Pernikahan Anak SMA

Pernikahan Anak SMA
17.Kehujanan


__ADS_3

KEHUJANAN??


Sepanjang istirahat berlangsung, mereka sama sekali tak tergerak untuk pergi ke kantin, mereka berdua malah larut dalam kegiatan membaca buku. Mereka berdua juga sama – sama tidak mengeluarkan suara sedikit pun hingga akhirnya bell masuk pun berbunyi yang mengharuskan mereka menghentikan kegiatan membaca buku. Mereka pun secara bersamaan bangkit dari bangku dan langsung membuat keduanya menoleh secara bersamaan pula.


“Em, aku permisi,” ucap najwa dengan kepala tertunduk lalu langsung keluar dari perpustakaan untuk mengikuti kelas selanjutnya. Tak ingin terlambat masuk ke kelas juga, Najwa pun segera keluar dari perpustakaan menuju kelasnya.


Saat jam pulang tiba, bel pun berbunyi… tentunya semua murid pun berhamburan ke luar kelas mereka menuju keluar sekolah. Dan saat ini, Najwa tengah menunggu bus di halte. Namun tak lama, bukannya bus yang datang, malah Viola dan teman – temannya yang melewatinya dengan mobil mewah yang tengah dikendarainya. Mobil Viola berhenti tepat di hadapan Najwa, ia langsung membuka kaca mobilnya setelahnya.


“Hai cupu, maaf ya tadi pas istirahat gue gk sempet gangguin lo… pasti kangen ya, yaudah deh kalo gitu biar sekarang aja gue ganggunya, iya gk girls!” ucap Viola pada Najwa dan teman – temannya yang berada di dalam mobil.


“gue setuju, kasian tuh mukanya melas minta di ganggu, udah lah sekarang aja..” sambung Vena, teman Viola yang saat ini juga berada di dalam mobilnya.


“oke deh, gue juga udah gk tahan nih. Bel, cepet kasih.” Ucap Viola yang langsung menutup kaca mobilnya.


“oke,” balas Bella yang langsung membuka kaca mobil belakang yang menyiram najwa dengan es teh manis.


Biola ,Vena,juga Bella adalah cewek yang bar bar ,yang suka ngebully teman teman lainya apa lagi nyangkut masalah Enggar Atmaja pasti jadi Mak lampir .


“Ah!” pekik Najwa saat bajunya basah tersiram es tersebut. Viola pun langsung pergi meninggalkan Najwa yang basah karena siraman Bella.


“untungnya aku belum mengganti seragam,” gumam Najwa sambil tersenyum miris. Dengan cepat, najwa pun langsung bergegas pergi ke pom bensin untuk mengganti seragamnya terlebih dahulu.


Setelah mengganti seragam najwa pun langsung kembali ke halte dan baru teringat bahwa sekarang ia akan pulang ke apartemen Enggar, bukannya ke ruamhnya. Sedangkan ia masih belum mengetahui lokasi lebih jelas apartemen milik Enggar tersebut. Akhirnya mau tak mau Najwa pun langsung mengambil ponsel dari tasnya untuk menghubungi Enggar. Namun saat ia mengecek kontaknya, ia baru teringat pula bahwa dia belum mempunyai nomor Enggar. Dan saat baru aja Najwa ingin menghubingi Bi Mina, ponselnya tiba – tiba ponselnya mati. Najwa berusaha menghidupkan kembalai ponselnya, namun nihil. Sepertinya ponsel Najwa sedang kehabisan baterai total saat ini.


“kenapa begini?” Tanya najwa pada dirinya sendiri. Ia tak mau pulang ke rumahnya karena pasti akan dimarahi oleh kedua orang tuanya. Terlebih lagi Najwa juga tidak mengingat nomor telepon siapapun saat ini. Akhirnya Najwa pun memutuskan untuk berjalan kaki menelusuri jalanan yang ia lewati tadi pagi agar sampai di apartemen. Mengapa ia tidak naik taksi saja? Alasannya ya karena Najwa tak tahu lokasi apartemen milik Enggar. Menuruhnya, ia akan lebih mudah ingat arah pulang jika ia berjalan kaki.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan najwa tidak pernah mengeluh lelah sedikitpun. Terkadang ia berjalan dengan senyum yang menghiasi bibir ranumnya. Jarak dari sekolah ke apartemen Enggar memang sangatlah jauh. Terbukti bahwa tadi pagi ia hampir saja telat masuk sekolah karena ia belum mengetahui betapa jauhnya jarak tersebut. Mungkin kalian tidak akan percaya, namun Najwa sudah berjalan sekitar 2 setengah jam. Dan ia mulai merasa langit sudah semakin gelap. Sepertinya sebentar lagi akan turun hujan.


“Ah, ini sudah mulai gerimis, tapi kurasa ini sudah tidak jauh lagi,” gumam Najwa yang tetap melanjutkan perjalanannya untuk pulang di tengah gerimis yang sudah mulai membesar.


