
Pulang kerja, Rin harus mampir dulu ke rumah Reina untuk mengantarkan HP nya yang tertinggal di kamar Aiko. Sebenarnya bukan inisiatif dia untuk mengembalikan. Tetapi karena di suruh Aiko dan juga Rin tau rumahnya Reina saat mengikutinya sama Hajime.
"Jangan lupa, kembalikan nih HP ke orangnya" perintah Aiko ke Rin
"Hajime aja ya, dia juga tau rumahnya. Ku pinjemin motor ku deh" Rin mencoba untuk menolak perintah dari Aiko
"Aku kan nggak bisa naik motor kak, apa lagi kayak motor mu" saut Hajime
"Pakai mobil derek aja, Ok. Aku males ketemu dia lagi" Rin masih menyuruh Hajime yang mengantarkan
"Kamu tuh yang lebih tua, hitung-hitung kamu tanggung jawab atas kejahilan mu tadi sama dia" Ucap Aiko
"Iya-iya deh, ku anterin tuh HP" jawab Rin terpaksa
Dia pun langsung berangkat ke rumah Reina sendirian. Rin sedikit lupa arah ke rumah Reina, dia sampai nyasar empat kali. Akhirnya dia menemukan rumah Reina karena melihat mobil tadi yang dia servis terparkir di halaman rumah. Rin menekan bel yang ada di dinding pagar gerbang rumah Reina. Nggak lama kemudian, ada seorang Security yang datang dan bertanya ke pada Rin.
"Mau bertemu siapa pak" tanya security itu
"Mau bertemu nona Reina, benar ini rumahnya kan" jawab Rin
"Ada perlu apa dengan non Reina" tanya security itu lagi
"Mau mengembalikan HP pak, HP nya tertinggal tadi di bengkel waktu dia servis mobil" jawab Rin menjelaskan keperluannya ke sana
"Sebentar kalau begitu saya bilang ke non Reina nya" ucap security
"Apa nggak bisa di wakilkan ke bapak saja nitipnya" tanya Rin
"Karena ini barang pribadi milik non Reina, kami di suruh untuk langsung melaporkan ke beliau bersama kurirnya" jelas Security
"Di kira aku tukang paket kali ya di bilang kurir" Rin bergumam dalam hatinya
Rin di persilahkan masuk oleh security, karena sudah dapat izin dari Reina. Perasaan heran terbesit di pikiran Rin setelah melihat ke dalam rumah Reina. Halaman yang begitu luas, garasi yang di penuhi oleh mobil dari type classic sampai terbaru.
"Nih orang kaya banget ya" ucap Rin dalam hati
"Silahkan tunggu disini" ucap security menyuruh Rin menunggu di bangku taman.
Rin menunggu Reina keluar rumah, sambil melihat-lihat taman yang begitu terawat. Pemandangannya seperti di taman-taman hotel. Sedang enak-enaknya menikmati pemandangan, Rin di kagetkan oleh Reina yang sudah lama berdiri di belakangnya.
"Katanya mau ngembaliin HP ku" ucap Reina tiba-tiba
Rin yang sedari tadi melihat pemandangan taman merasa kaget dan langsung berbalik melihat ke belakang, ternyata Reina sudah ada di belakangnya
"Haduh, ya jangan langsung ngomong gitu. Di sapa dulu atau gimana gitu. Jangan bikin orang kaget" jawab Rin
"Bukannya tujuanmu kesini memang mau balikin HP ku kan, jadi aku langsung ke intinya saja" sifat ketus Reina muncul lagi
"Iya-iya, neh HP mu yang ketinggalan di kamar Aiko. Aku di suruh dia buat ngembaliin" jawab Rin yang mulai kesel sama nih cewek
"Ok makasih kalau gitu" Reina mengambil HP nya yang di taruh Rin di meja
"Sudah selesai tugasku sekarang, aku balik dulu kalau begitu" Rin berpamitan ke Reina
"Ok" Reina hanya menjawab singkat
Selesai mengembalikan HP, Rin langsung balik pulang.
