
Setelah beberapa minggu tidak bekerja, hari ini Shuzu sudah bisa mulai bekerja. Seperti biasanya, dia di jemput Rian di rumahnya. Sudah beberapa hari sejak Shuzu jujur akan perasaannya ke Rian. Baru hari ini dia bertemu dengan nya. Shuzu sudah menunggu Rian di depan rumah nya. Akhirnya Rian datang dan membukakan pintu mobil buat Shuzu. Rian bersikap seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Tidak ada omongan sama sekali seperti dulu sebelum ada nya kejadian kemarin. Shuzu merasa tidak enak dan memulai obrolan pertama mereka.
"Selamat pagi, kamu sudah sarapan" tanya Shuzu basa-basi
"Pagi juga bu, Saya sudah makan tadi di kontrakan" jawab Rian. Beberapa hari kemarin Rian pindah dari asrama ke kontrakan baru nya yang dekat kantor. Karena dia sudah enggak berhak di sana.
"Aku belum sarapan, mau nemenin aku sarapan dulu" ajak Shuzu
"Ibu mau makan dimana, saya antar kan" jawab Rian sambil menyetir.
"Kedai dekat kantor saja ya" ucap Shuzu
Sampai di depan kedai, Rian membukakan pintu mobil buat Shuzu. Sebelum masuk ke kedai, Shuzu mengajak Rian untuk makan lagi di kedai.
"Ayo masuk, temenin aku makan" ajak Shuzu
"Saya sudah kenyang bu, ibu saja yang makan, saya tunggu di mobil" tolak Rian dengan halus
"Ayo masuk, temenin aku saja. akun belikan minum" paksa Shuzu
Akhirnya Rian mengiyakan ajakan Shuzu untuk masuk ke kedai. Di Sana Rian cuma memesan minuman karena dia sudah sarapan di kontrakan. Ajakan Shuzu ini hanya alasan agar Rian mau menemani nya. Shuzu juga mau bertanya tentang alasan Rian menghindari nya beberapa hari ini setelah Shuzu jujur mengungkapkan perasaannya.
"Kamu kenapa setelah kejadian itu enggak pernah ke rumah mengirim dokumen. Yang mengirim malah sakura, enggak balas pesan ku sama sekali, telpon ku juga enggak kamu angkat" tanya Shuzu sambil dia makan sarapannya
Rian hanya diam menikmati minuman nya. Semua pertanyaan dari Shuzu tidak ada yang di jawab. Shuzu merasa dia di cuekin sama Rian.
"Jangan diam saja, jawab pertanyaan ku" ucap Shuzu sedikit dengan nada tinggi
__ADS_1
"Ibu makan saja dulu, saya jawab nanti saat saya antar pulang kerja" jawab Rian
Mendengar jawaban seperti itu Shuzu menahan emosinya yang sedikit meluap. Dia selesaikan makannya lalu berangkat lagi ke kantor. Sampai di kantor, banyak pegawai nya yang mengucapkan syukur karena bosnya sudah bisa kerja dan sembuh dari trauma yang menimpanya. Mereka juga menyemangati Shuzu. Shuzu malu mendapatkan ucapan seperti itu, dia pun tidak lupa berterima kasih kepada pekerjanya yang selalu mendoakan nya.
***
Shuzu sudah tidak sabar menunggu jam pulang kerja. Dari tadi yang dipikirkannya hanya jawaban apa yang akan di katakan oleh Rian. Hari ini Rian bertugas di lapangan. Rian juga di panggil ke kantor pusat mewakili Shuzu untuk rapat. Jadi Shuzu tidak bisa bertemu Rian sampai nanti pulang dia di jemput. Melihat bosnya melamun, Sakura mencoba mengajaknya mengobrol.
"Ibu kenapa melamun" tanya Sakura
"Oh, enggak apa-apa kok" jawab Shuzu
"Nyari pak Rian ya bu," goda Sakura
"Enggak, dia kan lagi ke kantor pusat. Kenapa harus saya cari in" jawab Shuzu malu-malu
Ruangan Rian dan Shuzu bersebrangan. Jadi Shuzu bisa melihat Rian keluar masuk ruangannya.
