Perjuangan Dan Cinta

Perjuangan Dan Cinta
Bimbang


__ADS_3

Hari ini Shuzu di panggil oleh ayahnya untuk ke rumah. Dia tidak di kasih tau kenapa dia di panggil ke rumah. Seusai kerja, Shuzu pulang ke rumahnya dulu, baru kemudian dia pergi ke rumah ayah nya. Dalam pikirannya, masih timbul banyak pertanyaan, tiba-tiba saja ayahnya menyuruh dia pulang. Yui yang baru pulang kuliah, di ajaknya untuk ikut ke rumah ayahnya.


"Yui, kamu ikut aku ke rumah ayah" ajak Shuzu


"Ada apa kak, kok tiba-tiba kesana" jawab Yui


"Aku juga enggak tau, ayo berangkat saja. Nanti kalau sampai sana juga tau" Shuzu mengajak Yui segera berangkat


"Naik apa kak kesana, pakai mobil mu ya. Aku capek kalau harus naik kereta" ucap Yui


"Iya aku bawa mobil kok" dan mereka berdua berangkat


Sampai di rumah ayah nya, Shuzu langsung duduk di sofa ruang tamu. Ayah nya sudah menunggu nya dari tadi. Sedangkan Yui, dia ajak ibu shuzu untuk masuk ke ruang keluarga.


"Yui sini, ikut tante" ucap Ibu Shuzu


"Mau kemana tante" tanya Yui


"Kita ngobrol di dalam saja ya, jangan ganggu kakakmu sama om" jawab ibu Shuzu


"Ok tante," Yui mengikuti ajakan ibu Shuzu


Setelah Yui masuk, Ayah Shuzu memulai pembicaraan nya dengan Shuzu.


"Besok, kamu akan ayah temukan sama anak laki-laki teman ayah" ucap ayah Shuzu


"Memang nya ada apa, kok aku harus di pertemukan dengan anak teman ayah" tanya Shuzu


"Ayah akan menjodohkan kalian" jawab ayah Shuzu


Shuzu pun kaget mendengarnya, kenapa tiba-tiba ayahnya menjodohkan dia dengan anak teman ayah nya. Ayah Shuzu tidak mengetahui kalau anak nya sudah punya pacar. Karena memang hubungan mereka masih di rahasiakan dari banyak orang. Alasan lain Shuzu menyembunyikan hubungannya dengan Rian, karena Rian hanya seorang pegawai di kantornya. Sedangkan ayah Shuzu lebih memandang kesetaraan di keluarga mereka. Sebenarnya Shuzu berencana memberitahu keluarganya kalau dia sudah punya pacar. Tetapi dengan status Rian seperti ini, malah akan memancing kemarahan ayah nya. Dengan secara terpaksa, Shuzu menyetujui perintah ayah nya agar tidak terjadi pertengkaran antara dia dan ayah nya.


"Aku akan menemui nya. Tetapi, jika nanti aku tidak suka, ayah tidak boleh memaksaku" Shuzu memberi persyaratan ke ayah nya.


"Baiklah, ayah yakin kamu bakal setuju" ucap ayah Shuzu


Selesai bicara, mereka makan bersama di ruang makan. Semua hal yang di ucapkan ayah nya. Membuat Shuzu berpikir keras. Bagaimana nanti jika Rian mengetahui kalau Shuzu di jodohkan. Akhirnya dia memilih untuk merahasiakan nya dari Rian terlebih dahulu. Karena belum tentu Shuzu bakal mau dengan laki-laki pilihan ayahnya.

__ADS_1


***


Dari tadi Rian mencoba menghubungi Shuzu, tetapi tidak ada balasan sama sekali. Di telpon tidak di angkat, di chat enggak di balas. Enggak seperti biasanya dia seperti ini. Sejak pulang kerja sampai tengah malam. Rian terus mencoba menghubunginya. Rian juga sudah mencoba ke rumah Shuzu. Di sana pun tidak ada orang sekali. Di perjalanan Rian menuju rumah nya. Telpon nya berdering. Saat di lihat, ternyata Shuzu mengirim pesan.


"Aku menginap di rumah ayah, besok pagi aku berangkat kerja dari sini. kamu enggak usah jemput kemari. miss you" isi dari pesan Shuzu ke Rian.


Akhirnya, rasa khawatir Rian sedikit hilang. Karena Shuzu sudah mengabarinya. Dia pun kembali ke rumah. Masih terasa janggal buat Rian, karena Shuzu hanya mengirimkan pesan ke padanya. Biasanya dia menelpon nya. Apakah ada masalah di rumahnya. Pertanyaan itu dia simpan sampai nanti bertemu dengan Shuzu


***


Rian datang lebih awal ke kantor karena dia tidak menjemput Shuzu. Shuzu datang setelahnya. Rian langsung menanyakan alasan Shuzu tidak mengangkat telpon dan membalas chat nya.