__ADS_1
***
Beberapa hari kemudian, datanglah sebuah mobil lama tetapi masih terlihat terawat ke bengkel. Pemiliknya seorang pria paruh baya, hampir seumuran dengan ayah angkat Rin. Bapak itu ingin servis rutin di bengkel ini.
"Bisa di bantu pak dengan mobilnya" Aiko bertanya ke bapak pemilik mobil classic itu
"Saya mau servis rutin di bengkel ini" jawab Bapak yang bernama Takahashi
"Silahkan bapak isi daftar tunggu ya" ucap Aiko
"Apa saya bisa memilih montir sendiri" tanya Pak Takahashi ke Aiko
"Maksud bapak gimana" Aiko bertanya balik
"Saya mau yang servis mobil milik saya itu montir yang bernama Rin" ucap Pak Takahashi
"Bapak kenalan nya Rin" tanya Aiko
"Enggak, dia di rekomendasi kan sama anak ku yang beberapa hari kemarin servis mobil dia" jawab Pak Takahashi
"Kalau begitu di tunggu sebentar ya Pak, anaknya sedang istirahat makan siang" ucap Aiko
Aiko langsung menelpon Rin untuk segera ke bengkel, karena ada customer yang membutuhkan jasanya. Rin yang baru saja selesai makan, langsung menuju ke bengkel. Padahal jam istirahat nya masih tersisa lama. Sampai di bengkel, Rin menghampiri Aiko untuk protes.
"Apa nggak ada montir lain di sini, masa aku istirahat di suruh kesini" ucap Rin marah-marah
"Orangnya sendiri minta kamu yang servis, katanya dari rekomendasi anaknya yang beberapa hari kemarin servis mobilnya sama kamu di sini" jawab Aiko
"Anak yang mana, kemarin-kemarin yang bawa dewasa semua bukan anak-anak" Rin mencoba melucu di depan Aiko
Rin seperti pernah melihat mobil itu. Tetapi dimana dia lupa. Di hampirinya pemilik mobil itu.
"Ini servis rutin, atau ada yang rusak Pak" tanya Rin
"Niat ku servis rutin, tapi coba kamu cari mungkin ada yang rusak dan perlu di ganti" jawab Pak Takahashi
"Siap kalau begitu Pak, bapak bisa menunggu di ruang tunggu" ucap Rin
***
Rin memulai pekerjaan nya, dia cek semua bagian-bagian mesin mobil. Rin menemukan beberapa part mesin yang harus di ganti. Sebelum menggantinya, dia berbicara ke Pak Takahashi terlebih dahulu untuk menjelaskan bagian-bagian mana yang hanya perlu di servis dan di ganti. Pak Takahashi mengiyakan apa yang di bicarakan sama Rin. Setelah mendapat persetujuan dari sang pemilik, Rin langsung membongkar part-part mesin yang perlu di ganti. Secara tidak sadar, pekerjaan Rin di awasi oleh Pak Takahashi. Beliau takjub dengan cara kerja Rin yang tidak grusa grusu, tidak kasar, memperbaiki mobil orang dengan hati-hati. Karena pengalaman di bengkel langganan nya, montir yang baru-baru dan muda kerjanya sangat kasar. Sedangkan Rin kebalikannya. Dia masih muda pekerjaannya seperti orang yang berpengalaman dalam merawat mesin mobil.
"Apakah dia orang baru disini" tanya Pak Takahashi ke aiko
"Dia baru setahun Pak disini, tetapi dulu dia pernah kerja di tempat perakitan mesin mobil di Tokyo. Memang kenapa ya pak" jawab Aiko
"Cara kerja dia seperti montir-montir lama, halus sekali tidak grusa grusu" jawab Pak Takahashi
"Memang dia montir terbaik di bengkel sini Pak, kalau boleh tau anak bapak yang merekomendasikan untuk bapak servis kesini bernama siapa ya" tanya Aiko
"Cewek yang membawa mobil sport warna merah beberapa hari yang lalu" jawaban Pak Takahashi membuat Aiko kaget, ternyata dia ayah dari Reina.
