
Syuting hari ini sudah selesai. Reina sangat senang karena sudah tidak syuting lagi. Dia paling nggak suka syuting. Lebih baik ke pemotretan. Tetapi mau gimana lagi. Kontrak waktu itu sudah di setujui sama manager nya. Sekarang syuting sudah selesai. Reina menelpon Aiko. Dia bertanya apakah dia ada di bengkel atau nggak, soalnya dia mau main ke sana.
"Kak, kamu ada dimana?" tanya Reina
"Aku lagi di bengkel, ada apa" jawab Aiko
"Aku mau main kesana kak, boleh kan" ucap reina
"Apa Pekerjaan kamu sudah selesai" tanya aiko
"Sudah kak, aku kesana ya sekarang" jawab reina
"Iya kesini aja, ati-ati ya" ucap aiko
Setelah menelpon Aiko, Reina langsung menuju ke bengkel Aiko. Tidak lupa dia membawakan makanan buat Aiko dan teman-temannya. Sampai di bengkel Aiko tidak melihat Rin. Dia hanya melihat montir lain dan pengikut setia Rin si Hajime. Tidak biasanya di hari sibuk seperti ini Rin enggak ada. Aiko sadar Reina sedang mencari Rin. Karena dari tadi Reina melihat-lihat tempat biasanya Rin servis mobil.
"Hayo, cari siapa?" kaget Aiko
"Enggak kak, cuma ada yang beda aja sama suasana bengkel mu" ucap Reina
"Jangan ngeles deh, aku tau kok kamu sedang mencari-cari siapa dari tadi" goda Aiko
"Beneran kak, kamu sudah makan belum. Nih ku bawakan makanan" Reina mengalihkan pembicaraan mereka
"Aku sudah makan, tapi Hajime belum kayaknya. Dari tadi dia sibuk kerja. Aku panggil kan ya" jawab Aiko
"Hajime sini, ada makan siang gratis dari Reina" panggil Aiko
Hajime datang ke kantor Aiko, dia melihat banyak makanan yang di bawa Reina. Tanpa banyak omong, Hajime langsung memakannya karena perutnya sudah lapar.
"Pelan-pelan makannya" Ucap Reina
"Maaf, Perut ku sudah lapar. Kerja sendirian memang melelahkan" jawab Hajime
"Ya iyalah, biasanya kan ada yang bantuin. Sekarang mandiri dulu ya kerjanya" sindir Aiko
"Memang teman mu itu kemana, kok gak kelihatan hari ini" tanya Reina
"Dia lagi liburan sama orang tuanya. Mungkin Dua hari dia bakal nggak masuk" jawab Hajime
"Tumben sekali dia libur, bukannya dia workaholic" ucap Reina
"Enggak gitu juga lah. Dia juga sering ambil cuti kalau mau liburan sama orang tuanya. Kebetulan Dua hari ini dia pingin bersama orang tuanya" jawab Aiko membantah tanggapan workaholic ke Rin
"Iya deh kak, aku kan belum mengenal sejauh kalian mengenal dia" sanggah Reina
"Lah kenapa jadi bahas Rin, dah kangen ya sama dia" goda Aiko
__ADS_1
"Enggak lah kak" muka Reina memerah
"Hahaha, muka mu merah. Jangan-jangan kamu terpengaruh ucapan ku waktu di restoran ya" ucap Aiko
"Enggak kak, udah ah aku mau pulang dulu. Mau istirahat" Reina menjawab dengan malu-malu
"Iya sudah, hati-hati di jalan ya" Ucap Aiko sembari melihat Reina yang salah tingkah saat di godanya
***
Dua hari telah berlalu, Rin telah pulang dari liburan. Dia merasa banyak tanggungan pekerjaan yang akan menantinya. Karena dia meninggalkan beberapa pekerjaan buat Hajime yang pasti tidak akan bisa di selesai kan nya tepat waktu. Sampai di bengkel lebih awal, dugaan Rin sama sekali tidak meleset. Masih banyak pekerjaan yang dia tinggalkan untuk Hajime belum selesai. Akhirnya dia juga yang harus membereskan nya. Selang satu jam Aiko yang baru datang melihat Rin yang sudah bekerja. Dia menghampiri Rin untuk sekedar menyapa.
"Masih pagi Rin, udah kerja aja" ucap Aiko
"Aku cuma mau beresin kerjaan Hajime, nanti siang sudah di ambil kan mobilnya" jawab Rin
"Iya, kasihan Hajime. Dia kemarin bilang capek semua badannya. mungkin hari ini dia telat datang" ucap Aiko
"Kenapa dia nggak ambil libur aja, daripada nanti dia sakit" jawab Rin
"Udah ku suruh libur, tapi dia nggak mau" ucap Aiko
"Ya sudah, biar nanti ku suruh libur dia besok" jawab Rin
Hajime datang setengah jam lebih lambat dari waktu masuk kerja. Dan dia melihat Rin yang sudah menunggu nya di samping mobil yang dia kerjakan kemarin. Hajime merasa malu karena enggak bisa mengerjakan pekerjaannya tepat waktu. Melihat Hajime datang, Rin memanggilnya.
