
Hari ini tepat setahun usia Syaza,,Ryan sengaja mengadakan syukuran kecil-kecilan untuk putri semata wayangnya itu.
Syaza Tumbu menjadi anak yang sangat lucu,tubuhnya yang berisi,kulit putih dan rambut lurus sangat persis dengan ayah nya.
Syaza sedikit demi sedikit sudah bisa berjalan,kelucuan Syaza membuat orang tua Ryan selalu berkunjung kerumah mereka.untuk ayah Anna sendiri mungkin terlalu sibuk jadi tidak ada waktu untuk mengunjungi cucunya itu,tetapi Ryan selalu memberi semangat kepada istrinya untuk tidak selalu merasa sedih.
sudah sejak kemarin kakek dan nenek Syaza datang untuk membantu mempersiapkan segala keperluan acara syaza.anna sekarang pun sudah lebih pandai memasak,karena Ryan selalu bersama sang anak jadi Anna belajar memasak melalui telfon kepada mertuanya.tubuh Anna pun sudah kembali lebih kurus karena sengaja diet agar masih tetap terlihat cantik.anna ya tetap Anna selalu ingin tampil menawan di hadapan suaminya walau Ryan sendiri tak pernah mempermasalahkan nya.
keluarga Anna, keluarga Ryan,para tetangga dan beberapa anak yatim menghadiri tasyakuran syaza.anna sudah menelfon ayahnya untuk datang tetapi ayah Anna sedang berada di luar kota.acara berjalan dengan lancar,Syaza sangat lucu memakai gamis senada dengan bunda nya dan ayah nya pun memakai baju koko dengan warna yang sama pula.selama acara Syaza selalu berada di pangkuan ayahnya,pipi yang chubby semakin terlihat tatkala memakai kerudung.siapapun yang melihat Syaza dan ayahnya pasti tersenyum, karena pesona Ryan yang tak akan luntur walau sudah menjadi baoak-bapak.
"yah .yah..yah..mam.."ucap bocah itu kepada sang ayah sambil membawa roti
"iya sayang,ayah kenyang.syaza maem aja ya..cup"Ryan begitu telaten merawat buah hatinya itu .Anna selama ini iri dengan kedekatan keduanya.
"bunda mana nak,gak di kasih?"ucap Anna ikut bergabung bersama keduanya.
__ADS_1
"no..no..no..nda"Syaza sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"bunda nangis ya..huhuhu.."Anna berpura-pura menangis tetapi justru Syaza tertawa
"ih..jahat ih..Syaza gak sayang bunda ya udah bunda ngambek ya"
"anak kecil itu tahu bund,mana yang penyabar"ucap Ryan meledek Anna
"oh jadi bunda gak sabar ya,bunda jahat gitu iya yah?"Anna mencubit perut Ryan
setelah acara selesai tinggal mertua Anna yang berada di rumahnya.ryan menidurkan Syaza, sedangkan Anna dan ibu mertuanya beberes bagian dalam rumah dibantu oleh rani.sedangkan mas andik dan bapak mertua Anna berada diluar membersihkan sampah-sampah di jalan.
"ann, bagaimana kalau kamu dan Syaza ikut kami ke malang.nanti waktu Ryan libur kerja biar menjemput kalian kesana"tanya ibu mertuanya
"nanti saya tanya mas Ryan dulu ya Bu"ucap Anna ramah .
__ADS_1
"iya an,ibu masih sangat merindukan syaza."
tak lama kemudian Ryan keluar kamar dan Syaza sudah tertidur. Ryan menuju teras karena di dapur hanya ada para wanita.
Anna mengetahui suaminya keluar kamar segera menghampiri nya
"mas,mau makan lagi?"tanya lembut istrinya menghampiri Ryan yang duduk bersama bapak dan Andik di teras
"enggak nda,sudah kenyang"ucap Ryan tersenyum sambil menyentuh tangan istrinya.
"mas,ibu mau bicara sama mas Ryan.bisa ikut kedapur sebentar",Ryan mengikuti langkah istrinya menuju dapur menghampiri ibu dan adik perempuan nya.
jangan lupa bayar aku dengan vote kalian ya guys
mampir juga di karya ku yang lain nya
__ADS_1