
Taro yang memiliki kecurigaan terhadap Shuzu memulai memerintah orang untuk mengawasinya. Saat Shuzu pulang tadi malam, dia di bonceng oleh seorang lelaki. Taro hanya melihat nya sekilas. Tetapi Taro seperti mengenal motor itu. Beberapa orang yang mengawasi Shuzu. Dia tidak mau di khianati oleh Shuzu sebelum pernikahan. Karena akan merusak nama keluarganya jika hal-hal yang tidak penting sebelum pernikahan mereka muncul. Pagi hari Taro mencoba bertanya ke Shuzu, siapa yang mengantarkan nya tadi malam dan dia darimana saja semalam.
"Tadi malam darimana" tanya Taro
"Aku habis jalan-jalan" jawab Shuzu, dia merasa taro mulai mencurigai nya
"Kenapa kamu tidak bilang ke aku jika mau jalan-jalan, aku bisa mengantarmu" ucap taro
"Kamu pasti capek perjalanan dari tokyo, aku juga cuma jalan-jalan di sekitar sini aja" Shuzu memberikan beberapa alasan
"Buat kamu apa sih yang enggak, lain kali kalau mau jalan-jalan kamu bilang aja" Taro merasakan kebohongan dari semua ucapan Shuzu
Mereka berdua di Kyoto untuk beberapa hari. Karena keluarga Taro menggelar pesta untuk keponakan nya yang baru lulus kuliah dari luar negeri.
***
Rasa yang hampir dia hilangkan ternyata timbul lagi saat Rin melihat Shuzu ada di depannya kemarin malam. Kenyataan yang harus di hadapi sekarang adalah Shuzu yang akan menikah. Meskipun rasa yang timbul itu hadir, penghalang nya sekarang adalah restu orang tua dan pernikahan. Rin mencoba untuk tidak lagi berurusan dengan hal-hal yang merepotkan seperti mencintai orang yang tidak bisa dia gapai. Semalaman Rin mencoba melupakan yang barusan terjadi. Pertemuan yang tidak di duganya. Saat dia ingin menjauhinya, kenapa malah dia di pertemukan lagi. Rin mengubur dalam-dalam perasaan itu agar tidak timbul lagi. Karena lembaran baru kehidupan nya sudah di mulai dan melupakan masa lalu.
***
Pagi hari di bengkel, ada mobil yang baru datang. Yang mengendarainya seorang wanita. Mobilnya termasuk jenis Sport. Sepertinya mobil itu jarang di pakai. Wanita itu langsung ke bagian customer servis untuk mendaftarkan mobilnya agar di servis.
"Saya mau servis mobil ini, kira-kira disini bisa nggak" ucap Reina, wanita yang membawa mobil itu
"Keluhannya apa, montir yang khusus mobil seperti ini belum datang. bisa di tunggu sebentar" tanya Aiko
"Cuma lama nggak saya pakai, mungkin butuh servis rutin" jawab Reina
"Baik, kalau gitu di tunggu dulu ya, mungkin sebentar lagi dia datang" jawab Aiko
Sudah setengah jam montirnya tidak kunjung datang, Reina kembali ke Aiko untuk komplain.
"Sudah setengah jam, montirnya mana kok belum datang" ucap Reina kecewa
"Sebentar, saya coba hubungi dia" Aiko mencoba menenangkan Reina yang kecewa
Aiko pun memanggil hajime
"Hajime kesini, Rin mana kok belum datang" ucap Aiko
"Aduh aku lupa bilang, dia tadi ngantar ibu nya dulu. Habis ini dia datang" jawab Hajime
Enggak begitu lama, Rin tiba di bengkel dengan motor kesayangannya. Dia terlihat santai seperti biasanya. Padahal Aiko sudah menunggu kedatangannya dari tadi.
"Rin, jam berapa ini baru datang" Aiko mendatangi Rin dan memukulnya memakai buku
"Aduh, maaf tadi aku ngantar ibu ku dulu, apa Hajime enggak bilang" jawab Rin
"Kenapa enggak bilang langsung ke aku aja" ucap Aiko
"Lah, HP mu enggak aktif. Terus gimana aku harus bilang" jawab Rin
Aiko langsung melihat hpnya, ternyata benar. Dia lupa menyalakan nya.
