
Ayah Shuzu sudah menunggu mereka berdua di rumah dengan penuh amarah. Rin yang tidak tau apa-apa, mencoba bertanya ke ayah Shuzu alasan dia di panggil ke rumah saat hari libur. Tetapi ayah Shuzu tidak menjawab, malah menyuruh mereka duduk dulu. Ayah Shuzu melempar menaruh HP nya di meja dan menyuruh Shuzu melihat nya. Di ambil lah HP ayah nya. Mata Shuzu terbelalak melihat apa yang ada di HP ayahnya.
"Ayah, aku bisa jelaskan semua" ucap Shuzu
Seperti orang yang ketahuan mencuri, Shuzu berbicara terbata-bata. Rin mengambil HP ayah Shuzu yang masih di pegang nya. Rin kaget melihatnya, dari mana ayah Shuzu mendapat foto-foto ini. Rin langsung mengembalikan HP ayah Shuzu ke meja.
"Coba jelaskan, hal macam apa ini yang aku lihat" tanya ayah Shuzu
"Ini kami sedang berlibur" jawab Shuzu
"Kalian ada hubungan kan, sudah jangan mengelak. Foto-foto ini sudah berbicara" ucap ayah Shuzu marah
Shuzu memberanikan diri untuk mengakuinya
"Iya, aku pacaran sama Rin" jawab Shuzu
'plak', tamparan keras mendarat di pipi Shuzu. Pipi yang putih mulus itu terlihat memerah karena tamparan. Air mata Shuzu menetes di pipi nya.
"Kamu sudah ku jodohkan sama anak teman ayah, apakah ini alasan mu menolak perjodohan itu" tanya Ayah Shuzu
"Aku enggak suka sama orang yang ayah jodohkan sama aku" jawab Shuzu
"Setidaknya lihat lah, apakah dia sepadan dengan kita" ucap ayah Shuzu membentak
"Kenapa aku harus memaksakan perasaanku ke orang yang sepadan dengan ku jika nanti aku tidak nyaman" bantah shuzu
"Ok cukup, Rin besok kamu ke kantor pusat" ucap ayah Shuzu
__ADS_1
"Baik Pak" Rin sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, ayah Shuzu marah dan tidak menerima hubungan mereka karena perbedaan status. Rin pergi meninggalkan rumah ayah Shuzu, sedangkan Shuzu di suruh menginap sama ayah nya di rumah.
***
Yui mencoba menghubungi Shuzu, karena malam ini dia tidak pulang ke rumah. Chat Yui tidak di balas, telpon enggak di angkat. Yui menduga kalau Shuzu masih dengan Rin. Enggak begitu lama, Yui mendapat chat dari Shuzu. Dia bilang malam ini enggak pulang karena disuruh orang tuanya menginap. Mengetahui kalau Shuzu ada di rumah orang tuanya, Yui langsung tidur. Sedangkan Shuzu menangis semalaman di kamar nya. Dia memikirkan bagaimana kelanjutan hubungannya dengan Rin. Ayah nya jelas-jelas menentang hubungan ini. Tetapi perasaan Shuzu sudah terlalu dalam buat Rin. Status Rin tidak pernah menjadi masalah buat Shuzu. Karena selalu dekat dengan Rin membuat dia selalu nyaman. Dari sekian pria yang berada di dekat Shuzu, hanya Rin yang selalu membuat dia tersenyum. Shuzu tak berhenti menangis jika memikirkan itu. Ibu nya merasa sedih mendengar tangisan anak nya di kamar. Ada rasa penyesalan dalam diri ibu nya, karena telah memperlihatkan foto Rin bersama Shuzu.
***
Bintang-bintang di langit malam ini menemani kesedihan Rin. Dia kepikiran dengan Shuzu. Apa dia masih di marahi oleh ayahnya karena hubungan mereka. Apa lagi saat Shuzu di tampar oleh ayahnya. Rin hanya bisa diam saja karena memikirkan nasib Shuzu ke depannya. Jika dia membantah ayah Shuzu, takutnya nanti semakin marah dia. Rin mendapatkan pesan dari nomer tidak di kenal. Isi pesan itu menyuruh Rin untuk meninggalkan Shuzu. Jika tidak, Shuzu akan di coret dari penerima warisan. Ternyata pesan itu di kirim oleh ayah Shuzu. Dia bimbang, cinta nya ke Shuzu apakah harus di lanjutkan dengan mengorbankan masa depan Shuzu atau dia merelakan Shuzu. Rin memikirkan nya semalaman di bawah bintang-bintang dan rembulan.
