Perjuangan Dan Cinta

Perjuangan Dan Cinta
Suasana baru


__ADS_3

Beberapa bulan setelah Reina mendapatkan teman baru, Dia merasa hidupnya berbeda. Sekarang ada teman yang perhatian sama dia. Memiliki teman yang tidak memanfaatkan status keluarganya, pekerjaannya dan kekayaannya. Pekerjaan Reina sekarang seorang Model. Dia menekuni model sejak dia umur 15 tahun. Saat kuliah dia juga masih menjadi model. Alasan dia bahagia memiliki teman seperti Rin, Aiko dan Hajime adalah mereka perhatian saat dia susah maupun senang. Seperti saat dia terkena berita hoax tentang skandalnya dengan seorang artis yang memiliki istri. Teman-teman modelnya banyak yang menjauhinya, tidak dengan Aiko, Rin, dan Hajime. Mereka membantu Reina untuk tetap semangat dan percaya kepada Reina. Sempat gara-gara berita itu, beberapa pekerjaan Reina banyak yang di batalkan. Brand-brand besar banyak yang meninggalkan nya. Hanya satu brand kosmetik yang tetap bertahan dengan Reina. Karena sahabatnya yang meyakinkan brand itu agar tetap bertahan. Semua itu terbukti benar. Brand yang tetap bertahan itu mendapatkan banyak keuntungan karena berita tentang Reina itu hoax. Artis yang di isukan dengan Reina lah yang mencari popularitas melalui Reina. Dan sekarang, Reina bebas dari tuduhan itu. Senyuman selalu terpancar dari wajahnya.


***


Setelah kasus itu selesai, datanglah seorang pria yang berkenalan di lokasi Syuting. Dia seorang model juga artis baru. Saat itu ada syuting iklan. Pria itu berpasangan dengan Reina di dalam iklan. Sekarang Reina dapat banyak tawaran iklan. Selesai syuting, Pria itu mencoba mendekati Reina. Namanya Gin, seorang aktris yang baru di promosikan. Gin merasa kagum dengan kecantikan Reina.


"Reina, kamu pulang sama siapa?" tanya Gin


"Aku pulang sendiri, aku bawa mobil kok" jawab Reina


"Orang secantik kamu kok bawa mobil sendiri, kenapa nggak pakai sopir" ucap Gin


"Aku dah biasa nyetir sendiri, memang kenapa" tanya Reina


"Mau aku yang nyetir, sekalian aku ajak kamu makan di restoran" ajak Gin


"Terus mobil kamu gimana?" tanya Reina


"Aku hari ini nggak bawa mobil, lagi malas" padahal dia belum punya mobil


"Gimana ya, lain kali aja ya. Soalnya aku mau ngajak sahabat ku jalan" jawab Reina menolak secara halus


"Ok, janji ya lain kali kalau ku ajak pasti mau" ucap Gin


"Iya kalau ada waktu" jawab Reina sambil meninggalkan Gin


Gin berusaha untuk mendapatkan Reina. Karena akan banyak keuntungan jika dia berpacaran dengan Reina. Dia merasa percaya diri bisa mendapatkannya karena wajah tampannya.


***


Reina sekarang berada di mall, dia mau bertemu dengan Aiko. Karena sekarang hari libur, dia mau mengajak sahabatnya itu shoping. Dulu dia shoping sendiri atau nggak sama mamanya. Sekarang dia selalu di temani Aiko saat dia libur. Kadang dia juga memaksa Rin untuk sekedar menemaninya. Terkadang juga Rin sering meninggalkan Reina saat dia sibuk memilih baju yang mau dia beli. Mangkanya sekarang dia lebih memilih mengajak Aiko. Aiko pun sampai di mall dengan naik taksi.


"Kenapa naik taksi kak, tadi aku jemput di rumah mu saja kan enak" ucap Reina


"Nggak usah, jadinya nanti bolak balik. Kasihan kamu" jawab Aiko


"Ya udah, ayo masuk kak" ajak Reina


Usai belanja, Reina dan Aiko makan di resto yang ada di mall. Reina menceritakan semua kegiatan dia seharian ini. Dia suka sekali bercerita ke Aiko. Aiko selalu menjadi pendengar yang baik buat Reina. Karena Aiko tau, selama ini tidak ada orang yang benar-benar mendengarkan keluh kesah Reina.

