Perjuangan Dan Cinta

Perjuangan Dan Cinta
Mencari pasangan


__ADS_3

Akhirnya Rin sadar setelah satu minggu dia tidak sadarkan diri. Saat dia bangun yang pertama kali dia cari adalah ayah dan ibu nya. Mungkin saat dia tertidur lama, dia merasa takut kehilangan orang tua nya lagi. Karena itu saat terbangun, orang tuanya lah yang di cari duluan. Pak Kobayashi langsung mengabari Aiko kalau Rin sudah sadar. Mendengar kabar itu, Aiko juga langsung mengabari Hajime dan mengajaknya ke rumah sakit. Meski sudah malam, mereka tetap pergi ke rumah sakit. Karena sudah seminggu mereka menunggu sahabatnya Rin sadar. Sampai di Rumah sakit dan melihat Rin yang sedang duduk di atas kasur, Aiko langsung memeluknya. Air mata Aiko tak terbendung lagi melihat sahabatnya itu sadar. Hajime pun demikian. Dia yang sudah menganggap Rin kakaknya, begitu senang melihat Rin sadar. Mereka sudah seperti saudara, yang saling mengkhawatirkan satu sama lain.


"Akhirnya kamu sadar setelah satu minggu kamu tidur terus" ucap Aiko


"Makasih buat kamu sama Hajime yang sudah bawa aku ke rumah sakit. Mungkin kalau enggak ada kalian, aku sudah enggak bersama kalian lagi" ujar Rin


"Jangan ngomong begitu kak, kita ini sudah seperti saudara. Kita selalu peduli satu sama lain" ucap Hajime


Pak Kobayashi yang melihat mereka berkumpul, memilih untuk keluar ruangan. Beliau ingin memberikan waktu buat mereka saling mengobrol. Karena selama seminggu, Aiko dan Hajime terlihat kurang semangat dan memiliki rasa cemas dengan perkembangan kesehatan Rin.


"Kenapa kamu bisa di tusuk orang, apa kamu kenal sama mereka" tanya Aiko


"Aku nggak tau apa-apa, tiba-tiba saja ada yang memegangi ku dari belakang. Lalu dari depan ada lagi yang menusuk ku" jawab Rin menjelaskan kronologi saat dia tertusuk


"Memangnya kamu punya musuh disini, tetapi tunggu sebentar. Siapa wanita yang kemarin kamu antar ke jalan untuk mencari taksi" tanya Aiko


"Sebenarnya dia dulu pacarku, dia anak pemilik perusahaan tempat ku bekerja. Dan dia sendiri bos ku di perusahaan cabang tempat ku bekerja" jawab Rin


"Terus, bukannya dia sudah sama calon suaminya kemarin" ucap Aiko


"Iya, dia kesini ke keluarga calon suaminya. Katanya ada acara dan besok setelah kita terakhir ketemu, dia kembali ke tokyo untuk menyiapkan pesta pernikahan mereka" jawab Rin


"Kenapa dia masih pergi untuk menemui mu, padahal dia sudah mau menikah" tanya Aiko


"Sebenarnya, kita putus karena orang tuanya tidak setuju. Dia sudah di jodohkan saat dia berpacaran dengan ku. Statusku yang cuma pegawai juga dipertanyakan. Sepertinya tidak sebanding dengan status keluarga mereka. Setelah itu aku pergi meninggalkan nya ke sini tanpa berpamitan agar dia tidak sedih" Rin menjelaskan semua dari awal


"Sepertinya calon suami dia tau kalau kalian sering bertemu. Dan menyuruh orang untuk menghabisi mu. Karena dia cemburu" ucap Aiko


"Sudah lah, aku enggak mau berpikiran macam-macam. Mungkin sekarang mereka sudah menikah. Aku juga ingin menjalani hidupku dengan bahagia" jawab Rin


"Ya sudah, kamu istirahat dulu. Aku sama Hajime balik pulang dulu" Ucap Aiko


"hati-hati dijalan, makasih sudah rela malam-malam kesini" jawab Rin


Aiko dan Hajime juga berpamitan ke pak Kobayashi untuk pulang lebih dulu.


***


Satu bulan sudah sejak kejadian yang menimpa Rin. Dia sudah melupakan semua itu dan fokus ke pekerjaan dan kehidupannya yang sekarang. Dia sudah mulai bekerja sejak dua minggu yang lalu. Banyak pelanggannya yang langsung datang mendengar dia sudah balik lagi bekerja. Termasuk pak Takahashi. Beliau tidak mau kalah dengan yang lain untuk mendapatkan jasa dari Rin. Dan hari ini lah jadwal Mobil pak Takahashi di servis oleh Rin. Yang mengantar mobilnya bukan pak Takahashi, melainkan anak perempuan kesayangannya.