"Enggak lah, aku masih kuat kerja dong" jawab Hajime
"Ya sudah, untuk sementara aku yang ngerjain semua. Nanti bantu aku setelah makan siang" ucap Rin
"Kok gitu, makan gaji buta dong aku nanti. Kak Aiko nanti malah marah" jawab Hajime yang menolak perintah Rin
"Tenang aja, Aku dah bilang Aiko. Kalau mau tidur, tidur sana dulu. Nanti ku traktir makan siangnya" Rin meyakinkan Hajime
"Siap bos kalau begitu" Hajime menuruti apa yang di perintah sama Rin karena sudah ada jaminannya.
***
Waktunya jam makan siang. Rin yang sudah berjanji ke Hajime buat Mentraktir nya makan siang pun mengajaknya ke rumah makan dekat bengkel. Tetapi sebelum mereka pergi, Reina datang ke bengkel dengan membawa makanan lagi.
"Kalian mau kemana" tanya Reina
"Akun mau makan siang sama kak Rin" jawab Hajime
"Enggak usah, aku sudah bawa makan nih" ucap Reina
"Memangnya kamu enggak kerja, sempat-sempatnya ke sini bawa makanan" ucap Rin
__ADS_1
"Kerja enggak kerja kan urusan aku" jawab Reina agak ketus
"Tanya baik-baik, jawabannya jutek banget" Rin agak tersinggung dengan jawaban Reina
Rin pun meninggalkan bengkel untuk mencari makan. Sedangkan Hajime tertahan karena ada makanan yang sudah di bawa sama Reina.
"Rin tadi kemana, kok nggak ikut kesini" tanya Aiko
"Kayaknya dia agak tersinggung ma jawabannya Reina" jawab Hajime
"Enggak ada orang nya di cariin. Ada orangnya malah kayak kucing sama anjing" ucap Aiko ke Reina
"Ya kak maaf, sudah kebiasaan jutek ku muncul kalau dekat sama dia" jawab Reina
"Hati-hati aja, nanti timbul yang namanya buih-buih cinta" Aiko suka sekali menggoda Reina
"Nggak mungkin kak, aku sekarang juga lagi dekat sama cowok kok" ucap Reina
"Kok nggak di kenalin ke aku, emangnya sudah lama ya" tanya Aiko
"Cuma baru dekat kok, dia teman ku waktu syuting kemarin" jawab Reina berbohong ke Aiko
"Oh begitu, selamat ya dari ku" ucap Aiko memberi selamat ke Reina karena sudah bisa dekat dengan cowok lagi
***
Rin kembali dari makan siang di luar. Dia melihat Reina masih ada di kantor Aiko, dia pun langsung kembali bekerja. Dia mau menyelesaikan pekerjaan nya yang tertunda beberapa hari karena dia libur. Hajime yang selesai istirahat, langsung membantu Rin. Rin terlihat lebih diam setelah makan siang. Hajime merasa takut kalau Rin sudah diam seperti itu. Karena ada dua alasan kalau Rin diam. Yang pertama dia marah, yang kedua mood nya lagi jelek. Tetapi kalau di lihat dari mukanya, mood Rin lagi jelek. Jadi Hajime takut untuk mengajaknya mengobrol.
Reina keluar dari kantor bersama Aiko. Aiko juga merasa kalau dengan melihat muka Rin seperti itu, berarti moodnya jelek. Hajime yang mengetahui mereka keluar kantor, langsung menyuruh mereka lewat. Reina yang tidak tau apa-apa pun merasa aneh dengan gelagat dua orang ini.
"Ada apa kak, kok kamu sama Hajime saling lempar kode" tanya Reina
"Sudah ayo jalan, nanti ku jelaskan di luar saja" ucap Aiko
Mereka berdua pergi menuju ke mobil Reina. Reina masih tak paham dengan kelakuan Aiko sama Hajime. Kenapa harus saling lempar kode.
"Nih udah sampek di luar, jelasin sekarang arti kode kalian tadi" Reina minta penjelasan dari Aiko
"Jadi gini, sepertinya mood Rin sedang jelek. Jadi Hajime tadi langsung nyuruh kita pergi" jawab Aiko
"Emang harus segitunya ya, kenapa harus takut kalau mood dia jelek" Ucap Reina
"Udah enggak usah di bahas, okay. Sekarang kamu pulang aja" Aiko mencoba agar Reina tidak tau sifat buruk Rin kalau lagi badmood
"Ya sudah kak, aku pamit dulu ya" Reina berpamitan ke Aiko
"Hati-hati di jalan ya" jawab Aiko
__ADS_1
Aiko merasa akan ada masalah hari ini. . . . . . .