
Ada insiden yang terjadi disaat mereka menaiki wahana.erna yang hanya memakai dress itu bersusah payah menutupi roknya yang tertiup angin.mereka yang melihatnya hanya tertawa
"udah tahu kita naik wahana kenapa pakai dress mini banget sih"ucap Vani
"ya kan ini lagi musim panas.kukira juga gak bakal ada angin gini"..
"justru musim panas yang ada nanti paha kamu jadi gosong kalau pakai ginian.sama aja lu er kayak Mia suka banget pakai baju seksi"ucap Anna
"eh kayak dirimu enggak aja,saking ya sekarang mau nikah makanya pakaian mu tertutup.coba pas masih jomblo bisa2 pakai bikini disini luu,hahah"ucap Mia mengejek Anna
setelah puas bermain2 mereka memutuskan untuk makan dahulu di sebuah depot soto ayam .mereka berempat makan dengan lahapnya tanpa bersuara.hingga terdengar tangisan seorang gadis di belakang punggung Anna dan Erna.gadis yang menangis ini baru sampai sesaat setelah Anna dkk sampai.dan tak lama memang ada seorang pria yang datang menemui gadis ini
"husst.."Mia memberi kode Anna dan Erna untuk melihat..
mereka kepo ingin mendengar pembicaraan sepasang muda-mudi ini.
"kenapa mas akan pindah?aku rela mas jika mas menikahi wanita lain.tapi setidaknya jangan jauh2 dari pandangan aku mas..hikz..hiks"
__ADS_1
"sudah Yanti jangan menangis malu di liat orang"deg..suara laki2 ini seakan membuat Anna tersedak..
"makanya jangan kepo nguping aja"ucap Erna seraya menjewer telinga annA
Mia memberi isyarat tangan telunjuk di bibirnya karna takut terdengar sepasang lelaki dan perempuan itu
"bertahun-tahun mas,aku mencintaimu.tetapi mas tetap saja tidak mau menoleh kepadaku.dan saat aku mendengar kabar bahwa mas sudah melamar wanita lain.hatiku sakit mas,tidak ada wanita yang bisa tulus mencintai mas selain aku"ucap gadis ini terisak..
"wanita itu tak lebih baik dari aku mas,hanya aku yang pantas menjadi istrimu.tolong rubah keputusan mu mas"Yanti tak hentinya menangis
"mas,bolehkan aku memelukmu untuk melepas kepergian mu mas,aku hanya ingin merasakan kenyamanan sesaat berada di dekapmu"ucap Yanti meminta persetujuan Ryan dan hanya mengangguk .
mereka berpelukan dengan Yanti yang masih terisak,Anna dkk yang sedari tadi mendengar kan hanya bisa geleng2 kepala.beda dengan Anna yang hatinya sudah memanas.ingin rasanya melabrak mereka berdua,tetapi Anna mengerti posisi nya saat ini jika sedang berada dengan teman2 nya.
"sudah yuk keburu sore ntr"ucap Mia kepada teman2nya dan segera membayar kekasir
mereka berempat bergegas pergi dan posisi Ryan masih memeluk gadis ini.anna melirik sesaat tetapi langsung keluar menuju mobil milik Mia,dia sudah tidak tahan melihat ini membuatnya sakit .
__ADS_1
"loh Anna ini gimana sih handphone nya ketinggalan untung kok aku lihat"ucap vani dengan lantang
seketika Ryan kaget mendengar nama Anna di sebut.dia menoleh ke belakang mejanya dan hanya ada vani dan Erna,
"maaf mas ganggu ya..hihi silahkan di lanjut Teletubbies nya"ucap Erna bercanda dan hanya di jawab senyuman ryan.yanti ingin memeluk Ryan kembali tetapi Ryan sudah tidak ingin meneruskan drama ini.
"loh Anna mana?"tanya Mia seraya kembali dari kasir
"kebelet mungkin kok langsung keluar aja sampai handphone nya ketinggalan tu"Erna menjelaskan
Ryan langsung bergegas pergi memastikan bahwa Anna yang di sebut itu bukan Anna kekasihnya .dan ternyata benar,Anna berada di samping mobil Mia dengan wajah menunduk memainkan kakinya dengan pasir2 yang berada di bawah sini.
"an.."ucap mas Ryan membuyarkan kegiatan Anna.seketika Anna mendongak dan mata Anna sudah di penuhi genangan air.
"loh mas Ryan disini?"tanya Anna basa basi..
"an,aku bisa jelasin an tolong jangan mikir macem2" Ryan tahu saat ini Anna sangat terluka karena matanya yang sembab dan berusaha menyembunyikan nya dari semua temannya.
__ADS_1