Pernikahan Anak SMA

Pernikahan Anak SMA
15.MENIKAH


__ADS_3

Menikah


"congratulation Baby....." Teriak seseorang dari depan pintu yang tak lain adalah sahabat sehidup sematinya Melisa,naina juga andin.


"Thanks Din,na,mel....."


"Akhirnya temen aku ketemu jodohnya juga...."


" Alhamdulillah...."


"Kalau udah jodoh mah emang gak bakalan kemana ya...ketemu seminggu langsung di lamar aja,,tapi banyak cobaany ...apa lagi calon suami Lo kakel kita juga seorang CEO ganteng pula..."


Najwa hanya tersenyum mendengar Andin mengoceh. Ya meskipun Andini adalah sahabat dekatnya Najwa tak menceritakan tentang rencana nikah kontrak mereka. najwa hanya mengatakan kalau ia dan Enggar tak ingin melalui masa penjajakan dengan berpacaran. Mereka akan melakukannya setelah mereka menikah nanti. Sebenarnya itu hanyalah sebuah alasan untuk menutupi keganjilan pernikahan yang di adakan secara mendadak .


Enggar serta Najwa memiliki kesepakatan untuk menikah kontrak tanpa kedua orang tua dari mereka Tiada yang tau,namun Enggar tetap akan berjuang untuk mendapatkan hati Najwa sebelum masa kontrak habis.


Acara akad nikah berjalan sangat sakral. Meski ini hanya pernikahan kontrak tapi pernikahan ini asli dan benar adanya. Bahkan pernikahan yang mereka lakukan Syah di mata hukum dan juga agama. najwa berpikir biarlah sekali saja ia pernah merasakan menikah agar suatu saat nanti tak ada orang yang mencela statusnya. Sementara Enggar ia hanya ingin menghilangkan ganjalan yang sudah selama beberapa bulan ini ada dalam hatinya.Ia ingin tak merasa bersalah lagi pada Najwa.


Kini mereka telah Syah menjadi sepasang suami istri tapi jangankan untuk memikirkan pergi bulan madu untuk malam pertama saja mereka tak tahu harus melakukan apa. Sesuai dengan perjanjian mereka bahwa kontak fisik itu tidak di perbolehkan.


Acara pesta pernikahan yang di gelar sederhana dan hanya di hadiri oleh orang-orang terdekat mereka saja pun berakhir. Najwa memamg meminta kepada ayahnya untuk tidak mengundang semua rekan bisnisnya. Biarlah pernikahan Najwa ini hanya menjadi pernikahan yang tak perlu banyak orang yang tahu apalagi orang-orang yang tidak mengenal dirinya.


Malam ini Najwa merasa bingung harus tidur dimana. Tidak mungkin Najwa dan Enggar tidur di tempat tidur yang sama dan lebih tidak mungkin lagi jika mereka harus tidur di kamar yang berbeda. Itu pasti akan menimbulkan kecurigaan orang rumah.


"Kenapa kamu seperti orang bingung gitu sih ...?!" Enggar yang heran melihat sikap Najwa tak bisa menahan untuk bertanya.


"Jadi malam ini...kita tidur disini...?!"Najwa malah balik bertanya pada Enggar.


"Ya iyalah.... hei istriku ini kan malam pertama kita...!!!" Enggar yang melihat kebingungan di wajah Najwamalah tak tahan ingin menggoda najwa.


"Kamu harus ingat dengan perjanjian kita ya kak...bukannya kita sudah sama-sama setuju untuk tidak merugikan salah satu di antara kita...kali kita tidur bersama malam ini itu sudah bisa di pastikan kalau aku yang akan rugi ..." Najwa terus saja nyerocos seperti sepeda yang remnya blong.


"Memangnya kalau kita tidur di kamar yang sama dan di atas satu tempat tidur akan ada di antara kita yang di rugikan...?!"


"Hmmm...hmm...ya gak juga sih yang pentiiiing...kakak jangan deket-deket aku ya tidurnya...."


"Iya.... lagian tempat tidur ini luas naj...asal jangan kamu aja yang mepet-mepet..."


"Oke kita bikin pembatas ya pake bantal guling ini..."


