
Rin dan Hajime kembali ke bengkel setelah memperbaiki mobil milik Taro. Aiko yang mengetahui mereka sudah kembali, langsung menyuruh mereka makan siang dulu. Tetapi Rin dan Hajime memilih makan ke luar. Rencana mereka makan di kedai ayah Rin. Karena Hajime mendapatkan tip yang lumayan dari Taro.
"Kak aiko, kita ijin makan siang di luar" ucap Hajime
"Memangnya mau makan kemana" tanya Aiko
"Di kedai ayah ku" saut Rin
"Oh di pak Kobayashi, aku ikut ya" Aiko berkata pingin ikut makan siang bareng
"Ikut aja, yang traktir si Hajime. Makan sepuasnya hahahaha" Rin memperbolehkan Aiko ikut biar si Hajime pusing bayar nya
"Kak, apa enggak kurang nanti uangnya" Hajime merasa di jebak oleh Rin
"Siap-siap aja dompet mu kering kalau Aiko ikut hahahaha" Rin tertawa jahat, karena Rin pernah jadi korban Aiko kalau makan pasti banyak
Mereka bertiga berangkat ke Kedai ayah Rin berjalan kaki. Karena kedai dan bengkel lumayan dekat. Sampai di depan kedai, hajime seperti tidak asing sama mobil yang terparkir di depan.
"Bukannya ini mobil yang kita perbaiki tadi ya" ucap Hajime
"Memang iya, plat nya juga sama. Kok mereka bisa kesini" tanya Rin
"Aku ingat, tadi pemilik mobil tanya tempat makan yang enak dimana. Aku kasih aja brosur kedai ini hehehehe" jawab hajime
"Cerdas sekali, tambah pelanggan lagi nih kedai ayah" Rin mengacungkan jempol ke Hajime
"Kalian lewat depan saja, aku lewat belakang sekalian bantu-bantu sebentar" ucap Rin
"Ok, masakin yang enak ya" ucap Aiko
"Iya kalau aku yang masak, hahaha" Jawab Rin
Mereka berpisah di depan kedai. Rin lewat belakang, sedangkan Hajime dan Aiko lewat pintu masuk. Terlihat ada pasangan yang duduk di meja depan. Hajime menyapa mereka.
"Hai Pak, kita ketemu disini" sapa Hajime ke taro
__ADS_1
"Loh, kamu tadi yang memberi tau aku kedai ini ya" jawab taro
"Iya Pak, silahkan di nikmati makanannya" Setelah Hajime menyapa, dia langsung duduk di meja bersama Aiko.
Shuzu bertanya kepada Taro, siapa yang menyapanya tadi. Taro menjawab kalau dia adalah montir yang memperbaiki mobilnya tadi. Mendengar itu, Shuzu merasa pasti ada Rin di sekitar sini. Tetapi Rin masih belum terlihat. Shuzu mendekati Hajime dan bertanya.
"Maaf, teman kamu yang membantu memperbaiki mobil tadi enggak ikut" tanya Shuzu
"Oh dia, mungkin masih cuci tangan" jawab Hajime
"Kalau boleh tau nama dia siapa ya" tanya Shuzu
"Namanya Rin, Dia anak pemilik kedai ini" jawaban Hajime membuat Shuzu kaget. Dia pun kembali ke mejanya
"Kamu kenal sama mereka" tanya Taro
"Enggak, aku cuma tanya sesuatu" jawab Shuzu
Taro mulai curiga dengan sikap Shuzu yang tiba-tiba berubah sejak melihat montir tadi. Selesai makan, Taro membayar ke kasir dan mengajak Shuzu untuk melanjutkan perjalanan mereka. Tak berselang lama, saat Shuzu membuka pintu untuk keluar kedai, Rin keluar dari dapur membawa pesanan teman-temannya. Shuzu berbalik saat mendengar suara Rin. Tetapi Rin tidak sempat melihat ke arah pintu dan kembali ke dapur untuk mengambil sisa makanan yang sudah di pesan temannya. Shuzu mengurungkan niatnya untuk berbicara dengan Rin dan memilih keluar kedai mengikuti Taro. Rin kembali lagi ke meja teman-temannya.
"Kak Rin, tadi ada yang nanyain kamu" ucap Hajime
"Bukan, wanita yang bersama pria yang mobilnya kita perbaiki tadi loh" jelas Hajime
"Memangnya siapa namanya, kok tanya aku" Rin bertanya balik ke Hajime
"Aku lupa enggak tanya namanya, dia juga cuma bertanya tentang namamu. Apa kakak punya kenalan seorang wanita di Tokyo" tanya Hajime
"Kenalan wanita, hanya beberapa. Sudah nggak usah di bahas, mari kita makan" Rin mencoba mengalihkan pembicaraan tentang tokyo. Karena banyak kenangan yang harus dia lupakan di sana.
