Permainan Takdir(Anna)

Permainan Takdir(Anna)
97, kepergian ryan


__ADS_3

Anna melihat ada jenazah suaminya ditaruh diatas meja,dan dibawahnya sudah banyak beberapa orang mengaji.


Anna berjalan sambil menggendong Syaza,ibu mertua Anna berdiri dibelakang menantunya.anna membuka penutup kain dibagian muka Ryan,Anna kembali menangis tak percaya jika yang berada dihadapannya adalah suaminya.


"an,tolong jangan jatuhkan air mata mu nak,suami mu sudah suci.insyallah kamu wanita kuat untuk Syaza.. ikhlaskan Ryan nak.. ikhlaskan biar langkahnya tidak berat..huhuhu.."ibu mertua Anna mencoba menguatkan Anna tetapi dirinya sendiri yang malah menangis..


"yah..yah..yah.."Syaza memanggil nama ayah nya,Syaza mencium pipi ayahnya untuk yang terakhir kalinya.semua yang melihat kejadian ini nampak haru.syaza telah di ambil alih oleh mertua Anna untuk digendongnya,karena tahu kondisi fisik Anna yang tidak baik.


"masssss"ucap Anna mencoba memegang pipi suaminy dengan tangan bergetar.


"bagaimana aku bisa menjalani hidup tanpa kamu mas"ucap Anna dalam hati sambil berlinang air mata


bugg

__ADS_1


Anna jatuh pingsan lagi


"sudah biarkan saja anna didalam kamar,semakin cepat semakin baik jenazah di makamkan"ucap salah satu tetangga Anna


Anna mengintip dari dalam jendela kamar nya nampak jelas Syaza digendong sang nenek berjalan dibawah keranda sang ayah,alasan nya agar tidak teringat terus dengan ayah nya(tradisi di tanah Jawa).nenek syaza mencuci muka Syaza dengan air yang digunakan untuk memandikan jenazah ayahnya tadi.


setelah itu jenazah suaminya dibawah pergi oleh para pelayat.anna semakin terisak tak menyangka jika pernikahan yang baru berusia 2tahun telah usai.


"sudah an,kamu harus kuat"ucap ibu mertuanya


"gak bisa Bu..hu..hu"


"demi Syaza,ayo an..diluar banyak pelayat datang tolong temui nak"ucap ibu mertuanya dan Anna hanya menggeleng.

__ADS_1


hingga malam hari acara tahlilan pun Anna masih enggan beranjak dari kamarnya.semua keluarga dan tetangga membujuk Anna agar mau keluar tetapi dia hanya memejamkan mata dan menangis saja.


anna sengaja tidur agar bisa bertemu suaminya di alam mimpi tetapi tak sekalipun mas Ryan datang di mimpinya.sampai hari ketiga pun Anna masih sama tidak mau makan dan minum bahkan keadaan nya semakin memburuk.syaza pun juga ikutan sakit.ibu mertua Anna yang bingung dan seakan kehabisan kesabaran nya langsung memarahi anna.


"an,ibu sudah capek harus membujuk kamu untuk makan atau minum.bahkan sudah berhari-hari kamu tidak mandi.bukan kamu saja yang merasa kehilangan tetapi ibu juga.dia anak ibu selama 30tahun ini tetapi ibu berusaha ikhlas.sedangkan kau?baru 2tahun menjadi istrinya kau sudah seperti ini bahkan kau tidak melihat anakmu.jangan mempersulit keadaan an,atau ibu akan membawa Syaza pergi dari sini agar kau sendirian dan semakin terpuruk"ibu Anna berbicara dengan nada keras.rani,bapak dan Andik pun kaget yang mendengar suaranya.untuk hari ini nampak sepi dari sebelumnya.jadi tidak ada yang mengetahui kemarahan ibu mertua Anna.


"Bu, apa-apaan kamu ini.kenapa memarahi anna seperti itu?didengar orang tidak pantas Bu"ucap bapak menahan amarah istrinya.


.


jangan lupa bayar aku dengan vote kalian ya guys


mampir juga di karya ku yang lain

__ADS_1


__ADS_2