
Seusai mendapatkan persetujuan dari Rin untuk mengajaknya menjadi pasangan di pesta temannya, Reina pulang dengan perasaan gembira. Karena dia enggak akan malu lagi untuk mendatangi pesta. Gaun sudah siap, pasangan juga sudah ada, tinggal baju buat Rin yang belum. Reina berencana mengajaknya untuk mencari baju nanti di Tokyo. Karena acara pernikahan temannya di adakan di Tokyo. Rin belum tau kalau acaranya itu di gelar di Tokyo. Mungkin jika dia tau, dia pasti menolaknya meski di perintah oleh ayahnya. Tokyo sudah menjadi kota yang tidak akan di injak oleh Rin. Tetapi ini akan menjadi pertama kali dia ke Tokyo sejak Setahun lalu dia meninggalkan nya.
Sampai rumah, mama Reina melihat anaknya begitu senang. Dia pun memanggil Reina.
"Rei, baru datang kok senyum-senyum terus. Ada apa nih" tanya mama Reina
"Aku udah dapat pasangan buat ke pesta nanti ma" jawab Reina
"Orang mana anaknya, mama mau tau dong" ucap mama Reina
"Dia kerja bengkel, anak temannya papa waktu sekolah dulu" jawab Reina
"Tumben sekali, kamu mau jalan sama orang yang kerjanya seperti itu. Biasanya aja kalau nggak mahasiswa, orang kantoran" sindir mama
"Yang penting kan sudah dapat ma, toh dia cuma buat nemenin aku bukan pacar" balas Reina
"Ati-ati loh, terkadang jodoh orang siapa yang tau hahaha" mama Reina terus menggoda Reina
"Enggak lah, intinya dia cuma nemenin ku pesta aja. Setelah itu selesai" jawab Reina meyakinkan mama nya
"Kamu jadi naik Shinkansen kan" tanya mama
"Jadi ma, besok dia jemput aku di rumah buat ke stasiun nya" jawab Reina
"Sekarang kamu istirahat dulu sana, biar besok agak segar" mama menyuruh Reina untuk istirahat
"Ok mama, selamat malam" jawab Reina
***
Keesokan paginya, Rin yang sudah di depan rumah Reina untuk menjemputnya. Karena acaranya sore, dia pagi-pagi sekali harus jemput Reina. Sedangkan Reina masih sarapan. Security sudah memberitahu Reina kalau Rin sudah datang. Mama Reina lah yang menghampiri Rin di luar rumah. Karena saat itu mama Reina sedang merawat bunga di tamannya.
"Kamu yang bakal nemenin anak ku ke pesta ya" tanya Mama
"Iya tante, nama saya Rin" jawab Rin
"Kok pakai motor, enggak bawa mobil atau naik kendaraan umum saja" tanya mama Reina alasan Rin membawa motor
"Maaf tante, saya tadi buru-buru. Takutnya nanti ketinggalan kereta, kalau naik kendaraan umum harus nunggu dulu. Kalau mobil saya enggak punya" jawab Rin dengan polosnya
"Yang penting kamu hati-hati aja ke stasiun nanti" ucap mama Reina
"Iya tante" jawab Rin
Nggak selang lama, Reina keluar dari rumah.
"Sorry lama, aku tadi masih sarapan" ucap Reina
"Aku aja nggak sarapan takut nanti kamu telat" jawab Rin
"Salah suruh nggak sarapan" balas Reina
__ADS_1
"Sabar-sabar ngadepin anak kecil" ucap Rin
"Aku udah dewasa tau" jawab Reina sambil mencubit Rin
"Aduh, sakit tau. Ya udah ayo berangkat, nanti telat" Rin merasa kesakitan karena cubitan dari Reina
"Kamu dari tadi yang banyak omong" jawab Reina ketus
Mama Reina yang melihat pertengkaran mereka pun tertawa. Sudah lama dia tidak melihat Reina seperti itu sama orang sejak kakaknya meninggal di sampingnya.
