Perjuangan Dan Cinta

Perjuangan Dan Cinta
Setahun berlalu


__ADS_3

Satu tahun sudah perpisahan antara Rin dan Shuzu. Sekarang Rin bekerja di sebuah kedai sebagai pelayan dan pengantar makanan. Pekerjaan ini hanya sambilan untuk membantu orang tua angkatnya. Setelah berpisah dengan Shuzu, Rin yang sebatang kara di negara orang berkeliling untuk mencari kerja. Satu minggu dia tidak mendapatkan pekerjaan untuk menyambung hidup. Tidak sengaja dia berhenti di sebuah kedai kecil yang tidak ada pelanggan nya sama sekali. Kedai itu milik pasangan suami istri yang sudah paruh baya. Mereka hidup dari kedai kecil itu. Pemilik pria bernama kobayashi, sedangkan yang wanita akari. Mereka berdua hanya hidup berdua tanpa memiliki seorang anak. Rin membeli makanan di kedai itu. Sambil makan, Rin mencoba mengobrol dengan pemiliknya.


"Kenapa kedai ini sepi, padahal makanannya enak" tanya Rin


"Terima kasih sudah memuji masakan kami, tetapi sejak ada nya restoran dan Hotel di depan jalan besar, sudah tidak banyak orang ke area sini. Hanya pelanggan tetap kami yang kesini. Sedangkan toko-toko sebelah banyak yang tutup" jawab Pak kobayashi sambil meneteskan air mata


"Apa dulu disini pusat area makanan" tanya Rin


"Iya, dulu disini food court, hanya sisa sedikit yang masih bertahan" jawab pak kobayashi


Saat asyik mengobrol, ada pelanggan yang datang. Mereka termasuk dari sekian pelanggan tetap pak kobayashi.


"Bagaimana kalau saya bantu pak" Rin mencoba menawarkan bantuan ke Pak kobayashi


"Kamu mau bantu apa nak" jawab pak kobayashi


Rin memiliki ide untuk mempromosikan makanan pak kobayashi.


"Saya buatin pamflet buat promosi ke jalan depan. Karena pelanggan baru belum tau rasa masakan bapak, dan juga tempatnya tidak begitu terlihat oleh mereka. Jadi saya mencoba mengarahkan mereka kesini dengan pamflet" ucap Rin


"Ya sudah nak, aku sama istri ikut cara kamu saja dan semoga berhasil" Pak kobayashi merasa kalau Rin ini memiliki ide yang bagus


Rin mencoba minta bantuan ke pelanggan pak kobayashi untuk mau di rekam saat mereview makanan dari kedai pak kobayashi. Tidak lupa Rin juga membuat brosur untuk di bagikan ke orang-orang yang lewat jalan besar. Sedangkan video review makanan dia share ke beberapa media sosial. Cara itu termasuk jitu. Banyak pelanggan baru yang datang ke kedai pak Kobayashi, cara itu juga di gunakan Rin untuk membantu toko-toko yang ada di food court.


***


Dalam satu bulan, food court yang selama dua tahun sepi, sekarang mulai ramai lagi. Semua berkat ide Rin, dan usaha para pemilik toko yang tidak mau kalah sama restoran yang ada di depan jalan. Mereka juga percaya ide Rin. Rin juga membantu di kedai pak Kobayashi. Sejak kedai ramai lagi, pak Kobayashi kewalahan melayani sendiri dengan istrinya. Rin pun ikut membantu melayani para pelanggan dan juga membantu mengirimkan makanan. Kedai ini terletak di Kyoto, sangat jauh dari tempat kerja nya dulu di Tokyo. Alasan dia memilih ke kyoto agar Rin dapat cepat melupakan Shuzu. Rin sekarang di angkat menjadi anak Pak kobayashi dan ibu Akari. Dia pun sudah menjadi warga negara Jepang dengan persyaratan yang sudah lengkap. Rin merasa senang memiliki orang tua lagi. Sekian lama dia tidak merasakan kasih sayang dari orang tua. Dan akhirnya sekarang ada orang yang mau menjadikannya anak angkat.


***


Kedai pak kobayashi semakin ramai. Rin juga mencarikan pegawai buat pak Kobayashi. Agar pak Kobayashi tidak capek melayani sendiri. Karena Rin mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keahliannya. Rin di Terima di bengkel mobil tidak jauh dari Food court. Pemilik bengkel itu pelanggan tetap pak Kobayashi, salah satu pegawai nya pensiun. Dan dia mencari montir baru. Rin yang mendengar percakapan pemilik bengkel dengan ayah angkatnya saat di kedai, langsung menawarkan diri untuk melamar pekerjaan di sana. Rin langsung menunjukkan lisensi, ijasah, dan surat pengalaman kerja. Tanpa banyak omong, pemilik bengkel yang bernama Hideo itu langsung menerima nya.


"Kamu dulu pernah kerja di Tokyo, kok bisa sampai di kyoto" tanya Pak Hideo


"Saya dulu dapat beasiswa kuliah dan bekerja di Tokyo, sekarang mau mencari suasana baru di kyoto. Bosan dengan Tokyo hehehe" jawab Rin sambil tertawa


"Ok, besok kamu langsung kerja ya" ucap Pak Hideo

__ADS_1


"Siap pak, besok pagi saya ke sana" jawab Rin


***


Sudah satu tahun Rin bekerja dengan pak Hideo. Bengkel nya termasuk masih jadul, karena alat-alat terbilang model lama. Tetapi pelayanannya yang membuat bengkel itu tetap ramai. Mereka menerima servis dan penjemputan mobil yang rusak di jalan alias jasa derek atau pun perbaikan di tempat mobil itu sedang mengalami trouble. Hari ini bengkel mendapat telpon dari seseorang yang mobilnya mengalami trouble di tengah jalan. Rin dengan salah satu temannya yang masih baru di suruh untuk pergi ke orang yang menelponnya tadi.


