
Kantor pusat, tempat dimana para CEO perusahaan cabang pernah bekerja. Pastinya banyak para petinggi perusahaan yang berada di situ saat ada rapat. Ayah Shuzume pemegang saham tertinggi, pemilik sekaligus direktur utama di kantor pusat. Perusahaan ini didirikan oleh kakek Shuzume waktu muda dan di wariskan ke ayah Shuzume sebagai anak pertama yang mampu menjadi penerus dari pada saudara-saudara nya. Karena itu lah alasan Ayah Shuzume lebih mementingkan pendidikan anak-anaknya dari pada menikah lebih dulu. Terkecuali anak pertama itu perempuan Seperti Shuzume. Sasaki adalah prioritas utama ayahnya agar nanti dapat mewarisi perusahaan.
Di kantor ini juga Shuzume pernah menjalin hubungan dengan seorang pria yang hampir juga sampai menikah namun gagal. Nama pria itu Takashima. Biasa di panggil Taka. Taka dulu nya bekerja di kantor pusat sebagai asisten ayah Shuzume. Sekarang dia menjadi CEO di salah satu cabang karena dia memiliki saham di perusahaan ini. Hari ini menjadi pertemuan pertama mereka sejak Shuzume di percaya memegang perusahaan cabang lain. Kegagalan pernikahan mereka di karenakan Taka suka bermain dengan wanita. Kelakuan Taka di ketahuan saat Shuzume pergi ke rumah Taka. Saat itu Taka sedang bersama wanita lain di kamar. Sejak itu Shuzume tidak pernah percaya dengan pria sampai sekarang dia merasakan nya ke Rian.
"Hai, lama tak jumpa Shuzume sejak kau mencampakkan ku" sapa Taka meledek nya
"Mencampakkan, bukannya itu karena kelakuan mu sendiri. Kok bisa dengan enteng nya kamu bilang aku mencampakkan" jawab Shuzu dengan nada sedikit marah
"Kamu meninggal kan ku dan membatalkan pernikahan kita hanya karena salah paham, dan kamu tidak pernah mau mendengarkan penjelasan ku" ujar Taka
"Maaf, aku disini mau rapat bukan membahas masalah pribadi dan juga masa lalu" jawab Shuzu dan pergi meninggalkan Taka
"Aish, dasar macan betina" gumam Taka melihat Shuzu pergi meninggalkan nya
Semua CEO berkumpul di ruang rapat. Mereka membahas tentang pendirian pabrik baru di luar negeri. Rian yang ada di pantry mengobrol dengan pegawai di sana sampai rapat selesai. Shuzu memanggil Rian karena sudah selesai rapat. Dia mau mengajak Rian makan malam sesuai janjinya tadi. Rian bergegas ke parkiran mobil untuk mengambil mobil nya. Shuzu sudah menunggu Rian di depan pintu utama perusahaan. Meski shuzu sudah menghindar dari Taka, dia masih mengejar Shuzu sampai di depan perusahaan. Masih saja Taka menggoda Shuzu.
"Mau kemana? ayo makan malam sama aku" ajak Taka
"enggak, makasih. Aku sudah ada janji makan malam sama pria lain" jawab Shuzu
"Wow, seorang macan betina ada yang bisa menaklukkan nya seperti aku" goda Taka
"Maaf saja, dia tidak sepertimu" jawab Shuzu
"Mana ada pria seperti ku, yang selalu mencintaimu sepenuh hati" Taka menyombongkan diri nya.
Rian datang dengan membawa mobil untuk menjemput Shuzu. Dia turun dan membukakan pintu belakang mobil agar Shuzu naik. Tetapi Shuzu memilih naik di depan. Rian bingung, Tiba-tiba Shuzu duduk depan.
"Kenapa enggak di belakang" tanya rian
__ADS_1
"Enggak, aku mau di depan" jawab Shuzu sedikit jengkel
Rian melihat ada seorang pria yang tadi bersama Shuzu. Di pikiran rian mungkin dia petinggi perusahaan. Rian bergegas masuk mobil dan berangkat kemana Shuzu mau pergi. Melihat muka Shuzu sedikit marah, Rian memberikan air minum agar Shuzu sedikit tenang dengan meminumnya.
"Minum dulu, ini baru belum aku minum" ujar Rian
''Makasih, kita langsung ke rumah makan" ajak Shuzu
"Siap bos" Rian pun mengarahkan mobilnya ke rumah makan langganan Shuzu. Sampai di rumah makan, Shuzu langsung memesan makanan dan sake. Rian kaget minumannya kok sake. Padahal Rian tidak suka minuman alkohol.
