
keluarga Ryan sengaja mengajak Anna untuk ikut dengan mereka ke malang,lantaran tidak tega jika harus meninggalkannya disini hanya berdua dengan syaza.walau awal nya Anna menolak tetapi dengan berbagai alasan mertuanya,akhirnya Anna menyetujui untuk sementara waktu tinggal disana.
setibanya dirumah mertuanya,Anna masih ingat betul baru beberapa waktu yang lalu datang kemari dengan suaminya,air matanya mulai menetes saat beberapa keluarga Ryan menghampiri dan memeluknya.
"yang kuat ya nak,hikz..hikz..budhe sangat kehilangan almarhum suami mu"
deg..
kata almarhum yang di lontarkan budhe suaminya itu sontak membuatnya kaget dan membangkitkan kesedihan itu lagi.anna mencoba mengusap air mata nya itu.dia harus ingat pesan suaminya,dan harus percaya jika ingin suaminya hadir di mimpinya,Anna pun harus membuang jauh-jauh rasa sedih nya itu.
Anna tersenyum menatap semua keluarga mertuanya yang saat ini mereka justru menatap iba kepada anna dan Syaza..
Anna berusaha beradaptasi tinggal dirumah mertuanya,sudah duaMinggu lebih Anna berada disini. bapak mertua keliling berjualan bakso,ibu mertuanya berjualan sayur di depan rumah nya dan Rani bekerja di restoran.aktifitas seperti ini sudah berjalan noemal setelah kedatangan mereka kembali kerumahnya.hanya Anna yang tidak mempunyai kegiatan,cuma menjaga Syaza dan sesekali menumpahkan air mata nya jika mengingat suaminya itu .mas andik selalu datang kerumah mertua Anna hanya untuk mengajak Syaza berkeliling menaiki motor dan setelah sampai rumah selalu Syaza diberi uang sama mas andik.anna selalu menolak tetapi mas andik menegaskan bahwa Syaza saat ini adalah anak yatim yang wajib untuk di santuni.anna semakin sesak setiap ada keluarga Ryan yang datang memberi Syaza uang,mungkin Anna harus terbiasa dengan kata-kata anak yatim yang terlontar untuk Syaza anak nya.
__ADS_1
ayah Anna beberapa kali menelfon putrinya itu untuk menanyakan kelanjutan hidup mereka bagaimana.apa Anna akan menetap disana bersama mertuanya atau kembali ke Surabaya lagi memulai hidup yang baru.berat bagi Anna untuk memilih,berada disini membuat Anna seakan dekat dengan suaminya,tetapi Anna juga tak bisa selalu membebankan semuanya kebutuhannya kepada sang mertua.akhirnya Anna memilih untuk kembali lagi ketempat asalnya,dan ayah Anna pun siap selalu jika harus menjemput putrinya kapan pun yang Anna mau.
Anna memberanikan diri mengutarakan keinginannya kepada sang mertua,walau berat akhirnya mereka melepas Anna untuk kembali menata hidupnya lagi.walau sang ibu masih belum bisa menerima tetapi bapak lebih bijaksana dalam memikirkan permasalahan ini.
"ibu tidak boleh egois,Anna masih muda.biarkan dia melanjutkan hidupnya kembali.perjalanan nya masih panjang Bu,jika ibu terus menahan Anna dan Syaza disini itu sama saja ibu yang egois"ucap bapak menengahi perdebatan ini
"tapi Syaza itu cucuku pak,aku sudah kehilangan ryan.bagaimana bisa kita akan jauh dari syaza.jika Anna pulang,biarkan.asal Syaza akan tetap disini"ucap ibu mertua Anna dengan terisak
akhirnya ibu mertuanya pun luluh dan berjanji akan selalu mengunjungi cucunya disana.
Tiba saat dimana Anna harus berpamitan kepada seluruh keluarga mertuanya. pagi ini ayah Anna dan sang istri tiba di kediaman besan nya untuk menjemput anna.semua orang menangisi kepergian Anna dan syaza.suasana haru sangat terasa saat Syaza menangis memeluk kakeknya dan berkata
"yah..yah..yah.."
__ADS_1
"iya nduk cah ayu,ayahmu selalu menjaga Syaza dan bunda.pinter ya nak,gak boleh bikin repot bunda.bunda sekarang sendirian.."ucap sang kakek sambil meneteskan air matanya.selama ini orang yang tidak pernah menunjukkan kesedihannya adalah bapak mertua Anna.tapi kali ini beliau sangat terluka disaat cucu nya memanggil nama ayahnya.
selama perjalanan Anna hanya menatap keluar jendela,Anna mengingat saat dulu pertama kali menginjakkan kaki dirumah mertuanya dikenalkan almarhum suaminya itu sebagai calon istrinya didepan orang tua ryan.anna ingat betul bagaimana dulu dia sering datang kekota ini hanya untuk menemui kekasih tampan nya itu.dan sekarang dia harus meninggalkan kota ini tanpa sang suami disisinya.berat bagi Anna harus mengubur kenangan bersama suami sempurna nya itu .
"ya Allah kuatkan selalu hati hamba"ucap Anna dalam hati sambil memejamkan mata.ayah Anna yang menyetir sedari tadi memperhatikan anaknya yang sedang terluka hatinya.
.
.
jangan lupa bayar aku dengan vote kalian ya guys
mampir juga di karya ku yang lain nya
__ADS_1