"Mampus kamu Rin, bapaknya datang kesini pasti anaknya laporan ke bapaknya atas kejadian kemarin" gumam Aiko ndi dalam hati
Saat Pak Takahashi kembali ke ruang tunggu, Aiko langsung memanggil Hajime.
"Ada apa kak" tanya Hajime
__ADS_1
"Bilang sama Rin, kalau servis yang bener. Soalnya yang punya mobil ini bapaknya Reina yang kemarin di jahilin sama Rin" ucap Reina memperingatkan Rin lewat Hajime
"Ok kak" Hajime kembali ke tempat Rin untuk membantunya
Hajime juga menyampaikan pesan dari Aiko untuk Rin
"Kak Rin, kalau servis yang bener kata kak Aiko" ucap Hajime
"Memangnya selama ini aku servis nggak pernah bener apa, komplainan dari customer aja nggak ada" jawab Rin
"Bukan begitu kak, mobil ini tuh" belum selesai Hajime ngomong, Pak Takahashi datang untuk memeriksa pekerjaan Rin
"Gimana, apa sudah selesai" tanya Pak Takahashi
"Sudah Pak, bisa di coba sekarang" jawab Rin
"Saya coba dulu kalau begitu" ucap Pak Takahashi
Beliau langsung mencoba mobilnya ke jalan, enggak lama beliau mencobanya karena merasa mobilnya sudah lebih enak dari tadi kalau di bawa berkendara.
"Bagaimana Pak, apa ada yang kurang" tanya Rin
"Oh tidak ada, mobilnya lebih enteng daripada saat aku bawa kesini" jawab Pak Takahashi
"Kalau begitu saya bersihkan dulu Pak mobilnya, bapak silahkan ke kasir untuk membayar tagihannya" ucap Rin
"Baik kalau begitu, saya tinggal ke kasir dulu" jawab Pak Takahashi
Dari kasir, Pak Takahashi menuju ke kantor Aiko untuk bertanya tentang sesuatu. Beliau menanyakan apakah bisa memperbaiki mobil di rumah, karena beliau memiliki beberapa mobil classic lain yang perlu perawatan.
"Apakah ada montir yang bisa di panggil ke rumah" tanya Pak Takahashi ke Aiko
"Semua montir kami bisa Pak di panggil ke rumah kalau tidak ada pekerjaan di sini" jawab Aiko
"Kalau begitu saya minta kontak anak yang bernama Rin" ucap Pak Takahashi
"Apa bapak tidak berminat dengan montir kami yang lain jika nanti Rin tidak bisa" jawab Aiko
"Untuk saat ini, saya merasa cocok dengan dia. Pekerjaannya seperti montir langganan ku yang sudah meninggal" Ucap Pak Takahashi
"Baik kalau begitu Pak, nanti saya kasih kontak Rin ke bapak" jawab Aiko sambil memberikan kontak Rin ke Pak Takahashi
***
Setelah Pak Takahashi pergi, Rin dan Hajime membersihkan bengkel karena sudah waktunya tutup. Aiko dan bagian kasir, menghitung pendapatan hari ini. Waktu makan malam tiba, Rin mengajak Aiko dan Hajime makan di kedai ayahnya dan di traktir. Karena tadi sebelum Pak Takahashi pergi, dia di beri tip yang lumayan. Aiko bertanya ke Rin tentang Pak Takahashi.
"Kamu sudah tau Pak Takahashi tadi siapa" tanya Aiko
"Dia ayah anak yang beberapa hari servis kesini kan, katamu tadi begitu" jawab Rin
"Kamu tau nggak, siapa anaknya. Nama anaknya itu Reina" Ucap Aiko
Rin yang mendengar itu saat minum, langsung di semburkan ke muka Hajime
"Kaget sih kaget kak, nyemburnya jangan ke muka ku" ucap Hajime
Aiko dan Rin yang sebelumnya kaget mendadak tertawa terbahak-bahak melihat muka Hajime basah kuyup gara-gara di sembur oleh Rin. Persahabatan yang sangat indah...........
__ADS_1