"aku pesan minum yang biasa saja ya??" ucap Rian
"terserah kamu" jawab Shuzu masih sedikit sensi
"Kalau boleh tanya, kamu marah gara-gara apa ya?" tanya Rian
"Kamu lihat pria yang tadi sama aku di depan pintu" jawab Shuzu
"Dia dulu mantan tunangan ku, kita enggak jadi menikah karena dia suka main wanita" jawab Shuzu
"Oh begitu, gimana aku harus menghiburmu biar enggak marah-marah?" tanya Rian lagi
"Cukup temani aku makan dan minum" jawab Shuzu
Mereka berdua menyantap makanan yang sudah di hidangkan oleh pelayan. Tidak lupa sake yang di pesan Shuzu pun datang. Kayaknya Shuzu terlalu emosi dengan pria tadi. Sake segitu banyak di minum sendiri sampai mabuk. Dalam mabuknya, Shuzu mengigau. Semua permasalahan di rumah, perusahaan maupun di kalangan pertemanan nya di ungkap. Sebelum semuanya di omongin sama Shuzu, Rian pun langsung membayar makanan dan membawa Shuzu ke mobil. Biar tidak ada orang yang mendengar masalah dia. Kebiasaan buruk orang mabuk, semua keresahan yang ada di hati nya di ungkap. Di dalam mobil saja, Shuzu masih bicara ngelantur. Rian hanya bisa mendengarkan keluh kesah dari orang yang sedang mabuk. Sampai di rumah, di gendong nya Shuzu masuk ke rumah. Dia tidurkan Shuzu di sofa ruang tamu. Rian menyelimuti Shuzu dengan jaket yang dia pakai, karena pantang buat dia masuk ke kamar wanita yang bukan siapa-siapa dia. Apalagi Shuzu ini seorang bos di tempatnya bekerja. Melihat jam yang sudah menunjukkan tengah malam. Rian memilih tidur di lantai sambil menunggu Shuzu bangun. Dia menulis note buat Shuzu biar di baca saat bangun. Rian menuliskan note untuk ijin menginap di rumah nya, di karenakan sudah masuk tengah malam. Menjelang pagi, Shuzu bangun dan berjalan ke kamar mandi dengan sedikit sempoyongan. Orang habis mabuk, bangun tidur nya pasti pusing. Kejadian semalam pun dia tidak ingat. Habis dari kamar mandi, dia menuju ke ruang tamu. Dia kaget melihat ada seorang pria yang tidur di lantai. Shuzu pun langsung mengambil wajan dari dapur, Takutnya pria itu adalah orang jahat. Berjalan secara perlahan, agar orang itu tidak bangun. Sampai di depan pria itu, Shuzu segera memukulnya. Tetapi enggak jadi, karena melihat ada note di atas meja. Di ambilnya note itu dan di baca. Ternyata pria itu Rian. Dia baru sadar kalau tadi malam dia makan sama Rian dan mabuk berat. Ternyata Rian mengantarnya pulang, sekalian menginap karena sudah larut malam. Shuzu duduk di samping Rian. Di lihatnya wajah Rian yang manis, enggak terlalu putih seperti orang Jepang. Rambut ikal, berkumis tipis. Shuzu pegang rambutnya dan mengelus-elus nya. Sambil bilang Terima kasih. Shuzu juga mencium pipi Rian. Mungkin Rian terlalu capek, jadi dia tidak merasakan sentuhan wanita cantik ini. Bergegas Shuzu pergi mandi dan memasak sup sebelum Rian bangun. Setelah semua selesai dia lakukan, Rian pun bangun dari tidurnya.
"Pagi Rian, kamu cuci muka terus sarapan sama aku" ujar Shuzu
"Maaf, saya ngerepotin ya" jawab Rian
__ADS_1
"Enggak kok, sudah cepat cuci muka sana" perintah Shuzu
"Iya, saya cuci muka dulu" jawab Rian
Setelah cuci muka, Rian langsung ke meja makan.
"Apa tidak ngerepotin nih?" tanya Rian
"Udah enggak apa-apa. Ini rasa Terima kasih ku karena sudah mengantar ku kemarin" jawab Shuzu
"Kenapa kok enggak gaji ku saja yang di tambah, hehehehe" goda Rian
"Beda dong, sudah makan dulu"jawab Shuzu
Mereka pun makan berdua. Selesai makan, Rian berpamitan mau pulang untuk beristirahat karena hari ini kerja dan kuliah nya libur.
"Nanti sore kamu kesini ya, antar aku ke mall" ujar Shuzu
"Pakai mobil lagi?" tanya Rian
"Memangnya kamu mau naik apa?" tanya Shuzu balik
"Naik kereta saja, sambil santai" ajak Rian
"Ok, nanti jemput aku ya?"ucap Shuzu
"kalau gitu, aku balik dulu" ujar Rian berpamitan
"Iya, hati-hati di jalan" jawab Shuzu
__ADS_1
Shuzu merasa senang. Ternyata Rian mau di ajak jalan-jalan. Rian juga mengusulkan lebih baik naik kereta daripada membawa mobil. Pikiran Shuzu kemana-mana. Bisa di bilang Shuzu mengharapkan hal-hal yang romantis seperti jalan berdua seperti anak muda pada umumnya yang sedang kencan. Padahal mereka berdua masih belum ada hubungan apa-apa.