
Hari sudah pagi dan Rian pun telah bangun. Rutinitas Rian sesudah bangun pagi adalah joging. Rian tidak mau nanti nya sakit saat dia di negara orang karena tidak ada yang akan merawatnya. Dia joging di sekitar asrama nya. Saat joging dia bertemu dengan shuzume, kakak dari sasaki.
"pagi bu, tumben joging daerah sini? " sapa Rian
"pagi juga, saya baru pindah ke rumah dinas dekat kantor. mangkanya baru joging daerah sini" jawab shuzume
"rumah dinas yang kosong itu ya, saya kira itu buat gudang"jawab Rian
" iya, memang dulu di pakai gudang, kemarin saya suruh bersihkan orang buat saya tempati, biar dekat dengan tempat kerja." ujar shuzume
"saya balik dulu bu, sudah capek sekalian mau siap-siap buat kerja" jawab Rian
"bisa temani saya sebentar. saya kurang paham jalanan sini" ajak shuzume
"kalau dari sini ibu lurus saja, terus belok kanan lurus sudah rumah dinas" jawab Rian
"oh ya sudah makasih ya" jawab shuzume lalu pergi
Rian pun pulang dan bersiap untuk berangkat kerja. Tidak lupa dia membangunkan sasaki yang dari tadi belum bangun. Karena tadi malam mereka pulang terlalu larut, jadi sasaki mungkin masih mengantuk.
"bangun, mau kerja apa enggak. aku dah siap nih! " Rian membangunkan sasaki
"hmmmmm, iya bentar lagi? " jawab sasaki
"ku tinggal ya, ada roti di meja buat sarapan" ujar Rian lalu pergi
"makasih" sasaki pun beranjak bangun dari tidurnya lalu mandi dan sarapan.
Rian dan sasaki tinggal di satu kamar asrama. Asrama mereka pun dekat dengan tempat mereka bekerja. jalan kaki selama 10 menit sudah sampai. memang sudah kebiasaan Rian berangkat pagi. Lebih baik datang lebih awal dari pada tepat waktu. sampai di tempat dia bekerja, dia siapkan alat-alat yang akan di pakai nya untuk bekerja. Tidak lupa selalu dia bersihkan dulu area kerjanya. safety first, pedoman yang dia bawa saat magang di perusahaan dulu dan pelajaran saat dia sekolah dulu. Para pekerja lain sudah datang. Sasaki juga datang dengan rasa kantuknya.
"woy, masih ngantuk ya? " tanya Rian
"hahahaha, iya nih. ngantuk banget aku" jawab sasaki
"mau ku buatin kopi, sekalian aku mau buat teh? " tanya Rian menawarkan kopi ke sasaki
"boleh tuh, makasih ya" jawab sasaki
Rian ke pantry dan membuat teh sekalian sama kopi sasaki. Tak sengaja dia bertemu shuzume lagi.
"pagi bu, mau buat apa sekalian saya buatkan" tanya Rian
"pagi, enggak usah saya buat sendiri. saya mau buat teh hijau" jawab shuzume agak ketus
__ADS_1
"oh, ok bu saya permisi dulu" jawab Rian pergi meninggalkan shuzume
belum jauh dari pantry, Rian dengar teriakan. dia langsung balik ke pantry dan melihat shuzume jatuh.
"loh kenapa bu kok jatuh? " tanya Rian sambil menolong nya
"tangan ku kena air panas dan kaget" jawab shuzume sambil kesakitan
"oh bentar bu saya ambilkan salep bakar" jawab Rian
di oleskan nya salep ke tangan shuzume yang kena air panas tadi.
"seharusnya ibu pakai alat yang otomatis saja yang ada di meja sana" ucap Rian
"saya enggak tahu, soalnya biasa di buatkan sama OB" jawab shuzume
"ya sudah ibu duduk dulu saja, saya buatkan sebentar" jawab Rian
shuzume merasa Rian ini orang baik atau memang mau cari muka di depan bos nya. begitulah penilaian shuzume terhadap orang.
