
Hari ini akan menjadi hari yang sibuk bagi Rian, karena dia harus mengerjakan semua pekerjaan Shuzu. Meskipun sebagian pekerjaan sudah dia bawakan ke Shuzu. Masih banyak juga pekerjaan yang ada di kantor. Meski baru dalam pekerjaan ini, Rian sudah di ajari oleh Shuzu dan juga sekretaris Shuzu. Jadi dia tidak perlu kerepotan dalam mengerjakannya.
"Mending kerja lapangan, daripada harus kerja kayak gini" gumam Rian sambil memilih-milih berkas yang juga akan di bawa dia ke Shuzu untuk di tanda tangani.
"Ehm, hati-hati pak kalau bergumam, jangan sampai di dengar orang" goda sekretaris Shuzu yang bernama Sakura.
"Hehe, iya maaf. Sejak kapan kamu disini? tanya Rian ke Sakura
" Saya sudah datang dari tadi loh pak, bapak saja yang enggak sadar kalau saya ada di meja" jawab Sakura
"Kok bisa ya saya enggak sadar, hahaha" jawab Rian sambil tertawa
"Banyak mikirin bu Shuzu kali ya pak, mangkanya sampai enggak tau sekitar bapak" goda Sakura lagi
"Enggak lah, enggak berhak saya mikirin dia. Dia kan bos kita" jawab Rian
"Orang ini masih belum sadar kalau bu Shuzu suka sama dia" Sakura bergumam dalam hati
"Ya enggak apa-apa loh pak, karyawan seperti kita mikirin bos kita yang lagi sakit" jawab Sakura
"Ya semoga dia cepat sembuh dari trauma nya, agar dia bisa bekerja lagi dan saya tidak stres seperti ini hahaha" ucap Rian
Sakura mengetahui kalau Shuzu suka dengan Rian sejak Shuzu mengajak Rian ke kantor pusat pertama kali. Dia juga pernah melihat Shuzu dan Rian di mall. Karena Sakura tau sifat Shuzu yang enggak begitu suka ke mall dengan seorang pria kalau bukan pria yang dia suka.
***
Waktu kerja sudah selesai, Sakura berpamitan pulang ke Rian.
"Saya pulang dulu pak, bapak mau lembur atau langsung pulang" tanya Sakura
"Sebentar lagi saya mau pulang, mau ngumpulin berkas yang tadi, terus sekalian ku bawakan ke Shuzu" jawab Rian
"Saya bantuin pak, merapikannya" ucap Shuzu sambil mengumpulkan berkas yang tidak tertata dengan rapi
"Oh makasih sudah di bantuin" jawab Rian
Selesai merapikan berkas, mereka pun keluar kantor bareng. Kantor sudah sepi karena karyawan sudah pulang semua.
__ADS_1
"Mau bareng pulang?" ajak Rian ke Sakura untuk bareng pulang
"Enggak pak, makasih sudah di tawarin bareng" jawab Shuzu menolak ajakan Rian
"Oh, jalan rumah mu satu jalur ke rumah Shuzu kan. enggak apa-apa sekalian, sebagai bentuk Terima kasih ku sudah bantuin ngumpulin berkas" Bujuk Rian agar Sakura mau ikut
"Ya sudah pak kalau begitu" Sakura pun ikut ke mobil Rian
Di dalam perjalanan pulang, Iseng-iseng Sakura bertanya ke Rian tentang kehidupan pribadi Rian.
"Oh iya Pak, bapak ini kan dulu dapat beasiswa dari perusahaan ya?" tanya Sakura
"Iya, dulu waktu itu saya mencari beasiswa untuk ke belajar di luar negeri. Dapatnya yang ada di Jepang meskipun cuma setahun" jawab Rian
"Kenapa harus keluar negeri pak, apa bapak enggak takut jauh dari keluarga bapak?" tanya Sakura lagi
"Di sana, aku sudah tidak punya siapapun lagi. Aku dulu di tampung oleh paman ku saat kedua orang tua ku kecelakaan dan meninggal. Dan kenapa harus ke luar negeri, karena saya pingin menikmati hidup di luar" jawab Rian
Sebenarnya ada alasan lain yang tidak mau di sebutkan dan di ingat oleh Rian. Karena semua itu sudah masa lalu baginya.
