
Dokter menjelaskan bahwa anna harus lahir paksa hari ini juga lantaran tensi Anna yang semakin naik.anna pun segera menghubungi Ryan dan Ryan segera bergegas kerumah sakit.
"bagaimana bisa istri saya harus melahirkan sekarang dok?dia tidak mengalami kontraksi apapun dan juga masih baik-baik saja"Ryan meminta penjelasan kepada dokter
setelah mendapat penjelasan akhirnya Ryan setuju untuk melakukan SC.orang tua Ryan di telfon untuk segera datang lantaran Anna akan melahirkan.tak lupa juga ayah mertuanya diberi kabar tetapi jawaban nya sangat datar.tidak seperti orang tuanya yang antusias.
setelah puasa selama beberapa jam akhirnya Anna berganti baju khas untuk oprasi.ryan dengan para suster mendorong ranjang Anna menuju ruang oprasi.anna merasa deg-deg an dan Ryan berusaha menguatkan nya.
"mas,aku takut"ucap Anna pelan
"bismillah aja sayang dan jangan lupa berdoa,baca sholawat,dzikir dan ingat kalau sebentar lagi kita akan bertemu dengan anak kita"Ryan memegang tangan Anna.
Anna masuk kedalam ruang oprasi dan Ryan menunggu di depan ruangan.anna merasa ruangan oprasi ini sangat dingin dan sudah ada beberapa alat-alat yang berada di sekeliling ruangan ini. Anna sudah hilang kesadaran sesaat setelah suster menyuntikkan obat bius.anna masih bisa mendengar tetapi matanya seakan berat jika terbuka.
oek..oek
Anna mendengar suara tangisan anaknya untuk yang pertama kali.dia meneteskan air mata walau dengan mata terpejam,Anna merasa bahagia menjadi seorang ibu saat ini,dia betul-betul merasa menjadi wanita seutuhnya.
__ADS_1
Diluar orang operasi sudah ada Ryan beserta keluarga Anna yang lain nya.
"keluarga pasien nyonya Annastasia"suster berusaha memanggil
"iya sus saya suaminya"Ryan bangkit dari tempat duduknya
"mohon ikut kami pak, untuk meng-adzani putrinya"
"Alhamdulillah,"
Ryan sangat bahagia melihat box bayi yang bertuliskan bayi ibu Annastasia
sangat terlihat jelas kebahagiaan yang terpancar pada wajah ryan.setelah tugasnya selesai,Ryan pun menyerahkan putri kecilnya kepada suster dan segera untuk keluar dari ruangan ini.
"Yan,gimana anakmu? seperti siapa wajahnya"tanya sepupu Anna antusias
"pipinya chuby mbak,seperti Anna"Ryan senyum
__ADS_1
setelah itu Anna keluar dari ruang oprasi dan masih memejamkan matanya.ranjang Anna di dorong oleh beberapa suster untuk di pindahkan di ruang perawatan.ryan dan yang lainnya pun mengikutinya dari belakang.
"sus,kapan istri saya akan sadar?"tanya Ryan yang masih melihat istrinya terpejam
"sebentar lagi pak,nanti kalau istrinya sadar tolong jangan di perbolehkan minum atau makan sebelum kentut ya pak"suster menjelaskan secara detail kepada Ryan
"sampai berapa jam sus?"tanya Ryan lugu nya
"ya sampai istri bapak bisa kentut dulu"suster pun masih menjawab pertanyaan Ryan sambil mengganti baju Anna (Ryan sengaja memilih ruang perawatan kelas 1 jadi disini hanya ada Anna yang menempati)
"loh sus kalau kentutnya baru bisa keluar 2hari lagi gimana sus?"lagi-lagi Ryan masih belum puas dengan jawaban suster dan menanyakan hal itu lagi
"ditunggu aja dulu pak,normalnya itu paling lama sehari.tapi di tunggu aja ya pak"suster pun segera berbalik dan pergi
.
.
__ADS_1
Jangan lupa bayar aku dengan vote kalian ya guys
mampir juga di karya ku yang lain nya