
"ibu berbicara seperti ini hanya ingin Anna tahu pak jika Syaza masih membutuhkan dia.lihatlah Anna hanya seperti ini,duduk melamun tanpa memikirkan anaknya itu juga membutuhkan asi.biarkan dia seperti ini,kita bawa Syaza pulang saja"
ucap ibu mertua Anna sengaja agar Anna bisa kembali seperti semula,Anna yang mendengar itu semua langsung turun dari ranjang dan memegang kaki ibu mertuanya.
"tolong Bu,jangan bawa syaza.anna hanya punya Syaza saat ini.hu..hu..maafkan Anna bu.anna hanya masih belum bisa menerima kepergian mas Ryan..hum.hu"
bapak mertua Anna memegang pundak Anna dan menyuruhnya berdiri
"tidak akan ada yang memisahkan kamu dengan anakmu jika kamu bisa bangkit dari keterpurukanmu"ucap sang bapak menasihati menantunya.
"insyaallah pak,tolong Bu berikan Syaza kepadaku"ucap Anna
"tidak,kau harus mandi dulu dan makan agar ASI mu itu bergizi untuk cucuku"bentak sang ibu mertua agar Anna mau melakukan aktifitas nya.
Anna pun segera mandi keramas nampak lebih segar walau terlihat betul wajah pucat dan mata nya yang sembab.
__ADS_1
Anna mencoba makan sedikit demi sedikit dan segera menemui Syaza di ruang tamu bersama sang nenek.
Anna dengan sigap memberikan Syaza asi dan Syaza pun langsung tertidur.mungkin efek dari kecapean lantaran dari kemarin-kemarin rewel.
ibu mertua menatap Anna dengan iba,dia mengelus rambut Anna yang masih basah.
"maafin ibu an,ibu tidak bermaksud menyakiti mu.tetapi ibu tidak mau jika kamu terlalu larut dalam kesedihan nak.ikhlaskan suamimu,kelak kalian akan bertemu kembali."Anna hanya menunduk menetaskan air matanya.
"iya nak,hidup harus terus berjalan,Syaza membutuhkan mu.tolong kuat dan tegar demi anak mu"ucap bapak mertua Anna
Anna sudah bisa mengontrol emosinya,dia meminta diantar oleh Rani menuju ke pemakaman umum setempat.memasuki gerbang,Anna sudah menitihkan air mata nya.
"mbak,tolong jangan pingsan lagi.aku gak kuat mbak gendong mbak sendirian",pinta Rani polos dan hanya dijawab senyuman oleh Anna.
Anna melangkah menuju gundukan tanah yang masih baru dan dia tahu jika itu adalah makam milik suaminya.anna melihat batu nisan tertulis nama "RYAN PRADANA" deg..Anna seketika berhenti dan menatap batu nisan itu dengan tatapan kosong.
__ADS_1
Rani mencoba menuntun kakak ipar nya agar melangkah mendekat di samping makam kakaknya.
"assalamualaikum mas"ucap rani.anna hanya diam saja menatap batu nisan itu dengan sendu.walau berlinang air mata tetapi Anna tetap membaca doa untuk suaminya.
ketika akan pulang Anna meminta untuk difoto kan didekat makam sang suami.
Anna baru bisa mengaktifkan ponselnya setelah 3hari kehabisan baterai.
Anna lupa memberitahu teman-teman nya kalau suaminya telah tiada.anna akhirnya membikin story' di wa ataupun halaman Facebook nya.tujuan nya adalah untuk mempersingkat waktu memberi kabar kepada orang yang dikenalnya bahwa suaminya sudah meninggal(bukan alay/lebay ya)
"innalilahi,,, telah berpulang ke Rahmatullah suami saya yang bernama Ryan Pradana pada tanggal xx,,saya mewakili suami saya ingin meminta maaf kepada semuanya.jika memang selama hidup, suami saya ada salah yang di sengaja ataupun tidak disengaja.jika memang semasa hidup suami saya ada tunggakan hutang piutang tolong segera menemui saya, terimakasih.assallamuaikum"
.
jangan lupa bayar aku dengan vote kalian ya guys
__ADS_1
mampir juga di karya ku yang lain nya