Pernikahan Anak SMA

Pernikahan Anak SMA
9.khawatir,


__ADS_3

Enggar mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh dia sangat panik mendengar papanya jatuh sakit padahal tadi pagi papanya masih baik-baik saja saat dia melihatnya sangking paniknya dia sampai tidak fokus pada jalan saat menyetir dia tidak melihat bahwa lampu jalan sudah berubah menjadi merah dia langsung menginjak rem secara mendadak dia hampir saja menabrak orang yang berlalu lalang menyebrang jalan dan tak sengaja juga mobil di belakang pun menabrak mobil Enggar


"aaww.. ya ampun "lirih Enggar saat mobil di belakang menabrak mobilnya orang yang menabrak mobil Enggar tadi turun dari mobilnya menghampiri enggar


"tok.. tokk.. "suara ketukan dari luar kaca enggar menoleh ka arah suara ketukan tadi terlihat seorang wanita berdiri di luar sana


"hey lo ga bisa nyetir ya main rem mobil sembarangan aja,, keluar lo dari mobil " ucap wanita tersebut sambil mengetok kaca mobil enggar pun melepas sabuk pengamannya lalu keluar dari mobil.


"biasa aja dong lo yang nabrak mobil gue " ujar Enggar dengan kesal, wanita yang di depannya ini tidak terima dengan perkataan enggar langsung mengomeli enggar


"heh denger ya kalo lo ga ngerem ngedadak gue juga ga akan nabrak mobil lo tau ga"ujar wanita tersebut yang sama kesalnya


"liat nih mobil kesayangan gue lecet gara-gara lo "ucapnya sambil menunjuk ke arah mobil yang lecet enggar menghela nafas beratnya " "ok gue akui kalo gue emang salah gue minta maaf karena ngerem ngedadak tapi bukan mobil lo aja yang lecet disini mobil gue juga lecet kali"balasnya yang semakin kesal di buatnya


"maaf.. maaf pokoknya gue ga mau tau lo harus ganti rugi ..sini ktp lo mana "ujar wanita tersebut lalu minta ktp Enggar, Enggar memutarkan bola matanya karena kesal

__ADS_1


"mana buruan sini "ucapnya lagi Enggar pun menuruti keinginan wanita tersebut dia lalu mengambil ktp di dalam dompet .


"nih ktp gue "ujarnya sambi menyerahkan ktpnya


"ktp lo gue tahan.. lo beruntung kali ini karena gue lagi sibuk jadi gue akan bebasin lo kali ini semua tagihan mobil di bengkel nanti gue kirim ke alamat rumah lo ...makannya kalo nyetir tuh yang bener pake mata jangan pake dengkul "ucapnya setelah mengambil ktp enggar lalu pergi dengan begitu saja setelah mengejek enggar .


"hey lo.. dasar lo ya cewe aneh "teriak enggar sambil menunjuk ke arah mobil yang sudah melaju jauh.


"iiissshhh.... hari ini gue sial banget sih hampir nabrak di tabrak ktp gue di ambil aaaarrggghhh"gumamnya sambil memegang kepalanya, lalu Enggar kembali memasuki mobil dan melaju menuju rumah sakit .


dia buru-buru keluar dari mobil berlari ke arah pintu disana Najwa melihat stiker warna merah yang di pasang di depan pintu yang bertanda "disita oleh bank " matanya tidak percaya dengan apa yang dia liat dia langsung masuk kedalam rumah betapa terkejutnya dia melihat semua stiker di seleruh penjuru rumah.


"ayah... bunda.. kalian dimana.. ayah.. bunda "najwa berkeliaran di dalam ruangan mencari kedua orangtuanya di seluruh rumah


"kalian pasti bercandakan sama aku ini semua bohongkan pasti kalian cuma mau ngerjain aku aja kan yah bunda "suara najwa memenuhi ruangan yang kosong ini dari arah belakang seseorang menghampiri najwa .

__ADS_1


"non tuan sama nyonya udah pergi "suara seseorang di belakang najwa, najwa langsung membalikan badanya


"mang jono "sahut najwa saat melihat orang yang berbicara di belakangnya yang ternyata mang jono pengurus rumahnya


"mang kenapa semuanya bisa kaya gini kenapa semua stiker merah ini di tempel di rumah kita mang terus kenapa bunda sama ayahh juga harus pergi ke Amerika tolong jelasin semuanya sama aku apa yang terjadi"tanya najwa kepada mang jono, mang jono menunjukan ekspresi yang perihatin dan mulai menjelaskan apa yang terjadi semuanya kepada najwa .maafin mang Jono non ini cuma rekayasa tuan dan nyonya agar non Najwa cepat menikah dengan den Enggar,dalam hati


"jadi perusahaan ayah bangkrut gara-gara papah kalah tender "ulang najwa setelah mendengar penjelasan dari mang jono


"iya non dan hutang tuan sama bank terlalu besar sehingga semua properti aset rumah dan semua isiniya disita oleh bank non cuma mobil saja yang non punya satu-satunya yang tidak disita oleh bank "lirihnya, najwa tidak bisa berkata apa-apa dia hanya diam terpaku najwa masih tidak percaya dengan apa yang di alaminya ini semua bagaikan mimpi buruk baginya dia terduduk lemas pikirannya entah kemana dia tidak bisa memdengar perkataan mang jono satu pun dia tidak tahu lagi harus bagaimana.


Bersambung...


like


commen

__ADS_1


vote


__ADS_2