Perjuangan Dan Cinta

Perjuangan Dan Cinta
Menjelaskan


__ADS_3

Hari sudah mulai pagi, matahari terbit dari timur. Shuzu terbangun dari tidurnya. Mencari keberadaan Rian yang tadi malam menemaninya. Dengan perasaan takut, Shuzu memanggil Rian. Rian datang dari dapur mendekati Shuzu. Melihat Rian masih ada di rumahnya, Shuzu langsung memeluknya. Trauma paska kejadian semalam masih di rasakan oleh Shuzu.


"Ayo bangun, mandi terus sarapan" ajak Rian


"Kamu jangan kemana-mana" perintah Shuzu


"Iya, aku disini kok" jawab Rian


Shuzu pergi mandi, sedangkan Rian menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Untuk Taka, sekarang dia berada di kantor polisi. Orang tua Shuzu juga sudah di beri tau oleh Rian tentang kejadian yang menimpa anak perempuannya. Ayah Shuzu tak menyangka, Taka bisa melakukan hal yang tidak manusiawi. Padahal dulu dia adalah tangan kanan nya. Usai mandi, Shuzu pergi ke meja makan. Disana dia sudah di buatkan sarapan oleh Rian.


"Silahkan di santap makanannya" ucap Rian


"Selamat makan"jawab Shuzu


Shuzu memakan dengan lahap, seakan dia lupa kejadian tadi malam. Itu karena ada Rian yang saat ini di sampingnya.


"Aku habis ini pulang terus ke kantor ambil berkas, kamu kerja di rumah saja untuk sementara" ucap Rian


"Kamu jangan lama-lama perginya"jawab Shuzu


" Iya, aku berangkat dulu" pamit Rian


***


Di asrama, Rian mandi dan mengganti bajunya yang semalam dia pakai. Selesai mandi dia langsung berangkat ke kantor untuk mengambil berkas yang akan di kerjakan Shuzu di rumah. Sampai kantor banyak pegawai yang menanyakan kejadian semalam ke Rian. Mendengar bos nya terkena musibah, para pegawai ikut merasakan kesedihan yang di alami Shuzu dan mengecam tindakan Taka. Rian menenangkan mereka, karena semua sudah diurus oleh pihak berwajib. HP Rian berdering saat dia hendak masuk kantor. Di lihatnya, ternyata pesan dari ayah Shuzu menyuruh dia ke rumah bersama Shuzu. Rian pun bergegas ke rumah Shuzu untuk menjemputnya. Dokumen-dokumen penting juga sudah dia bawa. Sampai di rumah Shuzu, Rian memberitahu Shuzu kalau mereka sekarang di suruh ayah Shuzu ke rumah. Sebetulnya Shuzu sudah tau karena tadi ayahnya sudah menghubunginya. Tetapi Shuzu menolak karena takut nanti ayah nya marah-marah.


"Ayo kamu siap-siap dulu, habis ini ku antar ke rumah ayahmu" ucap Rian


"Aku enggak mau, nanti ayah marah-marah sama aku" jawab Shuzu


"Enggak mungkin, anaknya habis kena musibah kok di marahi" Rian mencoba meyakinkan Shuzu agar mau pulang

__ADS_1


"Kamu temani aku nanti menghadap ayah" pinta Shuzu untuk di temani Rian


"Iya nanti ku temani, aku juga kan di panggil kesana" jawab Rian


Akhirnya Shuzu mau di ajak Rian untuk pergi ke rumah ayah nya.


***


Ayah Shuzu terlihat marah. Kemarahannya itu di tujukan buat Taka. Tetapi Shuzu merasa ayah nya marah karena perbuatannya. Terjadilah salah paham antara anak dan ayah.


"Kamu kok bisa keluar sama si berandal Taka, padahal dulu kamu sudah di campak kan" ujar ayah Shuzu sambil marah-marah


"Dia mengajak ku makan malam, karena dia akan memprioritaskan pengiriman suku cadang ke perusahaan ku yang selama ini dia lebih memilih mengirim ke luar" jawab Shuzu menjelaskan alasan kenapa dia mau di ajak makan malam sama Taka


"Apa tidak ada perusahaan cabang milik kita yang bisa mengirim suku cadang selain miliknya" tanya ayahnya


"Ada, tetapi pengiriman dari perusahaan lain lebih lama dari milik Taka" jawab Shuzu dengan perasaan takut


Ayah Shuzu langsung bertanya ke Rian setelah Shuzu masuk ke dalam.