__ADS_1


"Kak, aku hari ini senang banget" ucap Reina


"Kenapa kok senang, tiap hari kan kamu senang" tanya Aiko


"Syuting iklan ini mau selesai kak, aku bisa istirahat" jawab Reina


"Capek banget ya, iy juga sih. Kamu beberapa bulan ini banyak sekali kerjaannya. Sampai lupa berlibur" ucap Aiko


"Iya kak, aku mau berlibur. Kakak mau ikut nggak" tanya Reina


"Kerjaan ku mana bisa ku tinggal, kalau liburan dekat sini sih bisa kayak sekarang nih. Kamu kalau liburan ke luar negeri" jawab Aiko


"Hehehe, iya juga sih kak. Kerjaan mu kan nggak ada yang gantiin ya. Apa lagi ada orang tengil di tempat kerjamu yang harus di awasi" ucap Reina menyindir Rin


"Hush, gitu-gitu dia yang sering nolongin kamu loh" Aiko mengingatkan Reina kalau dia sering di tolong sama Rin


"Kapan emang kak, gak kebalik ya. Dia yang malah sering buat ku jengkel" Reina nggak percaya perkataan Aiko


"Mungkin suatu saat kamu akan tau sendiri semua yang dia lakukan buat mu" ucap Aiko


"Emang iya kak, jangan bela dia loh kak" Tetap Reina masih nggak percaya


"Sudah ah, kenapa jadi bahas orang yang katanya buat kamu jengkel. Mending kita makan terus pulang. Aku dah capek" Aiko mencoba mengalihkan pembicaraan


"Ayo kak, bareng sama aku" ajak Reina


"Nggak usah, aku ada yang jemput" jawab Aiko


"Siapa kak, pacarnya ya" goda Reina


"Pacar ku kan lagi kuliah di luar" jawab Aiko


"Oh iya, terus siapa kak" Reina penasaran


"Tuh orangnya datang" Aiko menunjuk Rin yang baru datang dengan motornya


"Halo jelek, nggak kerja kamu. keluyuran aja" Sapa Rin ke Reina


"Apa sih, jemput cewek kok pakai motor" Reina membalas ejekan Rin

__ADS_1


"Lah aku punya nya ini, gak mampu beli mobil hahaha" jawab Rin menertawakan dirinya sendiri


"Sama aku aja kak, bahaya nanti kalau sama dia" bujuk Reina ke Aiko


"Gak usah Rei, kamu langsung balik aja. Kasihan kamu capek bolak balik nanti. Ini tadi Rin juga ada di sekitar sini. Aku nebeng pulang jadinya" jawab Aiko


"Hati-hati ya kak sama orang tengil satu ini" Ucap Reina


"Iya, mana berani dia sama aku. Mau gajinya gak ku kasih. Aku duluan ya" jawab Aiko


"Balik dulu ya jelek" Rin juga berpamitan ke Reina


Di dalam perjalan pulang, Reina teringat dengan perkataan Aiko tentang Rin yang sering menolongnya. Padahal selama ini Rin hanya suka mengganggunya. Mereka berdua tidak pernah akur, kadang Rin yang suka jahil, terkadang Reina yang suka jahil ke Rin. Jika bertemu mereka seperti tom and Jerry. Dia menganggap perkataan Aiko yang di ucapkan tadi hanya agar Reina akur sama Rin.


***


Sampai rumah, ada pesan di HP Reina. Dia nggak kenal dengan nomernya. Setelah di baca, ternyata pesan itu dari Gin. Reina heran, kok Gin bisa tau nomernya. Padahal nomer nya itu sangat privasi, hanya untuk kepentingan bisnis. Reina tidak membalasnya karena di rasa tidak penting. Reina pun beristirahat di kamar. Besok pagi dia harus berangkat ke lokasi syuting untuk yang terakhir kali.


Hari sudah pagi, Reina terbangun dari tidurnya dan langsung menuju ke kamar mandi. Reina bersiap untuk pergi ke lokasi syuting. Setelah sarapan dia langsung ke garasi untuk mengambil mobil. Sebelum itu, ternyata ada tamu yang datang untuk mencarinya. Tamu itu ada di depan sedang mengobrol dengan mama nya.


"Reina, nih ada teman kamu" panggil mama nya


Reina langsung menghampiri mamanya


"Oh Gin, pagi sekali ke sini. Kamu juga kok tau alamat rumah ku" tanya Reina


"Aku di kasih tau sama manager mu" jawab Gin


"Terus kamu ada perlu apa kemari pagi-pagi sekali" tanya Reina lagi


"Aku mau ngajak kamu berangkat bareng ke lokasi syuting" jawab Gin


"Ya sudah, kalian berangkat saja berdua" ucap mama Reina


Sebenarnya Reina nggak mau berangkat bareng sama Gin. Karena mama nya sudah memberi izin, secara terpaksa dia menurutinya.


"Ayo berangkat kalau gitu" ucap Reina


"Saya pamit tante, mau pergi" pamit Gin ke mama Reina

__ADS_1


"Hati-hati di jalan ya" ucap mama Reina


Di hati Gin, rencana untuk mendekati Reina berhasil satu langkah. Apakah rencana berikutnya akan berhasil??????


__ADS_2