
Satu hari sebelum keberangkatan Rian ke Jepang. Lula dan para alumni mengadakan acara kelulusan sendiri. Acaranya ada di cafe tempat Lula sering mengisi musik akustik bersama band SMA. Lula mengundang semua temannya yang pernah sekelas sama dia di SMP termasuk Rian dan Ardi. Tapi Lula mengundang Rian melalui teman2nya, karena dia tidak memiliki nomer HP Rian yang baru. Saat bertanya nomer Rian ke teman2nya, tidak ada yang mau memberi karena Rian bilang ke teman2nya agar Nomer barunya tidak di ketahui oleh Lula. Sabtu sore hari acara di mulai. Beberapa tamu undangan berdatangan. Ada yang membawa pasangan, ada juga yang sendiri atau bareng sama yang lain. Hanya Rian yang tidak datang karena hari itu dia siap siap untuk berangkat. Jadwal penerbangan nya ternyata malam hari. Sengaja di majukan karena pak tsutomu harus berada di perusahaan besok sorenya. Lula bertanya ke teman Rian yang satu sekolah. "Rian kok gak datang? "
"Aku gak tau lula, mungkin dia terlambat." Jawab temannya
"Apa dia masih marah sama aku? " Tanya lula
"Kayaknya enggak deh, soalnya dia gak pernah bahas kamu lagi di sekolah atau saat kumpul. " Jawab temannya
"Apa perlu ku telpon sekarang."
"Iya coba telpon, tanyain dia dimana sekarang. " Lula dengan cemasnya takut Rian kenapa 2 di jalan
__ADS_1
"Halo, Rian kamu dimana. Ada yang nyariin neh. "
"Oh ada apa bro, aku lagi di jalan mau ke bandara." Jawab Rian
"Loh, bukannya besok ya kamu berangkat??!! " Tanya temannya
"Nanti malam bro, soalnya pak tsutomu sudah di panggil perusahaannya buat besok sore sudah ada di jepang". Jawab Rian
"Ok bro, makasih doanya dan salam buat anak2 maaf gak bisa ikut acaranya." Jawab Rian dan menutup telponnya. Lula kaget apa yang dia dengar tadi kalau Rian mau ke luar negeri.
"Rian mau kemana, kok ke bandara? " Tanya Lula
__ADS_1
"Dia ambil beasiswa sambil magang di Jepang." Jawab temannya
Lula merasa sedih, padahal dia ingin balikan sama Rian di acara kelulusan ini. Ternyata dia mau pergi meninggalkan nya ke jepang. Lula meminta sahabatnya sari untuk memgantarnya ke bandara bertemu Rian sebelum berangkat. Sari langsung mengambil mobilnya dan menuju bandara. Sampai disana Lula langsung mencari Rian yang masih menunggu jadwal penerbangan nya. Lula mencari sambil berlari, takut Rian sudah berangkat. Akhirnya dia melihat Rian sedang duduk. Lula menghampiri Rian.
"Kenapa kamu enggak bilang kalau ke Jepang? " Tanya Lula sambil mengatur nafasnya
"Apa pentingnya diriku buat mu sampai aku harus bilang padamu! " Jawab Rian
"Apa kamu sudah enggak ada rasa buat ku sedikit pun, apa kamu masih marah sama aku. Aku sudah tidak ada hubungan sama Ardi saat kamu meninggalkan jam ini." Ucap lula
Dengan memegang tangan Lula, Rian pun mengatakan
__ADS_1
"Sudah cukup lula, masih banyak pria yang bisa lebih membahagiakan mu dari pada aku. Aku pria yang tidak pernah ada waktu buat mu. Aku yang tidak pernah peka terhadap pacarku saat dia butuh. Berbahagialah disini, sudah cukup aku menyayangimu. Maafkan semua salahku." Rian pun pergi meninggalkan lula beserta kenangannya. Lula menangis terduduk di lantai bandara. Sari yang mengetahui itu mengajak Lula pulang. Rian berjalan sambil meneteskan air mata. Dengan bergumam "selamat tinggal Lula sayang, semoga kamu bahagia dengan pria lain di sini." Akhirnya Rian terbang ke Jepang dengan segala mimpinya.