
"an, alhamdulillah kamu sudah siuman.apa sudah di panggilkan dokter?"ucapmas Ryan menghampiri Anna
"iya mas sudah tadi ada dokter yang kemari"Anna hanya bisa menahan kerinduan nya dengan senyuman.lelaki yang dulu amat di cintai nya,lelaki yang dulu sudah hampir menikah dengan nya sekarang berada di depan matanya.
mata mas Ryan masih sama,menatap mas Ryan seperti ini merasa nyaman bagi anna.mereka saling tatap tanpa berbicara apapun.mas Ryan bingung memulai pembicaraan dan Anna pun masih sulit untuk menerima keadaan hatinya saat ini.
merasa menjadi pengganggu,sepupu Anna pamit untuk ke kantin.
"ehmm..an,mbak mau beli minum bentar ya.kamu mau nitip sesuatu?atau mas nya sekalian biar saya bawain"ucap ramah sepupu Anna
"makasih mbak tadi saya sudah beli"ucap Ryan
"tanyain dokter dulu deh mbak Anna boleh gak minum jus alpukat.soalnya kalau buat ngomong,mulut Anna masih agak sakit"Anna mencoba memberi penjelasan
akhirnya sepupu Anna pergi ke kantin atau lebih tepatnya memberikan kesempatan untuk mereka berdua berbicara.
__ADS_1
"an,butuh sesuatu?apa posisi kamu udah nyaman gitu?"mas Ryan mencoba memecah keheningan..
"enggak mas makasih,oh iya mas.apa mas Ryan mengetahui kabar Arga?"
"Alhamdulillah an,Arga sudah di tangkap polisi".
"siapa yang melapor mas?"
"kata polisinya,justru teman nya sendiri yang melapor.alasan nya karena kasian sama kamu.kalau gak salah dia yang berperan sebagai sopir di mobil yang kamu tumpangi itu"
"owhh...tapi kasian Arga,mas"ucap Anna terhenti lantaran mengetahui perubahan muka mas ryan.,,
"sekarang bukan saatnya membicarakan perasaan siapa ke siapa mas,bagi aku walau Arga kejam seperti itu lantaran ada sebab nya.aku menyadari kesalahan aku,bahkan benar juga katamu tempo dulu mas.gimanapun juga Arga manusia yang gak seharusnya perasaan nya aku buat mainan seperti itu berkali-kali"
"iya an,aku mengerti pola pikir kedewasaan mu,tetapi apa yang sudah di lakukan Arga sudah bisa dikatakan kriminal"
__ADS_1
"Arga itu tulang punggung keluarga,ibunya janda dan memiliki 2 adik perempuan yang masih sekolah.jika dia di penjara bagaimana kelangsungan hidup mereka mas?cuma itu alasan terkuat ku saat ini untuk tidak menjebloskan Arga ke penjara"Anna menghela napas,beradu argumen dengan mantan tunangannya ternyta lebih menyeramkan daripada dia harus mendapat Omelan sang ayah.
"jika itu kemauan mu,kamu bicara lah dengan ayahmu an,karena bagaimanapun juga ayahmu yang sangat murka saat itu melihat kau terluka seperti ini"mas Ryan mengelus lembut tangan Anna.dan tak berapa lama sepupu Anna datang membawa jus alpukat pesanan anna.ryan dengan telaten memegangi cup yang berisi jus itu agar Anna bisa meminumnya tanpa harus duduk.
ayah Anna datang kembali di saat habis maghrib,Anna menceritakan semua keinginannya terhadap sang ayah tentang pembebasan Arga.
"apa kau yakin ingin melepaskan dia?"tanya ayah dengan tegas
"sangat yakin ayah,kasian ibu dan adik2nya"
"kau masih saja memikirkan orang lain,sedangkan hidupmu sudah sangat tersiksa"
"ayah mengerti lah aku melakukan ini murni hanya untuk keluarga nya dan bukan untuk diriku.setelah ini pun aku akan lebih hati-hati jika tinggal dirumah sendiri"
.
__ADS_1
JangaN lupa bayar aku dengan vote kalian ya guys
mampir juga di karya ku yang lain nya