***
Hari sudah mulai pagi. Rin pergi ke kantor pusat karena mendapat perintah dari ayah Shuzu semalam. Kira-kira apa yang akan dia dapat saat di kantor pusat nanti. Rin sudah menunggu ayah Shuzu sedari pagi di lobby kantor. Terlihat mobil ayah Shuzu datang, Rin langsung mengikuti ayah Rin ke kantornya. Di dalam kantor, ayah Shuzu langsung memberi surat pemecatan ke Rin.
"Ini surat apa Pak" tanya Rin
"Tapi kenapa saya di pecat, apakah tentang hubungan saya dengan anak bapak" tanya Rin
"Iya, kamu tadi malam sudah menerima pesan ku kan. tinggalkan Shuzu, atau kamu mau Shuzu ku coret dari hak waris ku. Kalian tidak sepadan. Paham" ayah Shuzu membentak Rin
"Apakah saya harus kehilangan pekerjaan demi menjauhi Shuzu" tanya Rin lagi untuk terakhir kali
"Aku enggak mau kalian ada di satu lingkup perusahaan, silahkan cari pekerjaan lain. Kamu tenang saja. Pesangon mu dan gaji bulan ini aku lebihkan. Biarkan Shuzu dengan orang yang aku pilihkan" jawab ayah Shuzu
"Baik kalau begitu pak, saya permisi. Saya akan meninggalkan Shuzu jika memang itu kehendak bapak dan demi kebahagiaan Shuzu di masa depan nanti.
Rin pergi menuju ke kantor cabang untuk membereskan barang-barang nya. Saat membereskan barangnya, Rin tidak melihat Shuzu di kantornya. Dia hanya menuliskan pesan di kertas note. Kertas itu di titipkan ke sekretaris Shuzu. Rin berpamitan dengan semua pegawai kantor cabang. Para teman Rin tidak menyangka kalau dia di pecat oleh ayah Shuzu karena ketahuan berhubungan dengan anaknya. Teman-teman Rin tetap menyemangati nya, agar dia cepat mendapat kerja yang lebih baik. Di saat Rin sudah meninggalkan perusahaan, Shuzu datang ke kantor. Shuzu melihat kantor Rin sudah tidak ada barang-barangnya. Dia bertanya ke sekretaris nya.
__ADS_1
"Kemana pak Rin, kok barang-barangnya enggak ada semua" tanya Shuzu ke sakura
"Pak Rin sudah tidak bekerja di sini lagi bu" jawab Sakura
"Loh kok bisa, dia tidak mengajukan resign ke aku" tanya Shuzu kebingungan
"Pak Rin tadi pagi mendapatkan surat pemecatan dari kantor pusat Bu, kami semua juga enggak tau. Tiba-tiba pak Rin datang ke kantor langsung membersihkan barang-barangnya" jawab Sakura menjelaskan kalau Rin sudah di pecat
Shuzu merasa bingung, dia mencoba menelpon Rin tetapi HP Rin di tinggal di sebuah kardus dengan hadiah yang pernah di belikan Shuzu ke dia. Sakura pun memberi kan pesan yang ditulis Rin beserta kardus yang berisikan hadiahnya. Shuzu langsung membaca pesan itu
"Maafkan aku yang sudah menjadi beban di hidupmu, karena aku kamu mendapat tamparan keras dari ayahmu. Maafkan juga karena cintaku aku hampir menghancurkan masa depan mu. Aku ingin kamu melupakan ku dan melanjutkan hidupmu tanpa adanya aku di sisimu. Maafkan juga aku, karena mengembalikan semua hadiah yang kamu berikan ke padaku. Semoga kamu bahagia dengan pria pilihan orang tua mu. Aku akan membawa cintaku pergi jauh"
