Permainan Takdir(Anna)

Permainan Takdir(Anna)
67,Anna masuk ruang sakit


__ADS_3

"Ryan.kau disini juga"ucap ayah Anna


"maaf yah..eh om..tadi saya gak sengaja bertemu Yani jadi saya ikut sekalian membebaskan Anna"ucap Ryan merasa kikuk berhadapan dengan mantan calon mertuanya itu.ayah Anna melihat anaknya tak tega,terlihat jelas sekali bekas penganiayaan yang dialami anaknya.


"maafin ayah nak,sampai detik ini ayah belum bisa menjaga kamu.maafkan ketidakberdayaan ayah sampai hati membiarkan mu tinggal sendiri..hiks..hikz"ayah anna memeluk tubuh anak nya yang masih belum sadar.


Ryan melihat kejadian ini sungguh sangat terharu,ayah Anna sadar jika saat ini masih ada Ryan.


"maaf Ryan,saya hanya merasa kasian pada anna.sejak ibunya meninggal dia jauh dari saya.oh iya terimakasih ya sudah membantu menolong anak saya.walau sekarang kalian hanya berteman tetapi saya sangat bersyukur kamu masih perhatian dengan Anna"ucap ayah Anna sambil menepuk pundak Ryan dan segera keluar.diluar masih ada teman-teman Anna dan dilihat nya jam sudah pukul 24;00


"kalian pulanglah,sudah malam dan saya sangat berterima kasih atas kebaikan kalian"ucap ayah Anna sambil mengatupkan kedua tangan nya


"baik om kalau begitu kami permisi,besok kami akan kembali lagi om"ucap Yani..


"iya nak,kalian hati-hatilah dijalan"


akhirnya Yani cs sudah pulang kerumah mereka masing-masing.


Ryan hendak keluar ruangan untuk memanggil ayah Anna tetapi langkahnya berhenti sesaat setelah mendengar perdebatan kecil antara ayah dan ibu tiri Anna.

__ADS_1


"ayo mas kapan kita pulang"ucap ibu tiri Anna


"pulang bagaimana,Anna siapa yang jaga"


"itu ada Ryan kan di dalam,suruh jaga dia aja mas"


"ngaco kamu itu,Ryan sudah bukan calon suami anna.lagian ngapain tadi kamu ikut"


"mas kok jadi sewot sih,"


"kamu ya mikir dong,anaku lagi berjuang didalam sana.aku merasa menjadi ayah yang tak berguna jika harus meninggalkan nya"ayah Anna tegas menolak permintaan istrinya.


ucap ibu tiri Anna dan tidak di ladeni oleh ayah anna


"permisi yah,dipanggil sama dokter"ucap Ryan sopan dan ayah Anna segera menghampiri dokter.dokter pun menjelaskan jika anna sudah lebih baik dan akan di pindahkan ke ruang perawatan tetapi tubuh Anna masih sangat lemah jadi harus mendapatkan perawatan ekstra.akhirnya ayah Anna menyetujui Anna di pindahkan keruang perawatan kelas 2 yang berisi 3 orang di dalam nya.nampak ayah Anna,ibu tiri dan Ryan mengikuti langkah para suster yang memindahkan tubuh anna.


"kenapa gak pakai kelas 3 saja sih mas,,"bisik ibu tiri Anna yang masih terdengar oleh Ryan


"diam"bentak ayah Anna

__ADS_1


untung di dalam ruangan kelas 2 masih kosong jadi Anna satu-satunya pemilik ruangan ini.


"jika diperbolehkan biar malam ini saya yang jaga Anna yah,silahkan ayah dan mama pulang beristirahat dirumah"ucap Ryan kepada ayah Anna


"tuh kan, dibilangin dari tadi gak nurut sih."ucap ibu tiri anna bersemangat dan mendapat gelengan kepala ayah Ryan


"Ryan,Anna adalah tanggung jawab ku.dan kamu pun Sekarang bukan siapa-siapa nya anna.ayah merasa tidak enak nak"


"apa harus saya mempunyai komitmen dulu dengan Anna, agar ayah bisa mempercayai saya untuk menjaga putri anda"ucap Ryan tegas


"baiklah nak, saya titipkan putri ayah kepadamu.besok pagi-pagi sekali ayah kembali kemari,dan ini bawalah jika kau memperlukan sesuatu pakailah uang ini"ucap ayah Anna sambil menyodorkan uang 500ribu rupiah.


"maaf yah, saya masih pegang uang.lebih baik uang ini ayah pergunakan untuk menyewa jasa seseorang yang akan menjaga Anna 24 jam karena saya berbuat seperti karena rasa manusiawi bukan lantaran imbalan"ucap Ryan seakan menyindir ibu tiri anna


.


Jangan lupa bayar aku dengan vote kalian ya guys


mampir juga di karya ku yang lain nya

__ADS_1


selamat membaca


__ADS_2