
Tak terasa perjalanan dua tahun berpacaran dengan lula sejak hari itu. Ternyata setelah memberi ciuman pipi itu, lula mengirimkan SMS ke Rian di dalam perjalanannya pulang. Karena malu, lula menjawabnya lewat SMS dan bilang kalau dia juga suka ke Rian. Lula juga mau jadi pacar Rian. Dalam kurun waktu dua tahun, meski mereka beda sekolah. Karena Rian lebih memilih sekolah SMK dari pada ke SMA. Sedangkan Lula sudah pasti ke SMA. Rian memilih ke SMK di karenakan dia ingin langsung mendapatkan ilmu kejuruan dan langsung bisa kerja. Rian sekolah dengan beasiswa yang sudah dia cari sejak orang tuanya meninggal di karenakan kecelakaan waktu Rian masuk SMP. Mereka berdua hanya bertemu saat weekend. Karena mereka masih sekolah, dan tidak satu sekolah. Seperti halnya anak pacaran mereka berdua sering berhubungan lewat SMS. Suatu hari dimana Rian pulang dari PKL(praktek kerja lapangan) di sebuah perusahaan, Rian berniat untuk menjemput lula di sekolah nya. Karena jam PKL Rian hanya setengah hari. Dia menunggu Lula di seberang jalan depan pintu gerbang sekolah Lula. Rian bertemu temannya saat smp dan satu band sekolah dengannya. Dia si Ardi. Tapi Ardi ada di depan gerbang sekolah tepat. Jadi Rian tidak menyapanya, karena harus teriak. Lula tidak tau kalau Rian menjemputnya. Karena Rian ingin memberi kejutan ke pacarnya kalau dia jemput. Saat Rian melihat Lula keluar gerbang, ternyata Lula menghampiri Ardi dan pergi bersamanya. "Loh, kok mereka bareng???? "Gumam Rian di hatinya. Di ikutilah mereka berdua kemana perginya oleh Rian. Ternyata Ardi mengantar Lula ke rumahnya. Di cegatnya Ardi depan gang rumah Lula. " Di, ngopi yuk." Ajak Rian ke Ardi, tapi Ardi mencium gelagat Rian yang agak terbawa emosi. "Enggak ah, aku mau pulang". Jawab Ardi. " Bentar aja, kalau enggak mau ya disini aja aku mau tanya". Ujar Rian. "Mau tanya apa? Kita baru ketemu loh selama dua tahun lulus sekolah". Jawab Ardi mulai agak merasa takut. " Jujur di, kamu ada hubungan apa sama Lula. Kok pulang sekolah tadi bareng. " Tanya Rian. "Mending kamu tanya ke lula juga, daripada salah paham satu sama lain. " Akhirnya mereka berdua ke rumah lula. Di situlah semua akan terjawab. Lula menemui mereka di teras rumah. Lula menjelaskan semua ke Rian. "Sebenarnya ada hubungan apa kalian? " Tanya Rian ke Lula. "Sebenarnya aku sudah pacaran sama Ardi sejak setahun lalu. Aku enggak berani putusin kamu, karena aku juga sayang sama kamu". Jawab lula sambil menangis. " Rian memahami perasaan lula. Ternyata penyebab lula menduakan Rian adalah kurangnya waktu mereka bertemu. Sedangkan Ardi selalu ada buat Lula untuk setahun ini. "Mereka semakin dekat saat adanya reuni SMP. Saat itu Rian tidak ikut di karenakan ujian. Karena ujian SMA sama SMK berbeda jadwal. Rian ikut ujian lebih awal karena harus mengikuti PKL juga di perusahaan. " Ok, jadi ini masalah waktu. Aku minta maaf kalau memang aku tidak pernah ada waktu buat mu setiap hari. Tapi aku selalu memberi hari libur ku buatmu. Ternyata masih kurang. Aku Terima semua. Aku Terima kekalahan ku dari Ardi. Jadi sekarang kamu lebih memilih siapa? " Tanya Rian. Lula diam tidak menjawab. Karena dia sebenarnya masih sayang ke Rian. Perjuangannya yang selalu memberi surprise kepadanya meski tak selalu ada waktu buat dia. Sedangkan Ardi selalu ada setiap hari saat dia butuh seseorang di sampingnya. "Tolong jawab, karena jawabanmu penting untuk ku mengambil sikap. " Tegas Rian ke Lula. Karena hatinya sudah hancur melihat kenyataan seperti ini. Lula tetap diam. Dan akhirnya Rian melepas jam tangan yang pernah di kasih oleh Lula dan meletakkannya di atas meja dan pergi. Dia membuang nomer HP nya. Menghapus kontak lula, menyobek foto mereka berdua yang ada di dompet. Meminta ijin ke tempat nya PKL untuk libur beberapa hari untuk naik gunung bersama teman2nya. Tangisnya pecah di puncak gunung bersama teriakannya. Teman2nya hanya bisa memberi dia support untuk tetap semangat.