"Bagaimana ini bisa terjadi, saat itu kamu dimana?" tanya ayah Shuzu ke Rian


"Mereka berdua membuat kesepakatan kalau acara makan malam tidak boleh membawa teman. Tetapi saya menunggu nona Shuzu di cafe depan resto tempat mereka makan malam" jawab Rian


"Terus, Shuzu kok bisa dengan mudah di bawa ke hotel tempat Taka menginap" tanya ayah Shuzu lagi


"Di makanan dan minuman nona Shuzu terdapat obat tidur atau sejenis obat bius. Mangkanya saat saya melihat nona Shuzu keluar dari resto, dia di papah oleh Taka masuk ke mobilnya" jelas Rian


"Apa Shuzu sudah sampai di setubuhi" ayah Shuzu malu bertanya seperti ini


"Saat saya dobrak pintu, memang baju nona Shuzu sudah terlepas semua. Sedangkan Taka masih memakai celananya. kesimpulan saya nona Shuzu belum di apa-apa kan" jawab Rian

__ADS_1


"Untuk sementara perusahaan Shuzu kamu yang handle, biarkan dia di sini untuk istirahat" perintah ayah Shuzu ke Rian


"Baik Pak, saya ijin pamit ke kantor" pamit Rian ke ayah Shuzu untuk balik ke kantor


***


Shuzu tidak tau kalau Rian sudah pergi ke kantor. Saat dia mau memanggil Rian untuk makan siang bersama, di ruang tamu hanya ada ayah nya saja.


"Rian kemana ayah?" tanya Shuzu ke ayah nya


"Dia balik ke kantor, ada apa?" tanya ayah nya balik


"Mau ku ajak makan siang sama-sama, dia pergi kok enggak pamit aku" Shuzu sedikit kecewa karena Rian tidak berpamitan dengannya.


Shuzu mengirim pesan ke Rian untuk bertanya kenapa dia pergi tidak berpamitan dengan nya. Rian tidak tau ada pesan dari Shuzu, karena HP Rian dalam kondisi lowbat. Dari semalam dia tidak mencharge nya. Sampai di pabrik dia langsung mencharge HP nya. Dia mengerjakan tugas-tugas Shuzu yang sebagian ada di kantor, sementara sebagian lagi sudah di bawakan Rian ke rumah ayah Shuzu.


***


Rembulan sudah menampakkan dirinya, waktu buat Rian untuk pulang. Di asrama Rian baru menyalakan HPnya, banyak pesan yang masuk. Dan semua pesan itu dari Shuzu. Rian sampai heran sama bos nya satu ini. Mengirim pesan sudah kayak ngirim ke suami yang enggak pulang-pulang ke rumah. Karena capek, Rian tidak membaca pesan itu. Di biarkan nya pesan itu menumpuk, dan di baca besok pagi. Saat Rian sedang mandi, HP nya berdering. Rian bergegas ke HP nya. Takutnya itu panggilan penting. Ternyata Shuzu yang menelpon. Di angkat nya telpon dari Shuzu


"kenapa semua pesan ku tidak di balas" tanya Shuzu ke Rian sambil marah-marah karena pesannya tidak ada yang di balas


"Aku baru sampek asrama, HP juga baru ku nyalain, tadi baterai nya habis, jadi ku matikan" jawab Rian


"Kamu juga pergi dari rumah ayah tidak pamit aku dulu" Shuzu masih marah karena alasan yang sepele


"Iya maaf, tadi aku buru-buru. Sudah jangan marah-marah nanti jauh dari jodoh" goda Rian


"Ya sudah aku mau tidur, selamat malam" Shuzu menutup telponnya


Rian masih belum tau tentang perasaan Shuzu yang sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2