"Hai, sudah sembuh" tanya Reina


"Hai juga, iya sudah lebih dari sembuh. Sekarang sudah sehat" jawab Rin


"Bagus kalau begitu, Ini mobil ayah ku cuma servis rutin aja. Aku tinggal enggak apa-apa kan. Aku mau belanja baju dulu, boleh kan" ucap Reina


"Tinggal aja, nanti selesai kalau kamu sudah balik" jawab Rin


"Ok" Reina meninggalkan bengkel dan pergi ke butik untuk membeli baju pesta.


Reina pergi ke butik langganan mamanya. Karena keluarga nya sudah jadi member di sana. Tetapi dia tidak sendiri ke butik. Ternyata mamanya sudah menunggu di sana.


"Sudah kamu pilih-pilih sana, mama tunggu disini" Ucap mama Reina


"Bentar ya ma, aku coba-coba dulu" Reina membawa beberapa baju ke ruang ganti dan mencobanya


Setelah dia mencoba beberapa baju, akhirnya dia mendapat baju yang pas dengan tema pestanya nanti.


"Sudah ma, yang ini cocokan" tanya Reina

__ADS_1


"Cocok, kamu kelihatan cantik. Pastinya menyesal tuh anak telah ninggalin kamu" jawab mama Reina


"Aku sudah enggak peduli sama dia ma, untung aja aku enggak jadi sama dia. Rencana busuk keluarganya telah di ketahui papa sebelum pernikahan terjadi" ucap reina


"Terus kamu ke sana sama siapa nanti, apa kamu belum juga dapat pasangan" tanya mama Reina


"Belum ma, mama tau sendiri aku masih jomblo sampai sekarang" jawab Reina


"Sementara cari cowok yang bisa di ajak ke pesta aja, enggak usah cari pacar dulu. Terlalu lama, yang bisa di sewa buat nemenin ke pesta. Good looking pokoknya" ucap mama Reina


"Iya ntar aku cari, aku balik duluan ma. Mau ngambil mobilnya papa dulu" Reina berpamitan ke mama nya


***


Bengkel terlihat sepi saat Reina datang, Terlihat mobilnya sudah selesai di servis. Reina pergi ke bagian kasir, ternyata sudah tutup. Dia menelpon Aiko, ternyata Aiko sudah pulang lebih dulu. Aiko bilang kalau ada Rin yang menunggu nya di bengkel. Reina coba mencari Rin, tetapi tidak ketemu. Saat Rin hendak kembali ke ruang tunggu, Rin keluar dari kamar mandi hanya memakai celana dan handuk yang di taruh nya di bahu. Ternyata Rin habis mandi. Reina nggak sengaja melihat bagian tubuh Rin yang atletis, dan terlihat juga jahitan di perutnya bekas tusukan. Reina terpesona melihat Rin yang habis mandi.


"Woy lihat apa, sampai melongo kayak gitu" Ucap Rin


Reina yang sedari tadi terpesona dengan tubuh Rin, kaget karena tiba-tiba Rin membentak nya


"Apa sih, aku nggak lihat apa-apa" Reina merasa malu, muka nya terlihat merah


"Hmmmm, Ya sudah, tunggu sebentar aku ganti baju dulu" ucap Rin


Selesai ganti baju, Rin menghampiri Reina di dekat mobilnya.


"Ini kunci mobilnya, dan ini nota nya. Biaya nya sudah di transfer sama Papamu, jadi kamu bisa langsung pulang" ucap Rin


"Ya udah, makasih kalau begitu. Aku pulang dulu" Reina pergi


Karena mobil Reina sudah di ambil, Rin langsung menutup bengkel dan pulang ke rumah. Di jalan, Reina masih terbayang tubuh sempurna milik Rin. Wajahnya juga lumayan ganteng, meski kulitnya enggak putih. Kalau di permak sedikit pasti Rin terlihat lebih wah. Dia berfikir untuk mengajaknya ke pesta untuk jadi pasangan sementara.


***


"Rin, ada yang mau meminta nomer HP mu, boleh apa ngga" tanya Aiko


"Siapa, kalau nggak penting-penting amat jangan lah" jawab Rin


"Reina yang minta, enggak tau buat apa" ucap Aiko


"Enggak usah kalau tuh anak, nggak penting juga. Kasih nomer Hajime aja hahahahaha" Niat jahil Rin timbul lagi


"Nggak ah, aku bilang kalau nggak boleh sama kamu ya" jawab Aiko


"Yoi, kalau urusan mobil bisa langsung ke bengkel" ucap Rin


Aiko langsung bilang ke Reina, kalau dia tidak di bolehin sama Rin untuk memberikan nomernya ke dia. Reina merasa jengkel sama Rin yang sok jual mahal.


