Perjuangan Dan Cinta

Perjuangan Dan Cinta
Tak sadarkan diri


__ADS_3

Di saat tiga sahabat ini makan malam di kedai ayah Rin, ada seorang wanita yang datang. Tak lain lagi dia adalah Shuzu. Dia masih mencoba untuk mendapatkan Rin. Aiko dan Hajime merasa pernah melihat wanita ini. Akhirnya mereka ingat, kalau dia wanita yang bertanya tentang Rin saat dia makan sama calon suaminya di sini. Shuzu mendekati Rin dan duduk di sebelahnya.


"Kamu kenal dia Rin" tanya Aiko


"Sebentar ya" ucap Rin


Rin mengajak Shuzu untuk berbicara di luar. Karena dia nggak mau masalah ini di dengar sama orang tua angkatnya.


"Kamu kenapa kesini lagi, bukannya kamu harus persiapkan pesta pernikahan mu" ucap Rin


"Besok aku balik ke tokyo, apa aku nggak boleh ketemu sama kamu lagi" tanya Shuzu


"Bukannya aku nggak mau dan bukannya aku ngelarang kamu buat bertemu sama aku. Aku nggak mau kamu kenapa-kenapa cuma gara-gara ketemu aku" jawab Rin


"Terus apa yang harus aku lakukan, perasaan ku ke kamu masih tetap ada sampai sekarang" Shuzu mengungkapkan perasaan nya


"Sejauh apa pun aku pergi, perasaan itu juga masih ada. Terlalu besar rasa ini buat mu. Tetapi memang kita harus berpisah. Karena aku ingin lihat kamu bahagia. Aku tidak mau orang tua mu bertindak kasar lagi terhadapmu" jawab Rin


"Kenapa kamu enggak membawa ku aja ke tempat yang jauh dan hanya kita berdua" Shuzu mulai meneteskan air mata


Rin yang melihat itu merasa tidak tega. Di peluknya Shuzu agar dia tenang.


"Bukan maksud ku untuk meninggalkan mu, memang keadaan lah yang tidak bisa membuat kita bersatu. Aku juga merasakan sakit seperti mu, di balik tertawa ku terdapat kesedihan yang tidak pernah bisa ku hilangkan. Masa-masa kita bersama memang indah, tetapi kedepannya akan tidak baik buat kamu" Perkataan Rin semakin membuat Shuzu menangis di pelukannya.


"Sekarang menangis lah, selanjutnya kamu harus bahagia. Aku akan bahagia melihat mu jika senyuman mu selalu ada di wajahmu" Rin memeluk Shuzu dengan erat


Setelah Shuzu tenang, Rin mengantar Shuzu untuk mencari taksi di jalan. Rin tidak bisa mengantarnya karena sedang makan bersama sahabatnya. Shuzu sudah mendapatkan taksi, dia pergi dengan perasaan sedih, karena terlalu banyak pengorbanan mereka berdua untuk mempertahankan cinta mereka. Usai mengantarkan Shuzu, Rin balik ke kedai melewati jalan sepi. Dari belakang, ada dua orang yang salah satu nya memegangi Rin. Sedangkan yang satunya menusuk Rin dengan Pisau. Melihat Rin kesakitan, dua orang itu meninggalkan Rin sendiri di jalan.


***


Aiko dan Hajime merasa Rin terlalu lama kembalinya. Karena tadi dia berpamitan untuk mengantarkan Shuzu mencari taksi. Tetapi hampir satu jam dia belum balik ke kedai. Hajime di suruh Aiko untuk menyusul Rin. Karena Aiko dari tadi menelpon Rin tetapi tidak ada jawaban sama sekali. Hajime keluar kedai dan berjalan menuju ke jalan besar. Di gang sepi, dia melihat ada orang tergeletak. Hajime yang penasaran langsung menghampirinya, dia mengira orang itu gelandangan yang lapar. Saat di dekati, dia melihat jaket yang di pakai orang itu seperti jaket Rin. Hajime langsung berlari menghampiri nya. Ternyata Rin tertusuk dan mengeluarkan banyak darah dari perutnya. Hajime langsung menghubungi Aiko


"Kak, cepat kesini. gang sepi dekat persimpangan" Hajime dengan gugup menghubungi Aiko


"Kamu kenapa gugup gitu" tanya Aiko

__ADS_1


"Kak Rin sepertinya habis di tusuk orang, perutnya mengeluarkan banyak darah" jawab Hajime


Ponsel Aiko terlepas dari tangannya dan jatuh ke lantai karena saking kagetnya. Dia langsung berlari ke gang yang sudah di tunjukkan Hajime. Sampai di gang Aiko langsung memeluk Rin dan menutup luka Rin memakai syalnya. Sambil menangis, Dia menyuruh Hajime menghubungi ambulan. Segera setelah dihubungi Hajime, mobil ambulan datang dan membawa Rin ke rumah sakit.


***


Sudah beberapa hari Rin masih belum sadarkan diri di rumah sakit. Dua sahabatnya dan orang tua Rin setiap hari menghawatirkan kondisi Rin. Karena Rin kehilangan banyak darah, sedangkan stok darah yang ada di rumah sakit terbatas untuk golongan darah yang di miliki Rin. Tetapi darah yang cocok dengan Rin hari ini sudah datang dan sudah di transfusi kan ke Rin. Tinggal menunggu Rin siuman. Aiko dan Hajime kembali bekerja setelah beberapa hari libur, mereka harus bergantian menjaga Rin. Karena orang tua Rin juga butuh istirahat.


