Perjuangan Dan Cinta

Perjuangan Dan Cinta
perjuangan dan cinta #kejadian tak terduga


__ADS_3

Masih berada di kantor, Rian dan Shuzu sedang membicarakan tentang kontrak baru Rian. Shuzu menawarkan kontrak baru dengan persyaratan yang harus di lakukan Rian. Persyaratan itu ialah, Rian menjadi asisten pribadi Shuzu. Karena Shuzu selama ini belum pernah memiliki asisten pribadi. Setelah Shuzu menjelaskan semua nya ke Rian, dia menyuruh Rian memilih. Apakah Rian mau dengan persyaratan itu. Di benak hati Rian, dia mau menerima persyaratan itu. Tetapi jika harus menjadi asisten pribadi Shuzu, itu yang masih membuat Rian bimbang. Karena dia tidak tau kerja asisten pribadi. Shuzu meyakinkan Rian agar mau menjadi asisten pribadinya. Cara kerja menjadi asisten pribadi nanti di ajarkan Shuzu perlahan-lahan. Rian akhirnya menyetujui syarat itu. Mulai besok Rian pindah bagian menjadi asisten pribadi Shuzu.


***


Keesokan harinya, Rian sudah mulai bekerja sebagai asisten pribadi. Dia menjemput Shuzu memakai mobil perusahaan. Sampai di perusahaan, Rian keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil belakang. Teman-temannya kaget melihat Rian memakai mobil perusahaan untuk menjemput Shuzu. Saat Shuzu sudah masuk kantor, teman-temannya menghampiri nya.


"Kami kerja lagi sekarang" tanya temannya


"Iya, kemarin malam saya di tawari kontrak baru pak, buat jadi asisten pribadi" jawab Rian menjelaskan


"wah, padahal dari dulu beliau jarang memiliki asisten pribadi" ucap temannya


"Saya juga kaget pak waktu di tawarin jadi asisten pribadi" jawab Rian


"Kamu yang betah ya kerja disini lagi" ucap temannya lalu pergi


***


Rian pergi ke kantor Shuzu dan menanyakan apa tugasnya hari ini. Shuzu menyuruh Rian untuk memilih berkas yang belum di tanda tangani oleh Shuzu. Rian langsung mengumpulkan berkas yang ada di meja Sekretaris Shuzu dan memberikan berkas itu ke Shuzu untuk di tanda tangani.


"Nanti siang, antar aku ke kantor pusat ya. Sekalian kita makan siang" ajak Shuzu ke Rian buat mengantarnya ke kantor pusat


"Baik bu, sekarang saya harus apa?" Tanya Rian


"Kamu baca buku yang ada di rak, tentang cara bisnis. Nanti kalau aku butuh kamu, tak panggil" ucap Shuzu


Lalu Rian mengambil buku yang ada di rak buku. Dia membawa buku itu ke ruangan yang sudah di siapkan Shuzu buat dia. Di bacalah buku itu sambil menunggu tugas yang akan di berikan sama Shuzu kepadanya.


***


Jam sudah menunjukkan waktu siang hari. Rian bergegas menyiapkan mobil dan menunggu Shuzu buat di antar ke kantor pusat. Shuzu mencari Rian ke ruangan nya tidak ada. Ternyata Rian sudah ada di depan perusahaan dengan mobil yang sudah siap.

__ADS_1


"Kamu tanggap juga ya sebelum ku suruh" ujar Shuzu


"Saya melakukan sesuai yang ibu perintah tadi pagi" jawab Rian


"Ya sudah, ayo kita berangkat" ucap Shuzu


Mereka berdua berangkat ke kantor pusat. Di sana Shuzu harus bertemu dengan mantannya lagi, karena pembicaraan nya mengenai stok barang dari cabang perusahaan yang di pimpin oleh Taka pengirimannya sangat lama. Perusahaan Taka memproduksi sparepart yang dibutuhkan untuk merakit kendaraan di perusahaan Shuzu. Di sana Shuzu langsung masuk ke ruangan rapat. Di sana ada Taka, Nami sekretaris Taka, Shuzu dan Rian. Shuzu langsung mulai pembahasan nya.


"Untuk pak Taka, kenapa sparepart dari perusahaan bapak pengiriman nya selalu terlambat. Padahal kami, di bagian perakitan harus cepat menyelesaikan pekerjaan kami sesuai waktu yang sudah di tetapkan" tanya Shuzu ke taka


"Maaf Bu Shuzu, perusahaan kami tidak hanya mengirim sparepart ke perusahaan ibu saja. Kami juga mengirim ke luar negeri, kami memprioritaskan mana yang lebih menguntungkan buat perusahaan" jawab Nami sebagai perwakilan Taka


"Ok, saya akan meminta ke cabang yang lain" jawab Shuzu sedikit marah


"Tunggu sebentar, enggak usah marah-marah. Semua bisa di selesaikan dengan baik-baik" ucap taka


"apa mau mu, jangan membawa masalah pribadi ke pekerjaan" jawab Shuzu


"Enggak usah" Shuzu terlihat masih kesal


Rian pun membujuk Shuzu agar mau menerima tawaran Taka, karena itu hanya sekedar makan malam.


