
"hufff...semoga berhasil demi papa sama Mama,semoga diterima,aku kan perjuangkan Najwa terus sampai bisa menerimaku...?ngedumel sendiri
dengan perasaan yang takut akan ditolak,takut tak menerima perasaanya,dengan berat hati Enggar menghubungi calon istrinya.
Dret....dretttt.... ! ( Getar handphone najwa )
Enggar : naj.... aku tunggu kamu di koridor sekolah Sekarang, Ada hal penting yang ingin aku sampaikan !
"Hemmm ... !!! Enggar apa kamu masih kekeh dengan keputusan ini ? , kenapa jadi begini?kenapa semua terjadi, seseorang yang aku cintai entah ada dimana tak pernah ada kabar sedikitpun hilang bagai ditelan bumi" ( Dalam hati sambil berdiri dan melangkah ke koridor sekolah )
setelah beberapa jauh melangkah tiba tiba Seseorang menutup mataku dengan kain hitam.
"stttttttt .... ikuti aku naj !" bisik suara yang begitu familiar di telingaku
"bihan ...!!!" apa yang ingin kau lakukan ?
"sebentar lagi kamu akan tau sahabat ku, aku tak akan berbuat yang macam macam okey !" sambil melangkah ke depan
"3....2.....1.....!!!! " teriakan sahabat sahabatku seolah olah akan ada persembahan besar yang membuat ku tersadar bahwa bukan hanya aku dan naina,andin yang ada disini. Tiba tiba kain hitam yang menutup mataku dilepas oleh bihan.
Dan benar saja lagi lagi aku terpaku melihat Lelaki tampan memegang kue dengan lilin menyala di hadapanku.
ya dia Enggar serta sahabatnya laki laki yang akan menjadi suamiku,yang ada untukku hanya untuk memberikan kejutan ultahku walah sebenarnya hati ini bukan lah dia yang aku harapkan,namun Enggar lah yang mengingat ultahku.batin Najwa menyesal.
__ADS_1
Enggar what are you doing ....? tanyaku dan masih terkejut melihat begitu banyak mawar merah dan balon di sekeliling ku beserta orang yang paling aku cintai sedang mengulurkan kue ulang tahun yang begitu kecil untukku.
"Happy birthday sayang....!!!" sambil memelukku erat dan mencium keningku
Enggar Atmaja CEO E'A CORP
Dia adalah TUNANGAN sekaligus kakak kelasku, bahkan dia menjadi tunanganku jauh sebelum ia menjadi CEO muda seperti sekarang, dia adalah orang terpenting kedua dalam hidupku setelah ayah bunda meski masih dalam proses belajar menerimanya. Aku hanya memiliki ayah bunda dan keluarga Atmaja yang menerima kekurangan ku saat ini karna semua disita oleh bank, perusahaan ayah bangkrut ,dan hanya ayah bunda dan enggar di hidupku setelah kepergian kedua orang tuaku yang meninggalkan aku pada mang Jono juga istrinya yang saat ini merawatku hanya merekalah yang berada disisiku.
"Selamat ulang tahun Najwa !!!" teriak bihan sambil memelukku
"Thanks han !!!" memeluknya balik dengan mata berkaca-kaca, bihan adalah sahabat dari kecilku orang yang paling dekat dengan ku.
"Heiii... saat nya tiup lilin dan berikan potongan kue pertama untuk orang yang kau cintai ini sya !"potong Enggar. Membuat ku tersenyum malu dan memerah
"ahkkk... aku tak menyangka CEO muda di perusahaan E'A ini begitu pelit terhadap kekasihnya !",, sindiranku untuk ukuran kue yang begitu kecil darinya
"aaaakkkk !!!" sekarang giliran mu
"oh... ok .....!!" sambil memakan kue yang Enggar berikan
selang beberapa detik rasanya aku sedang memakan benda yang keras
segera ku keluarkan dari mulutku dan terlihat jelas yang keluar adalah sebuah cincin berlian mewah keluar dari mulutku
__ADS_1
Tanpa tau tiba tiba aku sadar enggar sedang berlutut di hadapan ku dan memegang kedua tangan ku dan cincin tersebut
"Najwa Dwi adapshi menikah lah dengan ku, aku bersumpah akan menjagamu, jadilah ibu dari anak anak ku, temani aku sampai habis umurku !!"
Kalimat Enggar yang spontan membuatku menjatuhkan air mata. Hari ini dia benar benar mengagetkan ku.
"Terima !! .... terima!!.....terima !!!!! "sorak semua sahabat ku"
Tanpa pikir panjang tentu saja aku menerimanya, siapa yang tak ingin menerima lamaran laki laki tampan yang awalnya tak diinginkan,dan aku haru belajar menerima cintanya.
"Tuan Enggar Jadilah suami untukku dan ayah untuk anak anak ku" !!! teriakku sambil mengulurkan jari manis ku untuk dipasangkan cincin berlian yang berada di tangan Enggar
"Enggar berdiri dan memelukku sambil berkata " Naj Terima kasih Karna sudah memilih ku" !!" Aku tak ingin kehilanganmu.
"Plakkk 3x...!!!!" ( tepuk tangan sahabat sahabatku memenuhi koridor sekolah )
Hari itu terasa seperti mimpi dan hari yang tak kan pernah aku lupakan. Sebulan setelah acara lamaran itu aku banyak menghabiskan waktuku memilih gaun pengantin, dekorasi pernikahan dan banyak mendiskusikan tentang pernikahan dengan mama kak Enggar.
Enggar memiliki seorang mama juga papah yang menyayangi nya dan aku sudah menganggapnya seperti bunda ku sendiri tak jarang aku dan mamanya sering shopping bersama dan menghabiskan akhir pekan ku bersama mereka di kediaman Enggar berhubung hari yang membuatku terlepas dari mata pelajaran.
like
commen
__ADS_1
vote
Bersambung....