"Kira-kira Rin punya musuh nggak di sini" tanya Aiko ke Hajime


"Dia selalu baik sama orang kak, nggak mungkin punya musuh" jawab Hajime


"Kalau di tokyo" tanya Aiko


"Aku nggak begitu tau kehidupan nya di Tokyo, tetapi orang tokyo kan tidak ada yang tau dia di sini kak" jawab Hajime


"Sebelum penusukan, Rin bertemu cewek tokyo kan. Yang datang waktu itu, apa mungkin ada hubungannya" ucap Aiko


"Mungkin aja kak, cewek itu kan sudah punya calon suami. Mungkin suaminya cemburu. Kakak lihat sendiri kan Kak Rin sempat memeluk cewek itu, sepertinya kak Rin pernah punya hubungan sama wanita itu, terus calon suaminya menyuruh orang untuk menghabisi kak Rin" jawab Hajime


"Kita bahas lagi nanti, kamu balik kerja sana" ucap Aiko


***


"Selamat siang Pak, hari ini bapak beda lagi mobilnya yang dibawa, mau di servis juga" tanya Aiko


"Iya, terpaksa saya bawa kesini karena montir kamu yang bernama Rin tidak bisa di hubungi" ucap Pak Takahashi


"Dimana tuh anak, sampai buat papa ku telpon berkali-kali. Kayak orang yang sok sibuk" saut Reina


"Maaf Pak, untuk beberapa hari ini Rin masih tidak bisa bekerja karena dia habis terkena musibah" jawab Aiko menjelaskan alasan Rin tidak bisa di hubungi


"Musibah apa memangnya, sampai-sampai tidak bisa mengangkat telpon Papa ku" tanya Reina


"Yang sopan kalau bertanya Reina, jangan judes gitu" pak Takahashi mengingatkan Reina untuk sopan sama orang

__ADS_1


"Maaf pa, soalnya dia sampai bikin papa telpon dia berulang kali" jawab Reina


"Rin habis di tusuk orang dan harus di larikan ke rumah sakit karena kehilangan banyak darah. Sampai sekarang dia masih belum sadarkan diri" Aiko menjelaskan keadaan Rin sekarang biar tidak terjadi kesalahpahaman.


"Ya ampun, jadi itu alasannya dia tidak menjawab telpon ku. Di rumah sakit mana dia di rawat" tanya Pak Takahashi


Setelah ditunjukkan rumah sakitnya sama Aiko, Pak Takahashi langsung pergi untuk menjenguknya. Beliau tidak menyangka bakal ketemu teman sekolahnya dulu.


"Kobayashi, kenapa kamu disini" Sapa Pak Takahashi


"Aku sedang menunggu anakku yang sedang di rawat dan belum sadarkan sampai sekarang" jawab Pak Kobayashi


"Ini ruangan anak kamu" tanya Pak Takahashi


"Iya, dia habis di tusuk orang dan kehilangan banyak darah" jawab Pak Kobayashi


"Kamu orang tuanya Rin, tetapi tidak ada miripnya sama sekali" tanya Pak Takahashi yang tidak melihat kemiripan antara Pak Kobayashi dan Rin


"Dia anak angkat ku, aku sama istri tidak bisa memiliki anak. Jadi aku mengangkatnya menjadi anak, karena dia sudah membantu usaha ku dan orang sekitar ku bangkit dari keterpurukan. Sedangkan dia sudah tidak memiliki orang tua, aku dan istri ku yang menawarkan ke dia untuk menjadi anak kami. Dan dia mau, karena sudah lama dia tidak merasakan kasih sayang orang tua" jelas Pak Kobayashi tentang Rin


"Orang baik memang selalu di kelilingi oleh orang yang baik juga, kamu dulu waktu sekolah juga selalu baik ke padaku. Kamu kalau butuh bantuan bilang saja ke aku ya. Jangan sungkan-sungkan" jawab Pak Takahashi


"Kamu kok mengenal anak ku Rin darimana" tanya Pak Kobayashi


"Anak ku yang mengenal dia di bengkel tempat Rin kerja, anak ku juga merekomendasikan Rin buat servis mobilku. Pekerjaan anak mu memang tidak pernah mengecewakan. Kamu masih ingat mobil ku yang pertama kali di belikan sama orang tua ku, dia servis dengan baik. Meskipun tidak bisa kembali ke performanya yang dulu, mobil itu terasa enak di pakai lagi" jawab Pak Takahashi


Mereka mengobrol sampai lupa waktu. Sahabat lama yang sudah lama tidak bertemu karena kesibukan masing-masing. Akhirnya mengenang masa lalu mereka yang indah. Karena sudah malam, Pak Takahashi berpamitan ke Pak Kobayashi.


"Lain kali aku mampir ke kedai mu ya Kobayashi" ucap Pak Takahashi


"Aku tunggu kedatangan mu Takahashi" jawab Pak Kobayashi


Sedangkan Reina terlihat merasa kasihan sama Rin yang belum sadarkan diri. Dari tadi dia melihat Rin dari kaca. Dia melihat Rin seperti melihat kakaknya dulu yang terbaring di rumah sakit gara-gara kecelakaan dan akhirnya meninggal.


"Ayo nak, kita pulang" ajak Pak Takahashi ke Reina

__ADS_1


"Iya pa" jawab Reina


Jadi alasan Reina memiliki trauma berkendara dengan kecepatan mobil yang tinggi, karena dia pernah kecelakaan mobil bersama kakaknya saat kakaknya mengendarai mobil dengan sangat cepat.


__ADS_2