Perjuangan Dan Cinta

Perjuangan Dan Cinta
perjuangan dan cinta #jalan berdua


__ADS_3

Sudah sore hari, Rian pergi menjemput Shuzu di rumahnya. Dia berjalan kaki dan memakai baju yang biasa dia pakai jalan sama teman-temannya. Bisa di bilang dia cuma punya beberapa baju saja. Karena di Jepang dia jarang banget beli baju. Uang hasil kerja nya di tabung dan di buat makan. Biaya dia kuliah sudah dari perusahaan. HP pun dia enggak punya. HP nya yang dulu, tertinggal di Indonesia. Sungguh malang sekali nasibnya. Hidup hemat di negara yang segala kebutuhannya sangat mahal meski pun gaji besar. Sampai depan rumah shuzu, dia menekan bel pintu. Shuzu pun bergegas membuka pintu. Rian terpukau melihat shuzu berdandan cantik dan memakai baju yang sangat bagus. Maklum lah bos perusahaan, mana ada bos pakai baju yang biasa-biasa saja. Padahal mereka hanya mau jalan-jalan ke mall.


"Waduh, apa enggak terlalu wow ya dandanannya?" tanya Rian


"Ini sudah biasa buat ku, apa terlalu menor ya" jawab shuzu


"Enggak gitu, lah apa kamu nanti enggak malu jalan sama cowok kayak aku" jawab Rian


"Kamu kenapa emangnya? sudah enggak perlu di pikir" ujar Shuzu


"Ya sudah ayo berangkat" ajak Rian


Mereka pun menuju ke stasiun kereta api. Rian merasa minder karena Shuzu terlihat terlalu wow. Bagai bumi dan langit kalau kata orang. Shuzu menggandeng tangan Rian seperti seorang kekasih. Rian pun merasa malu.


"Enggak apa-apa kan kalau aku gandeng tangan kamu?" tanya Shuzu


"mmmmm, enggak apa-apa. tapi apa kamu enggak malu di liatin banyak orang." jawab Rian terbatah-batah


"Enggak usah di pikirin kata orang, yang penting kita jalan aja" ujar Shuzu meyakinkan Rian agar tidak malu.


Muka Rian terlihat merah. Masuk kereta pun Shuzu masih menggandeng tangan Rian. Di dalam kereta agak penuh. Shuzu disuruh duduk sama Rian. Sedangkan Rian berdiri. Dari stasiun lain, ada penumpang pria yang sengaja berdiri di depan Shuzu. Saat itu Rian berada di balik pria itu. Shuzu agak risih dengan pria itu. Karena pria itu menggoda Shuzu dengan cara yang tidak senonoh. Rian langsung ambil sikap dengan menyenggol pria itu agar pindah.


"Maaf, ini pacar saya jangan di ganggu" ujar Rian ke pria itu agar mau pindah


Si pria langsung mencari tempat lain. Shuzu kaget mendengar kata-kata Rian tadi. Tapi dia langsung sadar, mungkin itu di ucapkan Rian agar pria tadi tidak mengganggunya.


"Makasih ya Rian, sudah menolong ku" ucap Shuzu


"Iya sama-sama. Pria seperti itu sering ku jumpai kalau naik kereta atau pun bus umum" Jawab Rian


"Kalau nanti kamu naik kereta atau bus sendiri, teriak saka jika ada orang seperti itu, pasti banyak yang menolong" ujar Rian lagi


"Akan ku ingat-ingat perkataan mu ini" jawab Shuzu


Mereka sudah sampai di stasiun yang dekat dengan mall. Turun dari kereta, Shuzu masih menggandeng tangan Rian lagi. Rian sudah tidak meras minder lagi. Masuk mall, Shuzu langsung mengajak Rian ke gerai HP.


"Mau ganti HP ya?" tanya Rian


"mmmmmm, mau lihat-lihat kali aja ada HP terbaru" jawab Shuzu


"Kalau terbaru jelas ada banyak, lihat di internet juga banyak kan" ucap Rian

__ADS_1


"Udah ikut aja, jangan banyak protes" ujar Shuzu


Rian pun di seret sama Shuzu. Mereka melihat-lihat HP yang di pajang di rak kaca. Terlihat bagus-bagus semua. Rian di suruh memilih sama Shuzu.


"Kamu pilih kan ya, aku enggak tau selera cowok kayak gimana?" ucap Shuzu menyuruh Rian memilihkan HP


"Buat hadiah ya, pacarnya ya?" Rian meledek Shuzu


"Buat teman ku, cepat pilih aja. Sesuai dengan selera mu" jawab Shuzu.


"Yang ini bagus, tapi agak mahal. Kalau aku enggak bakal mampu beli nya, hahahaha" tunjuk rian sambil menertawakan diri nya sendiri.