"Nah, kemarin jika kontrak bapak habis, bapak mau lanjut kemana, apa bapak mau pulang?" ternyata Sakura memiliki banyak pertanyaan ke Rian hahaha
"Untung bu Shuzu langsung perpanjang kontrak bapak ya, kalau enggak nanti kasihan bu Shuzu kehilangan bapak" Sakura keceplosan ngomong
"Lah, kenapa juga bu Shuzu takut kehilangan ku. aneh-aneh saja kamu itu" jawab Rian sambil tertawa
"bener nih orang masih belum sadar apa emang kurang peka ya" Sakura bergumam dalam hatinya
Tak terasa mereka sudah sampai depan gang rumah Sakura. Sakura lekas turun dari mobil. Dia berpamitan dengan Rian.
"Terima kasih pak atas tumpangan nya" ucap Sakura
"Iya sama-sama, makasih juga tadi sudah di bantu di kantor" balas Rian
"Salam buat bu Shuzu pak" Sakura pun masuk gang yang menuju rumah nya. Dan Rian melajukan mobilnya ke arah rumah Shuzu.
***
__ADS_1
Sampai juga Rian di rumah Shuzu. Dia turus dan mengetuk pintu rumah. Yang membuka langsung Shuzu karena dia tau kalau yang datang Rian. Shuzu tampak senang Rian ke rumahnya. Melihat orang yang dia suka ada di depan matanya, tak henti-hentinya dia tersenyum.
"Halo, kok senyum-senyum sendiri" tanya Rian ke Shuzu yang sedang senyum
"Eh, kamu yang datang. Ayo masuk dulu" Shuzu mengajak Rian masuk rumah
"Aku kesini cuma mau nganterin berkas yang harus kamu tanda tangani. Aku tinggal berkasnya, besok aku ambil lagi" ujar Rian
"Kenapa enggak mampir dulu, aku buatin makan malam" rayu Shuzu
"Enggak usah, aku capek. kamu juga harus banyak istirahat. Aku pamit ya. Selamat malam" Rian langsung menuju ke arah mobil nya. Tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang. Rian pun kaget kalau yang memeluk dia adalah Shuzu. Di pikiran Rian, bagaimana kalau ini di lihat orang tua Shuzu. Rian pun mencoba melepaskan pelukan Shuzu tetapi tidak bisa.
"Kamu kenapa?" tanya Rian
"Aku enggak kenapa-kenapa" jawab Shuzu sambil menangis
Shuzu masih trauma dengan kejadian kemarin. Dengan melihat Rian, dia menjadi sedikit lebih tenang. Tetapi sifat Rian yang masih cuek, membuat nya bersedih sekarang. Rian merasa ada yang aneh dengan semua ini. Dia merasa kalau Shuzu menyukai nya. Tetapi dengan statusnya yang hanya pegawai, membuatnya tidak berfikiran yang terlalu muluk-muluk. Rian mencoba sedikit percaya diri untuk berani bertanya.
"Apakah kamu menyukai ku" tanya Rian
Shuzu terdiam, tidak menjawab. Sedikit demi sedikit pelukannya melonggar.
"Aku tanya lagi, apakah kamu suka sama aku" tanya Rian lagi
Shuzu melepas kan pelukannya, Rian berbalik menghadap Shuzu. Rian menanyakan lagi pertanyaan yang sama. Shuzu hanya mengangguk. Rian terduduk lemas di hadapan Shuzu. Dia tidak menyangka, seorang bos memiliki rasa terhadapnya.
"Kenapa, kenapa kamu suka sama aku" tanya Rian
"Kamu, pria yang selama ini aku idamkan" jawab Shuzu
"Sejak kapan?" Rian bertanya lagi ke Shuzu
"Sejak kamu menolong ku di tempat kerja, aku mulai menyukaimu" jawab Shuzu menjelaskan ke Rian
"Ini semua salah, apa kamu enggak tau status kita berbeda. Aku hanya orang biasa, perantau dari negara yang jauh" jawab Rian
"Aku tidak pernah peduli dengan status" jawab Shuzu
__ADS_1
Rian berdiri, berjalan pergi meninggalkan Shuzu. Mobil nya di tinggal di rumah Shuzu. Dia pulang ke asrama nya dengan naik bus. Shuzu tidak mencegahnya pulang, karena tau kalau Rian sedang shock setelah mengetahui seorang bos menyukainya.