"Tante, kami berangkat dulu" pamit rin
"Mama aku juga berangkat dulu ya" Reina juga berpamitan ke mamanya
"Kalian hati-hati di jalan ya" jawab mama
Rin langsung tancap gas ke stasiun untuk mengejar jadwal kereta.
***
Sampai di stasiun Reina memberikan tiket kereta ke Rin. Rin baru tau kalau tujuannya ke Tokyo. Dia nggak menyangka harus menginjakkan kaki lagi di Tokyo. Rin bimbang apa harus melanjutkan perjalanannya atau tidak. Jika tidak dia lanjutkan, ada anak orang yang akan kecewa. Jika di lanjutkan, dia akan mengingat semua kenangannya. Tetapi Tokyo besar, tidak mungkin dia akan bertemu dengan masa lalu nya. Rin pun meyakinkan dirinya untuk melanjutkan. Reina melihat Rin masih bengong di tempat duduk.
"Hei, ayo keretanya sudah datang. Kalau enggak cepat nanti ketinggalan" ucap Reina
Rin bergegas mengikuti Reina dari belakang. Dia pun bertanya ke Reina alasan dia tidak menyebutkan tujuannya
"Kenapa kamu nggak bilang kita ke Tokyo" tanya Rin
"Enggak apa-apa, itu jauh soalnya" jawab Rin
"Naik Shinkansen cuma dua jam kok" ucap Reina
"Ya ya ya, ayo naik biar cepat sampai dan cepat selesai" jawab Rin
Akhirnya mereka berangkat ke Tokyo dengan naik Shinkansen.
***
Sudah dua jam perjalanan menaiki Shinkansen menuju Tokyo, dan akhirnya mereka sampai. Tujuan mereka yang pertama sampai di Tokyo adalah butik. Karena Rin belum mendapatkan pakaiannya. Sedangkan Reina sudah membawa gaun dari Kyoto. Rin dan Reina menuju ke butik teman mama Reina. Di sana mereka sudah di sambut sama pemilik butik yang juga teman mama Reina.
"Selamat datang Reina sayang, gimana perjalanan kamu dari kyoto" tanya Pemilik butik
"Hai tante, perjalanan ku lumayan capek. Oh iya tante, jas yang aku pesan sudah ada kan" jawab Reina
"Kamu tinggal pilih aja, tetapi mana pasangan kamu" tanya pemilik butik
"Dia di luar, malu katanya masuk butik mahal dia pakai pakaian biasa" jawab Reina
Pemilik butik menyuruh pegawainya untuk mengajak masuk Rin. Karena dia harus mencoba baju yang di pesanan sama Reina untuk di pakai ke pesta. Setelah di bujuk, Rin pun masuk ke butik untuk mencoba pakaiannya. Rin di arahkan ke ruang ganti. Sedangkan Reina yang menilai cocok atau enggak Rin memakai nya sambil Reina di rias. Rin keluar ruang ganti dengan baju pertama dengan nuansa warna biru. Reina merasa kurang cocok. Sampai lima kali Rin berganti pakaian, baru yang terakhir terlihat cocok dengan gaun yang nanti di pakai Reina.Reina pun terpesona dengan wajah Rin dan bentuk tubuhnya yang di balut dengan pakaian mahal. Reina memilihkan Rin pakaian yang bernuansa merah. Sedangkan gaun Reina berwarna putih. Setelah selesai bersiap, Reina dan Rin berangkat ke pesta menggunakan mobil yang sudah di siapkan oleh butik. Rin memilih menyetir sendiri daripada dia membawa sopir. Sopir yang tadinya harus mengantarkan mereka, dia suruh untuk tetap di butik saja. Mau tidak mau, Reina pun memilih duduk di depan. Dia tidak mau nanti Rin di sangka sopirnya.
***
__ADS_1
Tamu undangan sudah banyak yang datang. Mereka semua teman mempelai wanita dan pria. Banyak juga rekan bisnis dari orang tua mereka. Sedangkan Reina adalah junior dari mempelai wanita dan juga pernah ada hubungan dengan mempelai pria. Reina di undang oleh mempelai wanita. Jadi mempelai pria tidak tau kalau mantannya datang.