__ADS_1
"Iya HP ku lupa ku nyalain, maaf ya. Ya sudah cepat ganti baju. Ada customer bawa mobil sport. Orangnya agak cerewet kayaknya" ucap Aiko
"Aku ganti baju dulu" Rin pergi ke ruang locker untuk mengganti baju nya.
Setelah mengganti bajunya, dia langsung ke mobil yang sudah di tunjukkan sama Aiko. Melihat sudah ada montir di sebelah mobilnya, Reina langsung menuju ke mobilnya. Dia mencoba memprovokasi pekerja yang datang tidak tepat waktu.
"Ehm, aku dengar montir di bengkel sini pelayanan nya bagus. kok ada pegawainya yang suka telat" ucap Reina
Rin yang orang nya cuek, menanggapi nya dengan santai, dia anggap omongan Reina tadi sebagai ucapan perkenalan.
"Maaf ya, saya tadi ada keperluan. Jadi kira-kira keluhannya apa ya pada mobilnya" jawab Rin basa basi
"Kamu enggak ngecek di bagian customer servis tadi, aku sudah jelaskan di sana kan" Reina berkata dengan ketus
"Ok, Kakaknya silahkan duduk dulu. Biar saya cek" Rin serba salah, padahal dia hanya basa-basi. malah kena semprot.
Hajime dan Aiko yang melihat Rin di marahi wanita muda itu tertawa lepas. Karena sifat Rin yang enggak pernah mau adu mulut sama customer wanita. Baru Reina, customer wanita yang berani marahin Rin. Padahal biasanya, Rin paling bisa menangani customer yang cerewet.
***
Rin memanggil Hajime untuk membantunya mengecek mobil Reina. Hajime mendekat ke Rin sambil menahan ketawa. Melihat Hajime begitu, Rin langsung melemparkan kain kotor ke Hajime.
"Senang sekali kamu sama Aiko melihat ku di marahi tuh cewek" ucap Rin
"Soalnya enggak biasanya ada cewek yang marah-marah sama kamu kak" jawab Hajime
Setelah semua di cek, Rin langsung memperbaiki bagian-bagian yang memang harus di perbaiki. Setelah selesai semua, Rin memanggil Reina untuk mencobanya.
"Kamu aja yang coba, kamu yang montirnya kok" jawab Reina
"Nanti joknya kotor kena baju ku, apa nggak apa-apa" ucap rin
"Nggak apa-apa, daripada nanti aku yang kenapa-kenapa nyobain mobil yang belum tentu sudah benar" jawab Reina
Rin yang mulai agak jengkel sama sifat Reina, memiliki ide untuk mengerjainya.
"Kalau begitu kakak juga ikut di tes drive nya ya. Biar nanti kakak bisa bilang kurangnya apa" otak jahil Rin sudah mulai aktif
"Ok kalau begitu" Reina juga pingin tau rasanya mobilnya yang sudah lama nggak dia pakai habis di servis.
Aiko yang melihat Reina dan Rin masuk ke mobil milik Reina, langsung memanggil Hajime. Karena perasaan Aiko nggak enak sama Rin. Pasti dia mau ngerjain Reina
"Hajime sini" panggil Aiko
"Apa kak, panggil-panggil" jawab Hajime
"Tuh Rin mau ngapain, pasti mau jahil ya, tes drive sama pemilik mobilnya" ucap Aiko
"Kayaknya dia jengkel kak sama sifat tuh cewek, mangkanya otak jahilnya aktif hahaha" jawab Hajime sambil tertawa
***
Mobil sudah di bawa ke jalan yang sepi, Rin memulai tes drive nya. Pertama sih biasa saja. Lama kelamaan Rin menambah kecepatan nya. Dia melihat Reina sedikit takut, enggak lupa dia juga mencoba drift untuk mengecek pengereman nya. Padahal untuk menakuti Reina. Reina hanya bisa memejamkan matanya,
__ADS_1
Seusai tes drive, mobil Reina di masukan ke dalam bengkel lagi oleh Rin. Rin pun turun dari mobil, sedangkan Reina masih ketakutan di dalam mobil dan memejamkan matanya. Rin menghampiri Reina dari pintu samping dan bertanya kekurangan mobilnya apa lagi.
