Perjuangan Dan Cinta

Perjuangan Dan Cinta
Teman baru


__ADS_3

Saat mereka sedang menikmati makan malam bersama. Seorang wanita datang menemui Sasaki. Dia memanggil kakak ke Sasaki. Setelah di lihat-lihat, Rin ternyata mengenal dia. Wanita itu adalah Yui yang dulu di kenalnya. Yui tidak menyadari kalau yang sedang makan malam itu adalah Rin. Karena penampilan Rin berbeda dari yang dulu. Rin baru tau kalau Yui adalah adik dari Sasaki. Sasaki mengenalkan Yui ke Rin dan Reina.


"Rin, kenalkan ini Yui. Dia adik sepupu ku. Sekarang dia sedang kuliah di dekat sini" ucap Sasaki


Yui yang mendengar nama Rin, langsung melihat ke arah Rin. Karena dia teringat dengan Rin yang dulu dia kenal. Dia pandang wajahnya, dan ternyata benar. Dia adalah Rin yang dulu Yui kenal.


"Hai kak Rin, lama tidak bertemu ya" sapa Yui


"Iya, sudah lama juga. Kamu itu ternyata sepupu nya Sasaki" tanya Rin


"Iya kak, aku tinggal sama kak Shuzu" jawab Yui


"Loh kalian sudah saling kenal" Sasaki heran kalau ternyata mereka sudah kenal


"Dulu waktu aku masih kerja di tempat kakakmu, aku sering bertemu dengan dia di toserba sama pas joging" jawab Rin


"Oh begitu, iya juga. Kamu pernah cerita di telpon kalau kontrakan mu pindah dekat kakak ku" jawab Sasaki


"Ehm, aku enggak di kenalkan juga nih" saut Reina


"Maaf lupa, Ini Reina pacarnya Rin" ucap Sasaki


"Oh pacarnya kak Rin, salam kenal ya kak" jawab Yui


"Iya salam kenal juga" ucap Reina


Yui ternyata masih memiliki sedikit perasaan terhadap Rin. Rencana memisahkan Rin dengan Shuzu dulu memang berhasil. Tetapi dia tidak mengira kalau Rin langsung menghilang. Dia juga sempat melihat Rin saat di rumah sakit. Waktu itu Shuzu mengalami kecelakaan. Sejak itu dia kehilangan Rin. Dan sekarang dia muncul. Saat pertama melihatnya lagi, Yui merasa senang. Tetapi saat mendengar Rin sudah memiliki pacar, hatinya langsung terbakar. Rasa cemburu itu muncul lagi. Dia mencoba mencari tau info dimana Rin sekarang tinggal.


"Kak Rin, kami sekarang pindah kemana. Aku enggak pernah melihat mu joging lagi selama setahun lebih" tanya Yui


Rin tidak mau menjawab pertanyaan itu. Malah Reina yang mau menjawabnya.


"Dia sekarang tinggal di" sebelum Reina meneruskan jawabannya, Rin mencubit kakinya dan menjawab pertanyaan itu


"Aku tinggal di pinggiran tokyo" jawab Rin


"Tepatnya dimana kak" tanya Yui lagi


"Ya lain kali aja aku jawabnya, sekarang kita nikmati makan malam ini" ucap Rin


Yui merasa sedikit kecewa dengan jawaban Rin.


***


Seusai makan malam, Rin dan Reina berpamitan ke Sasaki untuk pulang. Rin berterima kasih karena sudah mengajak mereka makan malam. Saat Rin pergi ke mobilnya, Yui yang juga berpamitan ke Sasaki ternyata mengikuti Rin. Dia masih ingin tau tempat tinggal Rin yang baru. Dia ikuti mobil Rin dengan menggunakan mobilnya. Yui tidak mengira kalau mobil Rin masuk ke parkiran butik yang sudah tutup. Yui mengira butik itu milik Rin atau Reina. Padahal mobil itu di pinjami oleh pemilik butik dan disuruh mengembalikan ke butik kalau sudah selesai. Melihat Rin dan Reina masuk ke butik, Yui memutuskan untuk menunggu nya sedikit lebih lama. Sudah setengah jam Yui menunggunya, tetapi mereka enggak keluar dari butik. Yui kaget ada yang mengetuk pintu mobilnya.