Sampai hotel, Rin yang turun dari mobil dulu. Dia membukakan pintu untuk Reina. Reina pun keluar dari mobil dan langsung menggandeng Rin. Mereka berdua masuk ke ruangan pesta. Banyak orang yang melihat pasangan ini. Mereka semua terpesona dengan kecantikan Reina dan keanggunannya. Memang dasarnya Reina adalah seorang model. Rin yang sudah di permak Reina pun tidak luput dari pandangan tamu wanita. Mereka terlihat seperti pasangan yang saling melengkapi. Reina menyapa satu-satu tamu undangan yang kenal dengan Reina. Rin hanya bisa menjawab pertanyaan yang memang perlu di jawab. Saat Rin balik badan, betapa terkejutnya dia. Melihat foto dua mempelai yang terpajang. Ternyata ini adalah acara pesta pernikahan antara Shuzu mantan nya dan juga Taro mantan Reina.
"Kebetulan macam apa ini" gumam Rin yang di dengar oleh Reina
"Kenapa, apa ada yang salah" jawab Reina
"Itu foto mantan kamu" tanya Rin
"Iya, terus yang wanita itu senior ku di kampus dulu" jawab Reina
"Dunia ini memang sempit" ucap Rin
"Kamu kenapa dari tadi bergumam sendiri" tanya Reina
"Nggak apa-apa" jawab Rin
Acara akan di mulai, dan para tamu di persilahkan untuk duduk di tempat yang sudah di sediakan. Perasaan Rin tidak enak, jelas dia akan bertemu dengan beberapa temannya dulu di Tokyo. Dia mengajak Reina duduk di tempat yang agak jauh. Biar tidak ada orang yang mengetahui nya kalau berada di sini. Tetapi sudah terlambat dia bersembunyi, karena ada seorang pria yang mengenalinya dan menghampirinya bersama pasangannya. Sasaki, teman sekaligus sahabatnya waktu di Tokyo.
"Lama nggak jumpa Rin, gimana kabarmu" tanya Sasaki
"Aku sudah sembunyi, masih di temukan saja. Kabarku baik, kapan balik dari Amerika" Rin memeluk sahabatnya itu
"Baru kemarin aku balik sekarang kamu tinggal dimana aku tanya orang-orang, kamu tiba-tiba menghilang" tanya Sasaki
"Iya, kamu kemana aja Rin. Kami semua mencari mu. Kamu tiba-tiba saja hilang" tanya Hina pacar Sasaki
"Aku masih di sekitar sini aja, cari suasana baru" jawab Rin berbohong
"Sebenarnya aku dah tau alasan mu menghilang, tetapi siapa wanita ini" Sasaki penasaran dengan wanita yang ada di samping Rin
"Oh, dia itu" belum sempat Rin menjawab, Reina berdiri dan memperkenalkan dirinya
"Aku pacar nya Rin, dan Junior nya Kak Shuzu" ucap Reina
"Salam kenal ya, aku Sasaki teman sekamar Rin dulu. Dan ini hina calon istri ku" jawab Sasaki
Rin menarik gaun Reina dan berbisik di telinganya.
"Kenapa kamu ngaku jadi pacarku" tanya Rin
"Sudah sayang, nggak usah malu ah" goda Reina
"Kalian nikmati jamuan nya ya, mau kami tinggal dulu. Oh iya Rin, pulang nanti jangan kemana-mana. Aku mau ajak kamu makan malam" ucap Sasaki
"Nanti kami pasti datang ke undangan kalian" jawab Reina
Rin merasa bakalan susah menolak ajakan Sasaki. Tetapi Reina juga yang mengiyakan ajakan Sasaki. Mau tidak mau, Rin harus datang. Padahal dia berencana acara selesai langsung kembali ke kyoto.
Rin tidak sadar ada dua mata yang sedang memperhatikannya dari jauh. Siapakah kira-kira?
__ADS_1