"ini bu sudah selesai, saya balik ke tempat kerja dulu bu" ucap Rian
"oh makasih" jawab shuzume
"nenek lampir tuh kenapa lihat-lihat kesini" tanya sasaki
"enggak tau, mungkin kerja kita kurang bagus." jawab Rian
"waduh bisa gawat kalau gitu, entar malah laporan sama ayah" ucap sasaki seperti ketakutan
"sudah-sudah, kita terusin nih pekerjaan. banyak omong malah enggak selesai nanti" ajak Rian untuk menyelesaikan kan pekerjaan nya.
Sudah sore, waktu bekerja pun selesai untuk hari ini. berhubung tidak ada kelas, Rian dan sasaki bisa langsung pulang. Sebelum pulang sasaki mendapatkan info kalau dia harus lembur, karena ada pekerjaan pegawai lain yang harus selesai hari ini, sedangkan pegawainya tidak masuk.
"kenapa harus saya yang lembur? " tanya sasaki ke pengawas nya
"bisa tanya sama bos, saya cuma menyampaikan perintah lemburnya ke kamu" jawab pak inu pengawas sasaki
"apa bu shuzume masih di kantor, saya mau protes" jawab sasaki agak marah
"dia masih di kantor, silahkan kalau mau protes" jawab pak inu
Rian yang sudah selesai dengan pekerjaannya dan menunggu sasaki di depan perusahaan. Cukup lama dia menunggu enggak keluar juga sasaki.
__ADS_1
pak inu keluar perusahaan, Rian pun bertanya ke pak inu tentang sasaki dimana.
"pak, tau sasaki dimana, dari tadi kok belum keluar? " tanya Rian ke pak Inu
"sasaki ada di kantor bos, mau protes soalnya di suruh lembur" jawab pak inu
"kok ada lembur pak, bukannya pekerjaan kami sudah selesai ya? " tanya Rian lagi
"ada pegawai yang enggak masuk, pekerjaan nya harus selesai hari ini" jawab pak inu
" makasih pak sudah di kasih tau" jawab rian, lalu dia pergi ke kantor shuzume
Di kantor terlihat sasaki sedang marah sama kakaknya. ternyata sasaki ada janji sama hina. mangkanya dia marah kalau harus disuruh kerja lembur sama kakaknya. kakaknya pun enggak mau tau, karena semua pekerja yang lain sudah pulang. sedangkan pekerjaan ini harus selesai. Rian pun masuk kantor shuzume.
"biar saya saja yang lembur bu, biar sasaki pulang" ucap rian
"apa kamu mau gantikan dia lembur? tanya shuzume
" iya, biar saya saja kalau memang sasaki tidak bisa" jawab rian
"baik kalau itu mau mu, silahkan di kerjakan dan harus selesai hari ini" jawab shuzume menyetujui
"makasih rian, kamu memang teman ku" ujar sasaki sambil memeluk rian
"sudah berangkat sana, kasihan hina nanti nunggu lama, jangan lupa nanti aku di belikan makanan yang enak ya hahahahaha," jawab Rian sambil tertawa
"siap bos, aku pergi dulu" pamit sasaki
Rian pun mengganti pakaian nya dengan pakaian kerja. langsung dia kerjakan.
"selamat bekerja ya, saya pulang dulu" pamit shuzume
"siap bu, Hati-hati dijalan" jawab Rian
malam semakin larut, shuzume keluar dari rumah dinasnya untuk mencari makan. dia sengaja lewat depan perusahaannya. bertanya ke bagian keamanan. apa masih ada orang di dalam.
"pak, apa masih ada orang di dalam? " tanya shuzume
"masih bu, pak Rian masih bekerja di dalam. sepertinya habis ini dia mau pulang." jawab keamanan
"makasih pak, saya ke dalam dulu ya mau lihat pekerjaannya" jawab shuzume sambil masuk ke tempat Rian bekerja. shuzume berjalan pelan-pelan karena perusahaan sangat sepi. hanya suara dari ruangan Rian yang terdengar. sampai di ruangannya dia tidak melihat Rian di tempatnya.
tiba-tiba ada suara barang jatuh, shuzume kaget dan terpeleset jatuh. tetapi sebelum jatuh, dia di tangkap sama Rian yang datang dari arah belakang Nya. mata mereka pun saling berhadapan.
__ADS_1