“tidak apa, aku akan menggantinya ketika sampai,” ucap najwa pada dirinya sendiri saat tubuhnya akan kuyup terguyur oleh air hujan.


Disisi lain…


“kemana dia?” Tanya Enggar pada dirinya sendiri saat menyadari bahwa istrinya belum kunjung pulang.


Enggar sudah berkali - kali menelpon Najwa, namun tidak ada jawaban sekalipun. Tunggu, dari mana Enggar mendapatkan nomor milik Najwa? Jawabannya adalah dari Rianna,tantenya. Kemarin, Rianna mengirimkan pesan kepada Enggar berupa nomor Najwa. Mungkin sang tante tau bahwa ia tidak berniat untuk menanyakan hal tersebut pada Najwanya langsung.


Dengan geram, Enggar pun langsung mengambil kunci mobil dan segera keluar dari apartemen berniat untuk mencari Najwa. Namun saat ia sudah berada di dalam mobil, ia baru teringat bahwa kemana ia harus mencari Najwa? Ah, dengan cepat mau tak mau enggar pun bertanya pada sang bunda dimana Najwa ngumpul sama sahabatnya. Ia langsung mencari nomor sang bunda di kontaknya.


“hallo sayang, ada apa nak?” Tanyanya dari seberang sana saat panggilan mulai terhubung.


“loh, Enggar?! Kamu tidak tahu dimana istrimu bermain dengan sahabatnya?” kagetnya yang membuat Enggar menghela nafas kasar.


“dimana?” Tanya enggar menuntut jawaban dari sang mamah.


“dia pasti kerumah naina di tempat yang sama denganmu saat ini nak,” jawabnya yang membuat Enggar terbelalak kaget mendengarnya. Memang belum lama ia tinggal di apartemen nya, tapi ia sama sekali tidak melihat sosok najwa di diapartemenya.


“terima kasih,” ucap Enggar lalu mengakhiri panggilan. Ia langsung menancapkan gasnya menuju arah yang diberitahukan sang bunda.


Dan benar saja, saat di perjalanan menuju arah apartemen, ia melihat sosok najwa yang sedang berjalan dengan basah kuyup karena hujan yang saat ini begitu derasnya. Langsung saja Enggar memberhentikan mobilnya tepat di depan najwa yang membuat sang empunya terkejut bukan main. Setelah itu, Enggar keluar dari mobil dengan payung dipakainya yang membuat najwa semakin dikejutkan.

__ADS_1


“sedang apa kau di sini?!” bentak Najwaa yang sudah kalut melihat tubuh sang istri yang begitu basah kuyup. najwa yang dibentak pun langsung menundukkan kepalanya takut.


“p-pulang,” balas Najwa takut – takut dan memundurkan dirinya dari Enggar.


“apa kau bodoh?! Mengapa tidak memakai taksi?!” ucap Enggar lebih meninggikan suaranya yang membuat air mata najwa lolos dari pelupuk matanya tanpa ia kehendaki.


“m-maaf,” hanya itu balasan dari Najwa. Ia terlalu takut pada Enggar yang sedang meradang saat ini.


“cepat masuk ke dalam, sial*n!” ucap Enggar yang membuat Najwa pun membelalakkan matanya tak percaya. Ia pun langsung masuk ke dalam mobil. Setelah itu, barulah Enggar mauk ke dalam mobil dan langsung melajukan mobilnya pulang ke apartemen.


Sesampainya di apartemen, mereka berdua pun langsung masuk ke dalam kamar. Di sana, Najwa juga bergegas mengambil pakaian gantinya dan masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Enggar, saat ini ia sedang berpikir keras di sofa. Ia benar – benar tidak pernah melihat wajah Najwa sedang disekolah,apa dia sedang sibuk dengan yang lainya hingga aku tak pernah jumpa dengan disekolah. batin enggar 🤔🤔🤔. Enggar pun langsung bangkit dari sofa dan berjalan menuju balkon kamar untuk menenangkan emosinya yang kini tengah berada di puncak. Sementara najwa, setelah selesai berganti pakaian sekaligus membersihkan diri, ia keluar dari kamar mandi dan menemukan Enggar yang sedang berdiri sambil menyanggahkan kedua lenganya di pegangan balkon. najwa yang sangat merasa bersalah pun akhirnya menghampiri Najwa berniat untuk meminta maaf.


“hm, Enggar… maafkan aku,” cicit Najwa yang sontak membuat Enggar menoleh menatapnya.


“…” Enggar tak menjawah pandangannya juga ia alihkan ke arah langit malam yang tengah turun hujan deras.


“aku benar – benar minta maaf,” ucap najwa sambil menunduk dengan air matanya yang turun membasahi pipi putihnya.


bersambung.......


like


commen


vote

__ADS_1


😴😴😴😴😴😴😴


__ADS_2