Perjuangan Dan Cinta

Perjuangan Dan Cinta
perjuangan dan cinta #sedikit demi sedikit


__ADS_3

jam menunjukkan pukul 00.00, sudah larut malam. Sasaki pulang dari kencan sama hana. Di asrama, Sasaki tidak melihat Rian.


"jam segini dia kok belum pulang ya? gumam Sasaki


Dia coba cari ke tempat kerja. hanya ada penjaga di depan. Sasaki mencoba bertanya ke penjaga itu, apa masih ada pegawai yang lembur.


" pak, di dalam masih ada yang lembur enggak? " tanya sasaki


"enggak ada, yang terakhir lembur tadi cuma pak Rian, tetapi tadi dia kayaknya mengantar ibu shuzume ke rumah sakit" jawab penjaga


"kenapa bu shuzume pak? tanya sasaki lagi


" tadi ibu shuzume datang mau melihat pegawai yang lembur, Tiba-tiba ibu shuzume terpeleset dan terkilir" jawab penjaga


" makasih pak info nya, saya mau nyusul mereka dulu" ujar sasaki sambil berlari menuju rumah sakit yang dekat dengan tempat dia kerja. sampai di rumah sakit, sasaki melihat Rian duduk di ruang tunggu. sedangkan kakaknya masih istirahat di ruangan UGD. Sasaki menghampiri Rian yang sedang duduk.


"ada apa ini, kok kakak ku bisa kepeleset di tempat kerja?" tanya sasaki


"aku enggak tau, aku baru balik dari pantry ambil kopi di sudah kepeleset di ruangan ku. mungkin dia kena bekas oli tumpah yang mau ku bersihkan" jawab Rian


"sekarang shuzume dimana?" tanya sasaki panik


"dia lagi istirahat, kaki nya cuma Terkilir." jawab Rian


" ya sudah kamu balik dulu, istirahat. makasih sudah bawa kakak ku kesini" ucap Sasaki


"ok, jaga kakakmu ya. aku pulang dulu. selamat malam" pamit Rian


Rian berjalan keluar rumah sakit mencari minimarket yang masih buka untuk beli makanan instan. Di rumah sakit sasaki menunggu kakaknya yang sedang tidur. Shuzume terbangun melihat adiknya tidur di sebelahnya. dia melihat kanan kiri, mencari Rian yang tadi mengantarnya ke rumah sakit. Sasaki pun ikut terbangun.


"kenapa kak, kayak orang bingung? " tanya sasaki ke shuzume


"enggak apa-apa. cuma cari Rian dimana ya? " jawab shuzume


"dia ku suruh balik, kasihan dia capek. tadi dia tertidur di tempat duduk ruang tunggu." ucap sasaki


"oh, ya sudah kalau begitu. Antar kakak pulang ya" ujar shuzume

__ADS_1


"ya sudah aku panggilkan taksi dulu" jawab sasaki


taksi pun sudah datang, dan shuzume pulang dari rumah sakit di antar sama sasaki. Sampai di rumah shuzume d suruh istirahat sama sasaki. dia tidak boleh masuk kerja sama sasaki, biar kaki nya sembuh dulu. jika kakaknya masih memaksa kerja, sasaki akan bilang ke ayah nya agar perusahaan dia yang pegang untuk sementara. akhirnya shuzume menurut sama sasaki.


sudah pagi hari, Rian terbangun dari tidurnya. dia lihat kamar sasaki tidak ada orang. soalnya sasaki menginap di rumah kakaknya. Sudah waktunya buat Rian berangkat kerja lagi. hari ini juga dia ada kelas sore hari. mata nya terlihat masih mengantuk. masih saja dia berangkat kerja.


"pagi pak! " sapa penjaga keamanan perusahaan


"pagi juga pak" jawab Rian


"masih mengantuk ya pak? " tanya penjaga


" iya pak, ini mau buat kopi dulu. apa bapak mau di buatin sekalian" jawab rian


"enggak usah pak, makasih" jawab penjaga


"saya duluan ya pak" pamit rian


Rian mencoba menghubungi sasaki lewat telpon. mau menanyakan apa dia masuk kerja atau tidak. telpon sasaki tidak dapat di hubungi. karena sasaki lupa mencharger ponselnya. telpon tidak di angkat, rian melanjutkan pekerjaannya. sepulang kerja di mampir sebentar ke rumah shuzume sebelum berangkat kuliah. ternyata tidak ada orang di rumah. sasaki dan shuzume pergi ke rumah orang tuanya agar kakaknya ada yang jagain. sampai kampus rian bertemu sama sasaki. Dia hampiri sasaki dan menanyakan kabar kakaknya.