***
Selesai makan, mereka kembali ke bengkel. Rin masih kepikiran dengan wanita yang bertanya namanya ke Hajime. Dia berfikir siapa wanita dari tokyo yang bertanya tentang namanya, padahal tidak ada orang yang dia kenal di Tokyo tau kalau dia ada di Kyoto. Tetapi sejenak dia langsung menghilangkan rasa penasarannya. Dia sudah bahagia di sini. Memiliki teman dan keluarga yang selalu ada buatnya. Sejak di Kyoto, Rin sudah tidak pernah bermain media sosial. HP nya hanya di buat untuk menghubungi teman-temannya yang ada di Kyoto. Teman-temannya yang dulu di Tokyo, tidak ada yang memiliki nomernya.
Hari sudah malam, Rin yang pulang kerja langsung bergegas ke kedai ayah nya untuk membantu beres-beres sekalian menutup kedai. Ayah dan ibu nya pulang terlebih dahulu, sedangkan Rin yang menutup kedai. Seusai dia mengunci pintu kedai, dia di hampiri seorang wanita yang tidak lain adalah Shuzu. Shuzu sengaja pergi saat malam hari untuk menemui Rin. Karena dia tidak mau Taro nanti melaporkan ke ayahnya karena bertemu pria lain.
__ADS_1
"Hai, sudah lama kita tidak berjumpa" ucap Shuzu
Rin membalikan badannya saat mendengar wanita menyapanya. Dia kaget melihat Shuzu ada di depannya. Merasa masih tidak percaya, dia terus menggosok matanya. Dia merasa ini hanya ilusi.
"Kamu nggak nyangka bertemu aku disini ya" ucap Shuzu meyakinkan kalau dia bukan ilusi
"Kamu kok bisa ada di sini, jangan-jangan kamu yang tadi bertanya ke Hajime" Rin mengingat perkataan Hajime tadi siang kalau ada yang bertanya tentang namanya
"Iya, aku mau memastikan kalau itu benar-benar kamu" jawab Shuzu
"Kamu kenapa kesini, pria tadi siang berarti calon suami mu juga" tanya Rin
"Iya, dia orang yang di jodohkan dengan ku, aku ke Kyoto untuk berkenalan dengan keluarganya" jawab Shuzu menjelaskan keberadaanya di Kyoto ke Rin
"Terus kamu kenapa ke kedai malam-malam, nanti calon suami mu mencari mu" Rin bertanya alasan Shuzu malam-malam pergi ke kedai sendiri
Tiba-tiba Shuzu memeluk Rin dan menangis di pelukannya.
"Kamu jangan nangis, nggak enak nanti di dengar orang. Sudah ya, kita masuk kedai dulu" ajak Rin sambil menenangkan Shuzu
Masuklah mereka berdua ke kedai. Rin mengambilkan minum buat Shuzu.
"Kamu minum dulu, jangan menangis ya. Nanti di kira kamu ku apa-apain" ucap Rin
"Ini semua gara-gara kamu, selama setahun ini aku selalu memendam kesedihan ku karena kehilanganmu. Apakah aku sudah tidak berarti buat mu, kabarmu saja aku tidak tau" tanya Shuzu
Rin bingung mau menjawab apa, karena selama setahun ini perasaannya ke Shuzu belum bisa dia hapus.
"Sudah, kamu ini mau menikah. Kenapa kita harus bahas masa lalu. Masa depan kamu akan lebih cerah dengan pria pilihan orang tua mu. lupakan aku, aku hanya akan menjadi beban buat mu" Rin mencoba menjelaskan ke Shuzu agar dia melupakan nya, karena sebentar lagi dia akan menikah
"Aku mau menikah hanya karena ayah sakit sekarang bukan karena cinta" jawab Shuzu
"Sudah malam, aku antar kamu pulang ya. Jam segini tidak ada kendaraan sama sekali di daerah sini" ajak Rin
Sebenarnya Shuzu masih ingin bersama Rin untuk malam ini, tetapi Rin bilang kalau itu tidak baik. Karena dia sudah mempunyai calon suami.
__ADS_1
Rin mengantar Shuzu hanya sampai beberapa meter jauh dari rumah keluarga Taro agar tidak ada yang mencurigai nya keluar malam dengan calon istri orang.
"Kamu sudah punya calon suami, lupakan aku, berbaktilah ke ayahmu. Aku hanya akan menjadi beban buatmu. Semoga kamu berbahagia" Setelah Rin mengucapkan itu semua, dia pergi meninggalkan Shuzu. Shuzu merasakan sakit yang sangat dalam di hatinya. Orang yang di cintai nya, akhirnya mengucapkan kata-kata perpisahan. Rin sebenarnya masih mencintai Shuzu, tetapi demi masa depan Shuzu, lebih baik dia pendam rasa itu dalam-dalam. Dia tidak mau Shuzu terbebani dengan cinta mereka. Taro melihat Shuzu di antar seorang pria memakai motor, tetapi tidak jelas siapa yang menaiki motor itu. Taro yang selama ini percaya Shuzu, mulai memiliki kecurigaan terhadap Shuzu.