Permainan Takdir(Anna)

Permainan Takdir(Anna)
96,Ryan meninggal


__ADS_3

Setelah berembuk antara orang tua Ryan dan ayah Anna akhirnya diputuskan bahwa Ryan akan di makamkan di Surabaya saja.ayah Anna segera menelfon pak RT tempat tinggal Anna dan beberapa saudaranya untuk membantu mempersiapkan urusan pemakaman Ryan.


Anna bersikeras untuk duduk didalam ambulance menemani jasad sang suami,sedangkan ayah mertua Anna duduk didepan bersama sang sopir.ayah Anna,ibu Ryan,Rani serta Andik mengikuti mobil ambulans dari belakang.


didalam ambulance Anna menangis memeluk jasad suaminya yang sudah ditutupi oleh kain jarik.


"mas,,mana janjimu bahwa akan selalu menjagaku..hu..hu..hu..mas Syaza masih sangat kecil untuk menjadi anak yatim..hu.hu.."Anna selalu memanggil nama suaminya.hingga setibanya dirumah duka,ayah Anna membuka pintu bagian belakang ambulans,Anna melihat sudah terpasang tenda dan perlengkapan untuk pemandian jenazah.anna berjalan lunglai dipegangi oleh sang ayah menuju rumahnya.nampak semua tetangga Anna dan para saudara nya hadir,bahkan ada tetangga Anna yang memeluk Anna menguatkan wanita ini untuk tegar..


Anna malah semakin terisak dan jatuh tak sadarkan diri.


dengan sigap om Anna membopong kekamarnya,didalam kamar ternyata sudah ada Syaza sedang bermain bersama sepupu anna.anna berkali-kali pingsan hingga prosesi pemandian jenazah selesai Anna masih sangat lemas untuk berdiri.


setiap Anna sadar dia hanya memanggil nama suaminya.


"mas bawa aku pergi mas,aku ingin ikut kamu.aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi mas..huhu..kenapa semua orang yang aku sayangi pergi ..huhu ini gak adil ya allah.."bug..

__ADS_1


Anna pingsan lagi


Anna seakan tak mempunyai semangat hidup,separuh jiwanya telah pergi.dia merasa ingin mati saja ikut suaminya.tetapi disaat mata Anna terpejam dia mendapat bisikan semangat dari salah satu pihak keluarga nya.


"an,jangan begini terus.ingat sekarang kamu menjadi orang tua tunggal bagi anakmu.jika kamu seperti ini,nasib anakmu bagaimana?"


bahkan ada saudara Anna yang lain sengaja ingin membiarkan Syaza menangis agar Anna sadar..


"sudah biarin anaknya nangis,taruh disamping anna saja biar dia sadar"


"ndaa...nen..nen.."suara Syaza yang membangunkan Anna seketika.dia memandang wajah anaknya yang baru berusia satu tahun.nampak jelas wajah anaknya jika kehausan,Anna sampai lupa jika sudah meninggalkan Syaza selama berjam-jam dan belum mendapatkan asi nya.


Anna segera memeluk anaknya dan menangis sambil menciumi anaknya.semua yang melihat kejadian ini nampak menangis juga karena sebagian keluarga Anna berada didalam kamar.anna mengingat betul bagaimana permintaan mas Ryan,bahwa dia harus terlihat tegar di depan Syaza.


"ya Allah kuatkan hatiku walau sebenarnya aku rapuh..hiks..hiks.."Anna kembali menangis hingga ada saudara Anna yang memegang bahu nya dan berkata

__ADS_1


"apa kamu tidak ingin melihat jenazah suami mu untuk yang terkahir kalinya nak?"


deg..


kata jenazah berhasil membuat Anna linglung,dia lupa jika suaminya sekarang sudah meninggal.anna kembali menangis dan memeluk anaknya.


"kalau tidak kuat,tidak usah dipaksakan an"ucap nya..


"tidak budhe,biarkan Syaza melihat ayahnya"


Anna segera keluar dari kamar dan nampak jelas semua mata tertuju pada Anna.


jangan lupa bayar aku dengan vote kalian ya guys


mampir juga di karya ku yang lain nya

__ADS_1


__ADS_2