"Hei, ngapain disini" ternyata Rin yang mengetuk pintunya


"Iya kak, aku tadi lewat sini. Kok aku nggak sengaja melihat mobilmu ke butik. " jawab Yui


"Oh, mau mampir" tanya Rin


"Nggak kak, sudah malam juga aku harus pulang" jawab Yui


"Ya sudah, hati-hati di jalan ya" jawab Rin dan meninggalkan Yui


Yui pergi dari sana. Karena melihat yui sudah pergi, Rin dan Reina langsung pergi ke stasiun.


"Kenapa kamu nunggu dia pergi dulu" tanya Reina


"Aku nggak mau ada yang tau dimana aku tinggal" jawab Rin


"Apa kamu ada masalah sama dia" tanya Reina

__ADS_1


"Enggak, intinya aku nggak mau orang yang mengenal aku disini tau kalau aku ada di kyoto" ucap Rin


***


Sampai di Kyoto, Rin pergi ke tempat dia memarkir motornya. Dia mengantarkan Reina pulang. Di perjalanan Reina masih terlihat mengantuk. Disuruh lah dia tidur oleh Rin.


"Kamu tidur aja dulu" ucap Rin sambil menarik tangan Reina ke pinggang nya agar Reina memeluk Rin dan tidak jatuh kalau dia tidur.


Rin mengendarai motornya dengan santai, karena dia membawa penumpang yang sedang tidur. Sampai di depan rumah, Rin membangunkan Reina yang tertidur nyenyak sekali.


"Woy bangun, sudah sampai rumah mu" ucap Rin membangunkan Reina


Reina pun terbangun meskipun masih setengah sadar. Dia hampir jatuh dari motor karena masih belum sadar penuh dari tidurnya. Untungnya Rin langsung memegangnya.


"Hati-hati kalau turun itu, masih ngantuk gitu" ucap Rin


"Iya aku ngantuk banget, makasih ya dah mau ngantar aku pulang. Kamu hati-hati pulangnya" ucap Reina


"Kamu masuk dulu, nanti aku baru pergi" jawab Rin


Melihat Reina yang sudah masuk rumah, Rin langsung tancap gas pulang ke rumah orang tuanya.


***


Keesokan harinya, Rin bangun kesiangan. Dia lupa kalau hari ini ada orang yang mau ambil mobil yang sudah di servis nya. Rin bangun dari tidur langsung berangkat ke bengkel. Sampai di bengkel, teman-temannya tertawa terbahak-bahak. Hajime juga ikut tertawa sambil membawakan baju bengkel buat Rin.


"Kenapa pada tertawa, ada yang lucu ya" tanya Rin ke Hajime


"Kamu dari tokyo membawa trend baru" jawab Hajime


"Trend baru gimana maksudnya" tanya Rin yang bingung dengan ucapan Hajime


"Berangkat kerja dengan celana pendek sama pakai jaket kulit hahahahahaha" Hajime menjawab nya dengan tertawa


"Memangnya kamu kemarin pulang jam berapa?" tanya Aiko


"Baru pulang tadi pagi jam 1 sampek rumah" jawab Rin


"Ya ampun, bukannya acara nya sebentar ya, memang kemana lagi. Jangan-jangan kamu cari kesempatan ya" ucap Aiko


"Hush, nggak gitu. Adik dari pengantin cewek itu teman ku dulu waktu kerja di tokyo. Dia ngajak aku sama Reina makan malam. Mana mungkin aku menolaknya" jawab Rin


"Ya sudah, mobil yang mau di ambil hari ini sudah kamu selesaikan sebelum ke tokyo kan" tanya Aiko


"Sudah, tinggal pasang busi baru sama oli nya yang baru belum ku masukin ke mesin. Tapi aku udah nyuruh Hajime" jawab Rin


Hajime kaget saat Rin bilang begitu. Ternyata Hajime belum melakukan apa yang di suruh Rin. Dia berniat melarikan diri dari Rin. Tetapi sebelum lari, Rin sudah memegang kerah bajunya.


"Sudah kan Hajime....... " dengan melotot, Rin bertanya ke Hajime


"Be, be, belum kak. Aku lupa, biar ku kerjain sekarang" jawab Hajime gagap


pletak, suara dari kepala Hajime di pukul sama Rin. Langsung dia lari ke bengkel dan melakukan apa yang di suruh Rin.