"Jadi yang ini ya?" tanya Shuzu


"Sesuai kebutuhan juga, orangnya bisnisman atau orang biasa-biasa aja?" tanya Rian lagi


"Dia biasa-biasa saja, enggak terlalu aneh-aneh lah" jawab Shuzu


"Kalau begitu yang ini saja, sedikit murah" jawab Rian


"Tapi kalau kamu kira-kira suka nya yang apa? tanya Shuzu


"Aku ambil yang pertama aja, mungkin nanti teman ku suka juga" jawab Shuzu


"Hak, kamu juga yang memberi hadiah. Aku cuma kasih saran" ujar Rian


HP sudah di beli Shuzu, sekarang mereka ke toko baju. Rian merasa kalau ini perempuan suka banget belanja. Di pikiran Rian, dia mau di jadikan kuli angkut.


"Kita beli baju dulu" ucap Shuzu


"Buat apa lagi beli baju, enggak jalan-jalan aja?" tanya Rian


"Udah, jangan cerewet. Pilih baju sana! " perintah Shuzu


"Lah kenapa aku lagi yang pilih?"tanya Rian


"Buat hadiah juga, teman cowok ku ukuran nya kayak kamu" jawab Shuzu


Rian memilih-milih baju. Di cobanya di ruang ganti. Sedangkan Shuzu yang menilai baju itu cocok atau tidak. Akhirnya sudah dapat tiga pasang baju dan celana. Di bungkus dan di bayar oleh Shuzu di kasir. Rian membelikan es krim Shuzu. Di ajaknya Shuzu keliling Mall. Karena hari sudah mau malam, mereka pun pulang. Shuzu sepertinya kecapekan. Di kereta, dia tertidur di pundak Rian. Rian hanya diam, dan memandang wajah bos nya yang sangat cantik tertidur lelap di samping nya. Sampai Stasiun tujuan, Rian membangunkan Shuzu.


"Ayo bangun, sudah sampai. apa kamu enggak mau turun" ucap Rian

__ADS_1


Shuzu langsung bangun dan berjalan menuju pintu keluar kereta. Mungkin karena belum sadar betul. Shuzu terpeleset di depan pintu kereta. Dia hampir jatuh, karena Rian langsung menangkapnya.


"Hati-hati kalau jalan, kalau masih ngantuk kita mampir di cafe dekat stasiun dulu" ujar Rian


Shuzu pun mengangguk. Rian menggandeng tangan Shuzu agar dia tidak jatuh lagi karena mengantuk. Rian memesan minuman buat nya dan Shuzu.


"Minum dulu, biar seger" ujar Rian


"Makasih ya" jawab Shuzu


"Kalau sudah agak seger, kita lanjut pulang. biar tidak kemalaman" ucap Rian


"udah kok, ayo pulang" jawab Shuzu


Mereka berjalan menuju ke arah pulang. Jalanan sepi, karena sudah mau larut malam. Setidaknya lampu jalan disini menyala dengan terang. Rian menggandeng tangan shuzu sambil membawa barang belanjaan Shuzu tadi.


"Kamu kenapa beli hadiah sebanyak ini" tanya Rian ke Shuzu


"Enggak apa-apa. Buat ku ini enggak seberapa di banding pertolongan dia selama ini ke aku" jawab Shuzu


"Iya juga sih, hak kamu juga buat kasih hadiah ke orang" ujar Rian


Sudah sampai di rumah Shuzu. Rian disuruh masuk dulu sama Shuzu buat makan malam. Karena sedari tadi mereka berdua belum makan. Shuzu membuatkan makanan instan yang dia simpan di lemari pendingin. Rian memakannya dengan lahap, mungkin dia kelaparan habis jadi kuli angkut. Selesai makan, rian berbincang-bincang sebentar sama Shuzu sebelum pulang. Setelah itu Rian berpamitan ke shuzu.


"Aku pulang dulu ya, kamu hati-hati di rumah sendirian" ujar Rian


"Iya kamu hati-hati juga di jalan" jawab Shuzu


Rian meninggalkan rumah Shuzu, tetapi belum sampai jauh, Shuzu mengejar Rian sambil membawa tas belanjaan tadi.


"Ada apa kamu kesini sambil membawa belanjaan tadi? " tanya Rian


"Ini buat kamu semua" jawab Shuzu


"Lah kok gitu" Rian pun kaget


"Iya ini buat kamu semua, rasa Terima kasih ku ke kamu karena sudah menolongku selama ini" jawab Shuzu


"apa enggak terlalu berlebihan ya" tanya rian


Shuzu pun mendekat ke Rian dan mencium pipinya lalu pergi meninggalkan Rian. Rian terdiam di tempatnya. Sekali lagi dia di buat kaget oleh bos nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2