Besoknya, Reina langsung nyamperin Rin ke bengkel. Dia tidak berniat servis, hanya berniat untuk menemui Rin dan mengajaknya untuk pergi ke pesta pernikahan temannya.


"Ada apa, mobil merah mu sakit lagi kah. Kok kamu bawa kesini lagi" tanya Rin


"Enggak, aku kesini cuma mau ketemu sama kamu" jawab Reina


"Buat apa ketemu sama aku, aku enggak ada utang apa-apa sama kamu loh" Ucap Rin


"Aku mau ngajak kamu ke pesta pernikahan temanku, kamu harus mau" Ucap Reina


"Enggak" Rin menjawabnya dengan singkat

__ADS_1


"Sudahlah, jangan jual mahal. Aku cuma minta kamu buat nemenin aku untuk pergi ke pesta pernikahan temanku" Paksa Reina


"Enggak" Rin pun meninggalkan Reina dan sibuk sendirinya dengan pekerjaannya


Reina terus memaksa Rin, meskipun Rin sedang bekerja. Reina tetap mengajaknya untuk mejadi pasangan nya saat pesta pernikahan temannya. Aiko merasa kasihan sama Reina yang terus di tolak sama Rin. Aiko langsung menghampiri Reina untuk di ajak ngobrol di kantor agar tidak mengganggu Rin bekerja.


"Kamu kenapa tiba-tiba mengajak Rin" tanya Aiko


"Rin cocok kalau aku ajak menjadi pasangan di pesta pernikahan teman ku" jawab Reina


"Kenapa enggak sama pacar kamu saja" ucap Aiko


"Aku nggak punya pacar, mangkanya aku mengajak Rin" jawab Reina


"Sepertinya kamu ada rencana ya mangkanya ngajak Rin" tanya Aiko curiga


"Bukan gitu, aku belum nemu yang cocok aja buat di ajak ke pesta" jawab Reina


"Menurutku, kamu menyerah saja sama Rin, dia pasti nggak bakal mau kalau kamu paksa" saran Aiko


Reina langsung pergi meninggalkan bengkel setelah di kasih saran sama Aiko.


***


Malam harinya, Reina mengikuti Rin, Aiko dan Hajime dari belakang. Ternyata Reina masih belum menyerah untuk mengajak Rin. Rin dan teman-temannya masuk ke kedai ayah nya untuk makan malam. Reina juga ikut masuk. Tanpa basa basi Reina langsung mengajak Rin untuk menjadi pasangan buat ke pesta pernikahan temannya. Ayah Rin yang mendengar itu langsung menghampiri Reina.


"Kamu anaknya Takahashi kan yang dulu ke rumah sakit jenguk si Rin" tanya pak Kobayashi


"Paman temannya papa ya, ternyata ini kedai paman" jawab Reina


"Iya, kamu disini mau makan. Aku masakin ya" tanya pak Kobayashi lagi


"Aku mau mengajak Rin untuk jadi pasangan ku di pesta pernikahan teman ku" jawab Reina


"Iya, tapi kamu makan dulu ya. Duduk dulu, nanti di bicarakan lagi" ucap pak kobayashi


Reina menikmati makanan yang sediakan oleh pak Kobayashi.


"Enak nggak masakan paman" tanya Pak Kobayashi


"Enak sekali paman, pantas aja kedai ini ramai" jawab Reina


"Iya, papa mu dulu juga pernah makan masakan paman waktu sekolah. Tetapi lulus SMA dia belajar ke luar negeri, sedangkan paman pindah ke daerah sini. Lain kali ajak papa mu kesini ya" ucap pak Kobayashi


"Siap paman, Papa pasti suka kalau kesini" jawab Reina


"Rin kesini" pak Kobayashi memanggil Rin untuk ke meja Reina


"Ada apa yah" jawab Rin menghampiri ayahnya


"Kami bantuin nak Reina ya, kasihan dia nggak ada pasangan buat ke pesta pernikahan temannya" ucap pak Kobayashi


"tapi yah" Rin mencoba menolak permintaan ayahnya


"Kamu kan suka membantu orang, masak ada orang yang butuh bantuan enggak kamu bantuin" bujuk pak Kobayashi


"Iya yah, akun bantuin" Rin tidak pernah bisa menolak perintah orang tuanya


Reina senang mendengarnya. Tidak lupa dia berterimakasih ke pak Kobayashi karena sudah membantunya membujuk Rin agar mau jadi pasangannya di pesta temannya. Rin hanya bisa garuk-garuk kepala. Dan enggak lupa, Aiko sama Hajime tertawa terbahak-bahak melihat Rin yang sedang bingung.

__ADS_1


__ADS_2