanpa rasa ampun. Kesaktian yang maha dahsyat mengguncang semesta. Luluh lantakkan dunia dengan aura hitammu yang membahana. Hiduplah seorang pemuda dengan tekad baja. Bangkitlah sang pemilik baru Seruling Kematian."


Suara dari langit begitu menggetarkan bumi. Sehingga membuat sebagian penjuru dunia dapat mendengar suara yang menggetarkan. Membuat para kultivator seluruh dunia dapat mendengar. Mendengar tentang adanya pusaka yang dianggap sebagai kutukan. Pusaka yang tidak pernah diharapkan kemunculannya di muka bumi. Sebuah pusaka yang dipercayai sebagai pusaka dari neraka. Maka tidak heran, semua orang menyebut pemilik seruling itu sebagai pendekar pencabut nyawa. Karena setiap kemunculannya, selalu saja ada nyawa yang melayang. Bukan hanya satu, bahkan sampai ribuan nyawa dalam satu tiupan seruling tersebut.


Karena saking kuatnya, membuat Xiao Wu Min mengalami muntah darah. Ia tidak bisa meneruskan meniup serulingnya. Namun itu sudah cukup untuk membuat Bai Yuwen selamat dari kematian. Hanya saja tubuh Bai Rouyao tidak sekuat Bai Yuwen, membuat Xiao Wu Min tidak sadarkan diri setelahnya. Wanita itu sudah kehabisan tenaga setelah terkuras habis oleh seruling tersebut. Meskipun sebagai roh dari Seruling Kematian, begitu keluar tidak bisa sepenuhnya bisa mengendalikan seruling itu.


Bukit batu yang tinggi, hanya terdapat burung dan hewan-hewan kecil. Untuk naik ke bukit batu itu membutuhkan kemampuan terbang atau memiliki tubuh yang kuat untuk memanjat. Karena ketinggian bukit batu itu tidak mungkin dapat digapai oleh hewan-hewan buas seperti harimau dan lainnya. Maka tempat itu aman sebagai tempat burung membangun sarang.


Siang hari panas dan malam harinya terasa dingin. Namun mereka tidak merasakan apapun karena tidak sadarkan diri selama tiga hari tiga malam. Aura yang menyelimuti mereka, membuat tidak ada satu makhluk pun yang berani mendekat. Setelah dihari ke tiga, Bai Yuwen bangun dan melihat ke sekeliling.


"Kak ... apa yang terjadi? Kenapa kita bisa ada di sini?" Bai Yuwen melihat tubuh wanita yang ia anggap sebagai kakak kandungnya. Ia memegang kepalanya yang teramat sakit dan mengerang keras. Mengingat kejadian pembantaian tiga hari lalu, yang membuat penghuni kediaman orang tuanya terbantai.

__ADS_1


Xiao Wu Min pun sadar setelah Bai Yuwen menggerakkan tubuhnya. Tubuh keduanya sangat lemah setelah tidak sadarkan diri selama tiga hari tiga malam. Membuat kepala pusing dan perut terasa lapar.


***


__ADS_2