"Kamu tenang dulu, mungkin dengan makan malam nanti ada jalan keluar atas masalah ini" bisik Rian


"Baiklah, aku mau" jawab Shuzu


"Ok, Nanti aku jemput ke hotel mu" ucap Taka


mereka menyudahi rapat hari ini. Besok mereka akan ada rapat lagi dengan para petinggi pusat.


***

__ADS_1


Malam hari, Taka menjemput Shuzu di hotel. Sebenarnya Shuzu tidak mau kalau di jemput. Dia mau nya di antar sama Rian. Tetapi Taka menolak jika makan malam nya ada pengganggu. Rian di suruh oleh Shuzu untuk mengikutinya dari jauh. Rian mengiyakan perintah Shuzu. Di tunggu nya Shuzu di cafe dekat restoran tempat Shuzu dan Taka makan malam. Rian hanya bisa melihat dari kejauhan. Taka memulai obrolan mereka.


"Kamu mau pesan apa, silahkan pilih yang kamu suka" tanya Taka


"Pesan kan apa saja" jawab Shuzu


"Aku pesan kan kesukaan mu ya" ucap Taka


"Iya" jawab Shuzu singkat


Taka memanggil pelayan dan memesan apa yang sudah di tunjuk Taka di buku menu. Saat pelayan pergi, Taka mengikuti pelayan itu.


"Aku ke toilet dulu ya" Taka beralasan ke Shuzu


"Silahkan" jawab Shuzu


Taka pergi ke dapur untuk menemui pelayan yang mencatat pesanannya tadi. Dia memberikan uang ke pelayan itu agar dia mau menambahkan obat tidur ke minuman Shuzu. Pelayan itu pun menerima uang nya dan melakukan apa yang di suruh oleh Taka. Dia menambahkan obat tidur yang di kasih Taka ke minuman Shuzu. Taka kembali ke meja, mencoba mengajak Shuzu untuk mengobrol. Shuzu tetap memasang wajah jutek ke Taka.


"Kamu kenapa masih jutek sama aku?" tanya Taka


"Aku jutek, biasa aja. Perasaanmu saja" jawab Shuzu


"Sudahlah, itu masa lalu. Aku juga sudah minta maaf ke kamu. Itu kan salah paham" jelas Rian


"Salah paham, jelas-jelas aku lihat dengan mata kepalaku sendiri. Kalau kamu suka main sama wanita lain" jawab Shuzu marah


"Sudah jangan marah-marah, kita nikmati makan malam berdua. Mungkin nanti kamu juga akan mengerti perasaanku ke kamu" Taka mulai mengeluarkan kata-kata gombalannya.


"Hatiku sudah tertutup buat mu" jawab Shuzu dengan tegas


Pesanan datang, mereka berdua mulai menyantap makanan. Taka tersenyum tipis saat Shuzu meminum minumannya. Shuzu masih belum merasakan hal aneh. Dia menghabiskan makanannya dan saat dia menghabiskan minumannya, Shuzu merasa kepalanya pusing terus terjatuh. Taka seperti orang yang terlihat panik melihat hal itu. Padahal semua sudah direncanakan oleh nya. Taka membawa Shuzu ke mobil dan membawanya ke hotel. Rian melihatnya dari jauh. Dan membuntuti Taka dari belakang. Sampai di hotel, Taka membawa Shuzu ke kamarnya. Rian masih mengikuti tanpa di ketahui oleh Taka. Di dalam kamar, Taka hampir membuka semua pakaian Shuzu. Tiba-tiba bel pintu kamar berbunyi. Taka tidak memperdulikan nya. Taka terus melepas pakaian Shuzu. Akhirnya pintu kamar terbuka, Rian terpaksa mendobrak pintu kamar hotel karena mencium gelagat tidak beres dari Taka. Rian melihat Shuzu tanpa pakaian di kamar. Dia marah dan langsung memukuli Taka. Di hajar nya Taka sampai babak belur. Staf hotel menelpon polisi karena melihat kejadian itu. Polisi datang dan menangkap Taka karena tuduhan percobaan pemerkosaan. Rian menutup tubuh Shuzu dengan selimut. Shuzu bangun dan kaget, melihat pakaiannya sudah lepas semua. Dia pun menangis, Rian yang mengetahui itu langsung memeluk Shuzu agar tenang dan meyakinkan nya bahwa belum terjadi apa-apa. Rian menunggu Shuzu sampai tenang. Di ajaknya dia balik ke hotel tempat mereka menginap.

__ADS_1


Shuzu masih merasa trauma dengan keadaan itu. Dia terus memeluk Rian sampai tertidur. Rian menidurkan Shuzu di tempat tidur. Setelah melihat kejadian itu, Rian bersumpah untuk melindungi Shuzu dari apapun.


__ADS_2