"Kemarin kamu kenapa enggak kamu angkat telpon ku" tanya Rian


"Tadi malam aku sibuk dengan ayah, ada yang harus di omongin tentang perusahaan" jawab Shuzu berbohong


"Oh, aku kira kamu sedang ada masalah sama ayahmu" Rian dengan polosnya percaya omongan Shuzu


"Besok hari libur, ayo kita jalan-jalan" ajak Shuzu


"Kita ke disney Land, kamu mau kan" ucap Shuzu


"Ya sudah, besok aku jemput kamu ya. Aku mau kerja dulu sekarang" jawab Rian


Shuzu merasa bersalah ke Rian, karena dia harus berbohong tentang pertemuannya dengan ayah nya tadi malam. Dan nanti, dia harus bertemu dengan pria yang di jodohkan dengannya beserta keluarga besarnya.


***


Malam pun tiba. Shuzu di jemput oleh ayahnya di rumah. Karena harus menghadiri acara makan malam bersama keluarga teman ayah nya. Yui pun di ajak oleh ibu Shuzu. Tetapi dia menolak. Karena Yui ingin malam mingguan bersama teman-teman nya dari pada makan malam bersama. Mereka berangkat menuju restoran yang berada di hotel milik teman ayah Shuzu. Di sana mereka di sambut dengan senang. Tetapi di pikiran Shuzu hanya ada Rian. Dia tidak terlalu fokus pada acara makan malam. Laki-laki yang di jodohkan dengan nya memang terlihat sempurna. Dia tampan, kaya, ahli waris dari hotel orang tuanya. Tetapi semua itu tidak membuat Shuzu tergoda. Mungkin karena perasaannya sudah tertanam nama Rian. Mereka memulai dengan acara perkenalan dan di lanjut makan-makan. Para orang tua sedang mengobrol di meja makan. Shuzu dan pria itu di berikan ruang khusus untuk mengobrol lebih dekat.


"Kamu mau minum" Taro memulai obrolan dengan menawari Shuzu minum


"Enggak makasih" jawab Shuzu singkat


"Kamu sekarang memegang perusahaan cabang ayah mu ya" tanya Taro


"Iya" Shuzu menjawabnya sedikit ketus

__ADS_1


"Kalau aku sekarang lagi menjalankan bisnis perhotelan dan membuka cabang di luar negeri" ucap Taro untuk mencairkan suasana


"Oh, semoga sukses ya" jawab Shuzu


Taro mulai merasa kalau perempuan di depannya ini tidak mudah di taklukan. Itu semua malah membuat Taro ingin memilikinya.


"Lain kali kamu mau aku ajak makan malam berdua" Taro memulai rayuannya


"Kalau aku ada waktu" jawab Shuzu


"Ok, deal kita" Taro merasa mulai mendapat perhatian Shuzu sedikit


Mereka berdua kembali ke meja makan, karena sudah waktunya mereka berpamitan. Dalam perjalanan pulang, Shuzu memberitahu ayahnya kalau dia enggak begitu suka dengan Taro. Tetapi ayah Shuzu menyuruh nya untuk melanjutkan hubungan ini sementara. Karena ayah Shuzu percaya akan ada rasa yang timbul jika mereka berjalan bersama untuk beberapa waktu.


***


Di sebuah cafe, Yui dan teman-temannya terlihat sedang menikmati malam minggu mereka. Seperti anak muda yang lain. Mereka suka berkumpul saat weekend. Terkadang mereka menonton film di bioskop, jalan-jalan di mall, atau sekedar berkumpul di cafe. Di tengah obrolan mereka, Yui melihat rin sedang duduk di meja sebelah pojok dekat dengan jendela yang menghadap ke jalan. Tanpa berfikir panjang, Yui menghampiri Rin dan meninggakan teman-temannya.


"Hai kak, kok sendirian aja" sapa Yui


"Kamu kok disini" jawab Rin kaget karena tiba-tiba ada Yui yang menyapanya


"Aku lagi kumpul-kumpul sama teman ku kak, kakak kenapa sendirian. Pertanyaan ku tadi belum di jawab" tanya Yui lagi


"Iya iseng aja ke cafe sendiri. Teman ku ada acara dengan keluarga mereka" jawab Rin


"Aku temenin ya kak, daripada kamu sendirian" Yui akhirnya merasa kalau ini kesempatan buat dekat dengan Rin


"Terus teman kamu gimana, nanti di cariin" jawab Rin


"Enggak apa-apa kok kak, lagian mereka obrolannya banyak yang enggak nyambung. Hehehe" jawab Yui sambil tertawa


"Ya sudah kalau mau kamu begitu" Jawab Rin


Mereka pun mengobrol berdua panjang lebar. Mereka menceritakan tentang kehidupan masing-masing. Yui merasa nyaman ngobrol dengan Rin. Dia seperti menemukan seseorang yang paham dengan dirinya. Maklum, Yui termasuk anak yang broken home. Orang tua nya berpisah sejak dia masih kecil dan Yui ikut ibu nya yang merupakan adik dari ayah Shuzu. Sedangkan kakak Yui belajar di luar negeri. Tetapi mereka juga tidak terlalu dekat, karena sifat kakak Yui yang tempramental. Bertemu dengan seorang yang kalem, penyayang, bisa di ajak ngobrol dengan santai, perhatian, dan mau mendengarkan keluh kesah nya. Membuat Yui menemukan kehidupan baru. Rasa suka ke Rin mulai tumbuh di hati Yui.


apakah cinta Yui terhadap Rin akan terbalaskan????

__ADS_1


__ADS_2