"Gimana kak, apa masih ada yang kurang dari mobilnya" tanya Rin
Reina langsung memeluk Rin, karena dia merasa takut. Rin kaget karena tiba-tiba di peluk. Rin mencoba melepaskan sabuk pengaman Reina yang masih terkunci dan menggendongnya ke tempat duduk. Aiko langsung memarahi Rin karena membuat customer nya ketakutan.
"Gini nih, kalau otak jahil mu sudah keterlaluan, anak orang jadi korban nya kan" ucap Aiko sambil memukuli Rin memakai kipas
"Ya maaf, aku cuma niat bercanda doank. Habisnya dia jutek banget" jawab Rin membela diri
"Kamu nggak apa-apa kan" tanya Aiko ke Reina
"Nggak apa-apa, jadi berapa biayanya semua" jawab Reina
"Sudah kamu disini dulu, kayaknya kamu enggak baik-baik saja" ucap Aiko melihat Reina seperti memiliki trauma dengan mobil
Reina di antar ke kamar Aiko yang ada di bengkel, Dia di suruh istirahat dulu sama Aiko.
Rin di panggil Aiko ke kantor.
"Tuh anak kayaknya punya trauma sama cara mengendarai mu tadi" jelas Aiko
"Dia dari tadi cuma tutup mata saat tes drive, aku kira seperti anak-anak yang lain yang merasa takut, nggak tau juga kalau ada trauma" jawab Rin
"Rasa takutnya beda sama rasa takut orang biasanya, mungkin pernah terjadi sesuatu dama dia" ucap Aiko
"Ya enggak tau, aku bukan siapa-siapa dia, yang penting urusan ku sama dia selesai" jawab Rin sambil pergi meninggalkan Aiko
"Emang gila nih anak, habis buat anak orang kayak gitu, kayak nggak punya salah" Aiko bergumam sendiri
***
Aiko kembali menemui Reina di kamar untuk melihat keadaannya. Terlihat Reina sepertinya sedikit enakan.
"Maafkan pegawai ku ya, orangnya jahil emang" Aiko meminta maaf ke Reina
"Nggak apa-apa, mungkin dia jengkel sama sifat ku tadi" Reina merasa dia sudah menyinggung Rin
"Kamu sudah enakan, kalau belum istirahat saja dulu disini" ucap Aiko agar Reina beristirahat dulu
"Aku sudah enakan kok, iya biayanya berapa semua" tanya Reina
"Kita ke kasir saja ya, rinciannya sudah di berikan ke sana sama montirnya" jawab Aiko sambil mengantarkan Reina ke kasir
Reina membayar biaya servis mobilnya di kasir, Rin menghampirinya dan meminta maaf.
"Maaf kalau tadi aku keterlaluan" ucap Rin
"Aku juga minta maaf jika menyinggung kamu" jawab Reina
Reina pergi menuju mobilnya dan meninggalkan bengkel. Aiko menyuruh Rin mengikuti Reina sampai dia sampai tujuan. Rin mengajak Hajime untuk memastikan Reina sampai dengan selamat ke tujuannya.
Reina sudah sampai dengan selamat di rumahnya. Saat menutup gerbang rumahnya, dia melihat dua orang berboncengan motor dengan seragam bengkel berbalik arah. Reina merasa mereka mengikuti nya untuk memastikan dia sampai dengan selamat sampai rumah. Rin yang sudah sampai di bengkel, langsung memberitahu ke Aiko kalau Reina sudah sampai dengan selamat. Mereka pun makan pergi makan siang. Aiko yang pergi ke kamarnya untuk mengambil dompet, melihat ada sebuah HP yang bukan miliknya. Sepertinya itu milik Reina tertinggal. HP itu di bawa Aiko ke Rin dan memberikan nya ke dia agar di kembalikan ke Reina. Pertemuan dengan Reina akan terjadi lagi.
__ADS_1