"Enggak lah, perasaan kamu saja" jawab Shuzu
HP Shuzu berdering. Di lihatnya siapa yang menelponnya. Nama Rian tertera di layar HP Shuzu. Senang nya bukan main Shuzu mendapat telpon dari Rian. Langsung saja dia angkat.
"halo, ada apa Rian" tanya Shuzu
"Ibu di jemput jam berapa, saya sudah selesai rapatnya" jawab Rian memastikan Shuzu di jemput jam berapa
"Jemput seperti biasanya, aku enggak lembur kok" jawab Shuzu
__ADS_1
"Saya berangkat ke kantor bu kalau begitu" ucap Rian
"Iya kamu hati-hati di jalan" jawab Shuzu dan menutup telponnya
Shuzu bersiap untuk di jemput Rian. Karena sekarang sudah waktunya dia pulang. Shuzu keluar kantor dengan Sakura. Dia menunggu Rian di depan kantor, sedangkan Sakura menemani nya. Mobil Rian sudah terlihat di depan. Shuzu langsung menuju ke mobil. Ternyata Rian sudah menunggunya.
"Ayo berangkat" ajak Shuzu
"Silahkan masuk" Rian menyuruh Shuzu masuk mobil
"Kamu enggak mau bareng saja Sakura" ajak Shuzu
"Enggak bu, saya mau naik kereta saja" tolak Sakura karena melihat bos nya berduan. Dia tidak mau mengganggu
"Aku duluan ya Sakura" ucap Shuzu
Mereka pergi meninggalkan Sakura. Entah kemana Rian mau mengajak Shuzu pergi. Shuzu hanya ingin mengerti jawaban Rian tentang selama ini dia tidak menghiraukan Shuzu.
"Kita mau kemana sekarang" tanya Shuzu penasaran
"Ibu tenang saja, saya enggak bakal macam-macam sama ibu" jawab Rian
Akhirnya mereka berdua sampai tujuan. Shuzu kaget melihat pemandangan yang indah di depannya. Shuzu di ajak Rian ke taman yang berada di bukit. Dari sana bisa melihat indah nya lampu-lampu kota yang menyala berwarna-warni. Malam itu juga, bintang di langit terlihat sangat indah. Pikiran Shuzu tentang pertanyaan nya ke Rian tadi pagi teralihkan oleh pemandangan indah yang ada di depan mata. Tiba-tiba ada buket buka di depan nya. Dia kaget dan melihat ke belakang. Ternyata Rian memberi nya buket bunga yang cantik. Buket itu diterima Shuzu dengan perasaan senang. Dan akhirnya Rian menjawab semua pertanyaan Shuzu tadi pagi.
"Maafkan aku yang beberapa hari ini tidak menghiraukan mu, aku masih kaget dengan semua itu. Karena aku tidak menyangka orang biasa seperti ku ada yang menyukai. Apalagi dia seorang yang selama ini ku hormati sebagai bos. Beberapa hari ini aku berpikir bagaimana aku harus menanggapi semua perasaanmu kepada ku. Di satu sisi aku juga ingin melindungi mu sejak kejadian itu. Aku bingung dengan perasaanku. Tetapi hari ini aku mantapkan, akan menampung semua perasaan mu kepadaku. Aku akan mencintaimu dan melindungi mu. Aku akan selalu ada buat mu. Sampai kamu mengatakan bosan kepadaku" Rian mengungkapkan perasaanya juga. Shuzu meneteskan air mata gembira. Dia langsung memeluk Rian dan menangis di pelukan nya. Rian membalas pelukan Shuzu dengan erat. Serasa dia tidak mau melepaskan Shuzu dari pelukannya. Mereka menikmati pemandangan yang indah berdua dengan perasaan gembira karena cinta mereka terbalaskan.
***
__ADS_1
Hari-hari Shuzu begitu indah sejak dia berpacaran dengan Rian. Mereka sering keluar berdua sepulang kerja dan hari libur. Menikmati keindahan alam Jepang. Pergi tamasya ke tempat hiburan. Shuzu merasa hidupnya lengkap. Rian pun merasakan hal yang sama. Setelah sekian lama dia tidak merasakan cinta dan menghindarinya. Akhirnya dia merasakan itu lagi. Tetapi akan ada ujian di antara cinta mereka mulai saat ini!!!!!!!