" aku habis nganterin kakakku ke rumah orang tua ku. biar ada yang merawat kakak disana" jawab sasaki


"pantes di rumah perusahaan enggak ada kalian tadi" jawab rian


" pulang kuliah kamu enggak ada acara kan" tanya sasaki


" enggak ada, emang ada apa? jawab rian


" nanti tak ajak ke rumah ortu ku. kakakku nyariin kamu tadi malam" ucap sasaki


" nanti tunggu depan kampus" jawab rian


" ok" jawab sasaki


mereka pun masuk ke kelas masing-masing.


selesai kuliah, mereka bertemu di depan kampus. enggak lupa Rian mampir ke supermarket buat beli buah. Rian dan sasaki sudah sampai di rumah. mereka langsung masuk dan melihat ternyata keluarga mereka sedang ada di ruang tamu. kakak sasaki rebahan di kursi sambil berbincang-bincang dengan ayah dan ibunya.

__ADS_1


"ayah ibu, aku datang sama Rian mau mengunjungi kakak" ujar sasaki


"selamat malam bapak ibu, saya Rian temannya sasaki dan pekerja ibu shuzume" ucap Rian memperkenalkan diri


"kamu yang dari Indonesia itu ya?" tanya ibu sasaki


"iya, saya yang dapat program beasiswa dari perusahaan cabang Indonesia" jawab Rian


"silahkan duduk, ibu siapkan makan malam dulu" ujar ibu sasaki


"aku mau ajak sasaki ke dalam dulu, ayo sasaki ikut ayah ke dalam. ada yang ingin ayah bicarakan. "ujar ayah sasaki


mereka berdua pun masuk ke ruangan kerja ayah nya. di tinggalah shuzume berdua dengan Rian. shuzume merasa malu bertemu dengan Rian. karena waktu terpeleset, Rian yang menangkap shuzume dari belakang dan membawa nya ke rumah sakit.


" makasih, kemarin sudah menolong ku dan membawaku ke rumah sakit" ucap shuzume


"sama-sama, yang penting ibu sudah tidak apa-apa" jawab Rian


"kalau di luar kerja panggil nama ku saja. enggak apa-apa." ujar shuzume


"baiklah kalau boleh memanggil mu seperti itu" jawab Rian


mereka mengobrol lama, dari tanya keadaan sampai tentang kehidupan mereka saat kecil. sepertinya mereka mulai akrab. dan ada rasa yang berbeda di hati shuzume. dia masih sedikit suka ke rian sebagai laki laki. asyik mengobrol, ibu shuzume mengajak rian makan malam bersama.


"ayo makan malam dulu," ajak ibu shuzume


"iya bu, masih menunggu sasaki sama ayahnya" jawab rian


"mereka masih lama, kalian makan dulu saja enggak apa-apa" ujar ibu shuzume menyuruh rian dan shuzume makan duluan. rian membantu shuzume ke meja makan karena dia masih belum bisa berjalan dengan baik. mereka makan bersama. lidah rian sudah terbiasa dengan masakan Jepang. padahal waktu awal datang ke Jepang, dia merasa aneh dengan makanannya.


selesai makan rian menunggu sasaki yang belum juga keluar dari ruangan ayahnya. karena hari sudah semakin larut, rian pun pamit ke dan meninggalkan sasaki di rumah ayahnya.


"saya pamit pulang dulu karena sudah larut malam, mungkin sasaki akan menginal di sini" ujar rian berpamitan


"kamu hati-hati di jalan ya" jawab shuzume


sampai di pintu depan, ruangan ayah sasaki terbuka. mereka berdua keluar dari ruangan. wajah sasaki terlihat murung saat keluar. ada apa dengan sasaki?

__ADS_1


__ADS_2