"Punya asisten montir kok gini amat" gerutu Rin


"Sama aja sama kepala montirnya" jawab Aiko menyindir Rin


"Hehehe, ya maaf" jawab Rin sambil tertawa


***


Sudah waktunya istirahat makan siang. Rin, Hajime dan Aiko seperti biasa makan bersama. Banyak pegawai bengkel yang salut dengan persahabatan mereka yang tidak memandang jabatan. Aiko juga termasuk bos yang baik seperti ayahnya. Aiko adalah putri kedua dari pemilik bengkel tempat kerja Rin. Sedangkan kakak Aiko, sekarang berada di luar negeri ikut suaminya. Hajime itu seorang anak yatim piatu yang di sekolahkan sama ayah Aiko. Dulu dia bekerja paruh waktu dengan menjual koran saat dia masih sekolah dasar. Ayah Aiko menjadi pelanggan tetap koran yang di antar oleh Hajime. Melihat kerja kerasnya itu, ayah Aiko menawarinya untuk membiayai dia sekolah sampai lulus. Dan setelah lulus ayah Aiko menawarkannya pekerjaan di bengkel sambil belajar sama Rin yang memiliki pengalaman. Begitulah perjalanan persahabatan mereka.

__ADS_1


***


Saat mereka lagi makan siang, datanglah mobil warna merah cerah milik Reina ke bengkel. Melihat Reina datang, Rin langsung menggerutu.


"Ngapain lagi tuh anak kesini" ucap Rin


"Kangen kamu kali" goda Aiko


"Jangan aneh-aneh. Paling di suruh papa nya lagi" jawab Rin


"Suruh dia kemari Hajime" perintah Aiko


"Siap bos" jawab Hajime


Hajime pergi ke Reina untuk bertanya keperluan dia kemari.


"Bisa di bantu kak?" tanya Hajime


"Rin nggak masuk kerja" jawab Reina


" Dia ada kak, memang ada apa ya?" tanya Hajime tentang keperluan Reina mencari Rin


"Ini aku bawakan dia makan siang, biasanya jam segini dia makan siang kan" ucap Reina


"Iya dia lagi makan siang, mari kak aku antar ke orangnya" Hajime mengajak Reina ke tempat Rin makan


"Hai Reina, ada perlu apa" tanya Aiko


"Aku mau ngasih ini ke Rin buat ucapan Terima kasih kemarin" jawab Reina


Reina membuka bekal yang dia buat sendiri untuk Rin. Gak ada yang nyangka kalau Reina si anak manja bisa masak. Dia membuat masakan khas jepang dengan tangannya sendiri. Aiko pun takjub dengan rasa makanannya. Benar-benar enak.


"Kamu hebat sekali bisa masak kayak gini" ucap Aiko


"Kamu juga hebat, hebat ngabisin nya dari pada membuatnya hehehehe" goda Rin


Seketika itu kain handuk yang biasa Aiko pakai untuk lap keringat melayang ke muka Rin.


"Makan tuh handuk hahahahaha" Aiko tertawa di ikuti yang lain. Rin juga ikut tertawa. Reina yang hanya orang, iri melihat mereka. Betapa bahagianya mereka dengan pertemanan seperti ini. Ingin rasanya Reina memiliki sahabat seperti mereka. Sayang karena sifat nya yang angkuh membuat nya tidak memiliki banyak teman. Sedih di hati ia rasakan. Aiko yang melihat wajah Reina sedikit di tekuk pun langsung mengajaknya bicara.


"Kamu kenapa kok seperti sedih gitu" tanya aiko


"nggak apa-apa kok, cuma kepikiran sesuatu" jawab Reina


"Mikir apa emang, nggak mungkin kan mikirin utang" saut Rin


"Jangan dengerin sih Rin, kamu mikirin apa?" tanya Aiko


"Aku selama ini nggak pernah punya teman seperti kalian. Aku selalu di jauhi sama teman ku. Adapun yang dekat pasti cuma memanfaatkan ku" jawab Reina


"Kalau begitu anggap aja kita teman" ucap Aiko


"Iya kak, kamu boleh berteman sama aku kok" saut Hajime


"Kalau aku nggak usah ya" Saut Rin.


"Rin jangan di dengerin, emang anaknya gitu" jawab Aiko


"Terima kasih ya sudah mau jadi teman ku" jawab Reina


"Iya sama-sama. Jadi kapanpun kamu mau, kamu bisa main ke sini kalau tidak sibuk" jawab Aiko


Akhirnya, seorang yang angkuh sombong seperti Reina memiliki beberapa teman baru yang bisa membuat dia tertawa.

__ADS_1


__ADS_2