Shuzu menangis membaca pesan itu. Dia langsung berlari menuju tempat parkir. Tanpa ragu dia membawa mobil dengan kecepatan penuh ke rumah kontrakan Rin. Sampai di sana, dia melihat Rin membawa ransel dan menaiki motornya. Teriakan Shuzu tidak terdengar oleh Rin yang pergi dengan motornya. Shuzu mencoba mengejar Rin dengan memakai mobil. Sambil menangis, Shuzu menginjak gas mobil nya dengan kecepatan penuh. Dia tidak mau Rin meninggalkannya seperti ini. Di persimpangan jalan, Shuzu tidak melihat kalau lampu lalu lintas menunjukkan warna merah. Dia terobos lampu merah, dan tiba-tiba "brak", Mobil Shuzu tertabrak truk yang dari jalur lain dan terbalik. Suara keras tabrakan itu terdengar oleh Rin. Dia menoleh ke arah belakang, terlihat mobil terbalik dengan plat nomer yang dia tidak asing. Rin langsung berbalik arah. Dia kaget, karena plat nomer itu milik Mobil Shuzu. Dengan cepat Rin menuju mobil itu, dia melihat Shuzu di dalam mobil. Dia mencoba membuka pintunya tetapi tidak bisa di buka. Dia hancurkan kaca pintu itu dengan tangan nya. Rin langsung melepas sabuk pengaman Shuzu, dia keluarkan Shuzu dari mobilnya. Rin menggendong Shuzu menjauh dari mobilnya. Mobil Shuzu yang terbalik itu meledak. Punggung rin terkena ledakan dan terbakar. Meskipun begitu dia tetap menggendong Shuzu menjauh dari mobilnya. Shuzu masih tersadar saat di tolong Rin dan saat ledakan. Shuzu menangis melihat Rin kesakitan menahan punggungnya yang terbakar karena ledakan saat menggendongnya menjauh dari mobil. Setelah kejadian itu dia pun pingsan. Mobil ambulan datang untuk menolong Shuzu dan Rin. Mereka berdua di bawa ke rumah sakit. Rin dan Shuzu langsung mendapatkan pertolongan di rumah sakit. Keduanya di bawa ke ruang UGD. Karena Shuzu belum sadar, dia di bawa ke ruang inap. Sedangkan Rin mendapatkan pertolongan luka bakar. Selesai beristirahat, Rin menuju ke ruangan Shuzu untuk melihatnya. Sampai di ruangan Shuzu, Rin mengurungkan niatnya, karena di dalam banyak keluarga Shuzu. Rin hanya melihat Shuzu dari luar. Shuzu sudah tersadar karena tidak banyak mengalami luka. Dia hanya Shock saat itu. Karena Shuzu sudah terlihat sadar, Rin meninggalkan rumah sakit. Dia tidak mau berlama-lama di sini untuk melihat Shuzu. karena akan berat buat dia meninggal kan Shuzu, jika masih berada disini. Saat Rin menuju pintu keluar, Yui yang baru datang tidak sengaja melihat nya. Dia bertanya-tanya, kenapa Rin ada d rumah sakit yang sama dengan Shuzu. Apa mereka kecelakaan bersama, karena saat Rin keluar, terlihat seperti dia habis kecelakaan. Tangannya di perban karena terkena serpihan mobil yang meledak. Yui mengikuti Rin keluar. Tetapi Rin sudah menaiki motornya dengan membawa ransel dan pergi meninggalkan rumah sakit. Melihat Rin membawa motornya, berarti mereka tidak kecelakaan bersama. Itu yang ada di dalam pikiran Yui. Dia pun langsung pergi ke kamar Shuzu. Dia bertanya ke Shuzu
"Kak, kamu tadi kecelakaan sendiri ya" tanya Yui
"Iya, kenapa kamu tanya itu" jawab Shuzu
"Katanya ada dua orang yang di bawa kesini sama ambulance" Yui menjelaskan ke Shuzu
Shuzu pun teringat Rin yang menolongnya tadi. Dia langsung turun dari tempat tidur nya menuju ke UGD. Shuzu mencari Rin yang sedang di rawat di UGD. Dia bertanya ke perawat
"Suster, orang yang di bawa ambulan bersama ku tadi di rawat dimana sekarang" tanya Shuzu
"Orangnya tadi pergi ke ruangan kamu, terus enggak lama dia pergi meninggalkan rumah sakit" jawab perawat
Seketika Shuzu menangis terduduk lemas di ruang UGD. Akhirnya dia kehilangan cintanya pergi menjauh dari nya. Bagaimana kelanjutan kisah cinta mereka nanti??????
__ADS_1