
Setelah acara di kampus selesai,mereka kembali ke rumah ryan.tentunya juga Anna ikut bersama mereka.
ini pertama kalinya Anna kerumah Ryan.
rumah sederhana yang asri,mempunyai halaman yang luas dan banyak pohon di dalamnya..
"masuk nak,maaf ya rumah ibu kecil"
"gpp Bu,enak adem kok"
Anna kaget ternyata di dalam rumah sudah ada para kerabat yang memberikan Ryan selamat.semua melihat Anna dengan penuh tanda tanya..
"jangan pada melongo,ini calon nya mas Ryan"ucap Rani dan semuanya tertawa. Anna pun tak kalah malu nya..
"kenalan dulu dong mbak?ini saya sepupunya mas Ryan"ucap Raka ,Anna pun hendak mengulurkan tangan nya tetapi tidak di perbolehkan oleh Ryan..
"sudah..sudah. yang penting sudah tahu kan namanya itu Anna,gak usah pakai acara salaman bukan muhrim"ucap Ryan..
"dasar bucin sekalinya punya cewek posesif nya kebangetan "ucap Andik
Anna pun di ajak Rani kekamar untuk berganti pakaian
"mbak an gpp kan pake baju Rani,g ada yang bagus MBK"
__ADS_1
"gpp ran,MB lebih suka pake kaos dan celana aja kok"
Rani memilihkan kaos lengan pendek dan celana jeans selutut ..tetapi Anna menolak dengan alasan mas Ryan tidak menyukainya..Rani pun paham
"emang bucin ya mbak,mas Ryan itu gak pernah pacaran.eh sekarang malah mau ngelamar mbak"ucap Rani nyeplos
"apa ran? ngelamar?"
"loh mbak gak di kasih tau sama mas Ryan toh?waktu itu di tanyain sama bapak dan ibu katanya mas Ryan,setelah wisuda mau ngelamar mbak Anna langsung"
Anna tidak menjawab apapun,dirinya hanya kaget dan tak percaya bahwa cinta nya tidak bertepuk sebelah tangan.
Anna pun keluar kamar Rani mengenakan celana panjang jeans dan blouse warna hijau punya rani.anna menuju ke dapur seraya membantu ibu Ryan menyiapkan makanan untuk para kerabatnya..
"gak usah Bu,Anna lebih nyaman berada disini"tolak Anna sopan
"iya Bu,mbak Anna disana juga percuma kalau mas Ryan gak ngebolehin mbak Anna ngobrol sama yang lain nya"ucap Rani
"maaf ya Anna,jangan kaget dengan sifat Ryan,dia jarang sekali membawa seorang gadis kerumah.sekarang ada kamu disini,jangankan saudara.tetanggapun pasti ingin mengenal calon nya Ryan"
Anna pun langsung tersedak teh manis yang baru di minumnya..
"Bu,boleh Anna bertanya sesuatu"saat ini hanya ada Anna dan ibunya di dapur karna Rani mengantarkan minuman ke ruang tamu
__ADS_1
"dari tadi Anna dengar Rani mengenalkan Anna kepada semua orang sebagai calon nya mas Ryan,dan sekarang ibu juga seperti itu.anna disini hanya meluruskan Bu,jika saya dan mas Ryan hanya berteman .saya takutnya ibu dan keluarga lain berharap lebih kepada kami"Anna sangat hati2 menjelaskan kepada ibu Ryan takut jika beliau tersinggung
"nak,apa kau tidak memiliki perasaan kepada anak ibu?"
"Bu bukan begitu maksud Anna,jika masalah perasaan insyaallah saya menyimpan rasa terhadap mas ryan.tetapi saya takut kecewa makanya saya tidak berani berharap lebih"
"Alhamdulillah nak,setidaknya ucapanmu ini membuat ibu lega"
Anna pun masih bingung dengan situasi yang di hadapinya saat ini.
tanpa mereka sadari di balik pintu dapur sudah ada Ryan yang menguping pembicaraan mereka.ryan hanya tersenyum mendengar penuturan Anna,dia merasa senang bahwa gadis ini bisa berkata amat sopan kepada ibunya.ryan hanya takut sikap Anna yang pecicilan akan di anggap hal negatif oleh sang ibu.
.
.
.
.
jangan lupa like
coment
__ADS_1
dan vote