
Akhir semester kelas 3 Rian sudah di depan. Dia sudah menyelesaikan PKL dan ujian akhir sekolah dan semester. Dan sekarang waktunya untuk kelulusan. Rian lulus dengan predikat memuaskan dan nilai nilainya di atas rata2. Mendapatkan peringkat satu di sekolahnya dan ketiga di kotanya membuat ayah dan ibunya bangga di alam baka. Tidak sia2 mereka mendidik rian saat dia masih kecil, meskipun sekarang mereka tidak mengetahui keberhasilan anaknya sekolah. "Selamat Rian, sudah mendapatkan peringkat satu di sekolah dan ketiga se kota. Bapak bangga terhadapmu. " Ucap kepala sekolahnya. "Terima kasih juga pak, sudah mendidik saya dengan sabar. Saya tidak bisa seperti ini jika tanpa bantuan bapak dan guru2 yang selalu sabar membimbing saya." Balas Rian. Setelah acara wisuda, Rian di panggil kepala sekolah dan wali kelasnya untuk ke ruangan guru. Di sana ada perwakilan dari perusahaan ternama di Jepang dalam bidang kereta listrik. "Perkenalkan ini bapak tsutomu dari perusahaan kereta listrik di jepang, beliau ingin bertemu denganmu." Kata pak kepsek. "Oh iya Pak ada perlu apa ya?". Jawab Rian. " Begini, kami dari perusahaan Jepang ingin mencari anak berprestasi untuk beasiswa belajar ke Jepang. Dan kami menawarkannya ke kamu. Apakah kamu mau?" Ucap pak tsutomu. "Bukannya harus ada seleksi ya pak, soalnya saya juga coba ikut seleksi di website PT bapak." Jawab Rian. "Namamu sudah tertera di daftar web kami, dan kamu tidak perlu untuk menjalani seleksi selanjutnya di karenakan kamu sudah kami Terima tanpa adanya seleksi lanjutan berkat nilai ijasahmu." Rian kaget mendengar semua itu. Ternyata usahanya tidak sia2, dengan mencoba mencari beasiswa ke luar negeri. Dengan dibantu guru2nya agar Rian bisa mendapatkan beasiswa.
"Gimana, apakah kamu masih mau beasiswa ini? " Tanya pak tsutomu ke Rian
"Terima kasih pak, saya mau. " Ucap Rian sambil tersengguk
__ADS_1
Dia memeluk wali kelasnya dan berterimakasih kepada guru2 yang sudah membantunya mencari beasiswa.
"Disana kamu tidak hanya bersekolah, tetapi juga magang di perusahaan kami, sanggup kan? "
"Sanggup pak! " Seru rian
__ADS_1
Setelah pulang sekolah, Rian dan para alumni SMP berkumpul di sekolahnya yang lama. Mereka ingin mengucapkan Terima kasih ke guru2 nya waktu masih di SMP dulu. Sebenarnya Rian tidak mau ke SMP karena takut bertemu dengan Lula dan Ardi, dan dia akan memilih hari dimana Lula Dan Ardi tidak kesana. Sayangnya teman2 se angkatannya menolak dan memaksanya agar ikut.
Sesampainya di sana, terntata Lula masih bersama teman2nya dan belum pulang. Sedangkan Ardi sudah pulang terlebih dahulu di karena kan alumni yang dari sekolah SMK datang terlambat. Lula memang sengaja pulang akhir karena masih kangen2an dengan sahabatnya yang dari SMA lain. Saat Rian datang, Lula ada di kantin dengan sahabatnya. Mengetahui Lula sedang di kantin, Rian langsung masuk ke ruang guru dan memberi salam. Setelah itu dia langsung pulang tanpa berpamitan dengan lula. Lula melihat ada rombongan alumni dari sekolah Rian. dia menghampiri teman Rian dan bertanya dimana Rian.
"Dit, Rian dimana ya? tanya Lula ke Dodit
__ADS_1
"kayaknya tadi dia masih di ruang guru. coba cari saja? " jawab Dodit
"makasih ya" Lula bergegas ke ruang guru mencari Rian. ternyata Rian sudah pulang tanpa memberitahunya. Lula terlihat sedih