"Rin, kamu ajak Hajime berangkat ke penelpon tadi ya" perintah Aiko bagian Customer service.


"Bawa mobil derek enggak nih" tanya Rin


"Enggak usah, kayaknya rusaknya enggak parah" jawab Aiko


"Nanti kayak kemarin, gak bawa mobil derek. Eh mobilnya malah harus di derek, bolak balik aja" ucap Rin jengkel gara-gara Aiko salah info


"Ini beneran, enggak usah pakai mobil derek" Aiko mencoba meyakinkan Rin


"Ok, aku bawa motor aja sama Hajime" jawab Rin


Rin memanggil Hajime si anak baru buat ngebantu dia nanti di sana.


"Siap kak" jawab Hajime


"Bawa box alatnya, aku tunggu di luar. Bawa helm juga, kita naik motor hahaha" Rin tertawa karena Hajime takut kalau di ajak naik motor


"Kenapa harus naik motor" protes Hajime


" jangan banyak tanya, nanti tip nya buat kamu" bujuk Rin


"Bener ya, jangan bohong" ucap Hajime


"Iya, kapan aku pernah bohong sama junior ku" jawab Rin


Mereka berdua berangkat ke lokasi dimana mobil pelanggan yang telpon tadi bermasalah.


"Itu mobilnya, plat nomernya sama seperti yang kak Aiko bilang" Hajime menunjukkan mobil yang berhenti di pinggir jalan


"Mobil bagus nih, plat nya dari Tokyo ya" tanya Rin ke Hajime

__ADS_1


"Iya kak, plat Tokyo itu" jawab Hajime


Rin dan Hajime berhenti di depan mobil itu. Rin menyuruh Hajime untuk bertanya ke pemilik mobil tentang kondisi mobilnya. Hajime pergi ke sangat pemilik dan bertanya tentang kondisi mobil. Sedangkan Rin memarkir motornya di pinggir mobil. Setelah bertanya, Hajime langsung memberitahu ke Rin kondisi mobilnya.


"Ok, mari kita cek masalahnya dan perbaiki" ucap Rin


Rin membuka kap mesin mobil dan mencari penyebab mobil ini tiba-tiba enggak bisa jalan. Rin sudah menemukan penyebabnya dan memperbaikinya, si pemilik langsung di suruh Hajime menyalakan mesin mobilnya. Mobil menyala dengan baik. Saat Rin menutup kapan mesin, Dia melihat ada wanita yang memandang motornya. Terlihat tidak jelas siapa wanita itu, karena kaca mobil sedikit gelap jika terlihat dari luar. Rin langsung membereskan alat-alatnya bersama Hajime. Sang pemilik mobil mendekati Rin dan memberikan tip buat mereka.


"Apa pembayaran bisa lewat online" tanya Taro sangat pemilik mobil


"Bisa, silahkan transfer disini dan ini nota nya" jawab Hajime


"Ok, aku transfer sebentar" ucap taro


"Bapak mau kemana, kok jauh-jauh dari Tokyo kesini" tanya Hajime


"Kami mau ke keluarga ku yang ada di Kyoto, mau memperkenalkan calon pengantin wanita ku'' jawab taro


"Kalian mau menikah toh" ucap Hajime


"Iya, sudah ku transfer ya. Ini tip buat kalian. Disini tempat makan yang enak dimana ya" tanya Taro


"Ini ada brosur nya, coba kesini saja makanannya di jamin enak" Hajime memberikan brosur milik kedai ayah Rin


"Oh iya nanti kami ke sana buat makan siang" Taro mengambil brosur yang di beri Hajime


Rin yang sudah selesai menata alat-alat nya, melepas masker yang dari tadi menutupi hidung dan mulutnya dan memakai helm. Hajime langsung naik ke motor karena takut ditinggal Rin. Tak disangka, wanita yang ada di mobil dan sedari tadi melihat motor Rin ternyata Shuzu. Dia tak percaya menemukan Rin di Kyoto. tempat yang jauh dari Tokyo. Saat Rin melepaskan masker nya, Shuzu meneteskan air mata dan membuka pintu mobil. Dia ingin memanggil Rin, tetapi tertahan oleh tangisnya. Shuzu tak sempat memanggil nya karena Rin sudah pergi dengan Hajime. Taro yang melihat Shuzu menangis pun bertanya-tanya.


"Kamu kenapa menangis" tanya Taro


"Enggak apa-apa" jawab Shuzu


"Ya sudah kita makan siang dulu ya, maaf perjalanannya jadi tambah lama gara-gara mobil ku rusak" ucap taro


Shuzu sangat emosional melihat Rin setelah sekian lama dia menghilang dari kehidupannya. Sebelumnya dia tidak yakin saat melihat motornya, Rin juga terlihat berbeda dengan memakai masker dengan rambut lebih panjang dari biasanya.


apakah mereka akan bertemu lagi????

__ADS_1


__ADS_2