"Iya...lagian aku juga gak ada niat untuk ngulang kejadian dua minggu lalu sama kamu kok...udah ada wanita yang aku inginkan untuk melakukannya ,..."aku ingin tau perasaan kamu sama aku naj🙄🙄batin


Dengan Najwa berkata seperti itu najwa bisa mengerti bahwa Enggar sudah memiliki kekasih dan mungkin itu salah satu alasan enggar, mengapa ia juga tak memberi tahu keluarga dan teman-temannya tentang pernikahan kami. Hanya ayah Enggar saja yang menghadiri acara pernikahan kami.


Najwa memang tak mengenal Enggar lebih jauh. Selain Enggar adalah laki-laki yang sudah berstatus suamiku dan Enggar adalah kakel juga seorang CEO muda tak ada lagi yang Najwa ketahui tentang laki-laki yang sekarang sudah resmi jadi suaminya.

__ADS_1


"Bagus dong kalau kaya gitu...tapi kalau dia tahu sekarang kamu menikah apa dia gak akan marah ...?!" najwa kepo tentang kekasih enggar.


"Makanya aku mohon sama kamu jangan sampai ada orang lain tahu kalau kaku adalah istriku jika nanti kita sudah masuk sekolah kembali ya....?!"


Ternyata benar enggar ingin menyembunyikan pernikahannya dengan najwa. Jadi sekarang keadaannya memang Enggar ingin memenuhi keinginan orang tua atas perbuatannya beberapa bulan yang lalu. Enggar tak ingin Najwa seumur hidupnya menjauh dan meninggalkan dirinya,dengan cara seperti ini Enggar bisa dekat dengan Najwa meski belum menerima dirinya. Tapi jika status najwa berubah menjadi janda pasti laki-laki mana saja tidak akan bernegosiasi,namun aku tak ingin melepasnya akan aku ikat selamanya apapun caranya .


"Oke...cuma setahun mah kayanya aku bisa untuk tutup mulut..."


"Aku percaya sama kamu Naj.."


Ada rasa hangat yang menjalar hingga ke relung hati Najwa saat Enggar mengatakan bahwa ia mempercayai Najwa.


"Mau aku atau kamu dulu yang mandi kak...?!" Tanya najwa pada lelaki yang dari tadi duduk di bangku kecil yang berada di dalam kamar najwa.


"Kamu duluan aja....aku mau nelpon dulu..."


"Oke...."


Najwa memang sudah sangat gerah dengan riasan yang di kenakannya. Dengan membawa semua pakaian gantinya Najwa pun bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Ia langsung menyiramkan air pada tubuhnya yang sudah sangat lengket karena keringat. Ia juga mencuci rambutnya. Najwa yang biasanya mandi hanya sebentar kali ini ia ingin lebih lama mengguyur badannya dengan air yang dingin. Lebih dari tiga puluh menit Najwa berada di bawah guyuran air. Dan saat di rasa kalau tubuhnya sudah segar Najwa cepat-cepat mencari handuk untuk mengering badannya. Tapi Najwa bingung karena tak menemukan handuknya. Ia yakin kalau tadi ia sudah mengeluarkan dua handuk dari dalam lemarinya tapi kenapa saat ia hendak memakainya handuk itu malah tidak ada.


"kak...! kak Enggar..." Dengan perasaan tak enak Najwa terpaksa meminta tolong pada Enggar.


"Apa..." Jawab Enggar dari balik pintu kamar mandi.


"kak di atas tempat tidur ada handuk gak......?!"


"Ada...emang kenapa...?!'


"Bisa minta tolong...?!"


"Minta tolong apa....?!"


"Bawa handuk itu kesini...!"


"Kesini kemana...?!"


"Simpen aja di depan pintu nanti kamu langsung berbalik badan ya ...?!"


"Iya...." Enggar tak ingin lagi menggoda Najwa yang suda pasti sedang kedinginan di dalam sana.


Enggar melangkah mengambil handuk untuk Najwa lalu meletakkannya di depan pintu kamar mandi sesuai dengan apa yang di perintahkan najwa laluenggar pun membalikan badannya.


"Handuknya udah aku simpen depan pintu ya naj...."


"Iya makasih ya kak..."

__ADS_1


najwa berjalan mendekati pintu dengan buru-buru karena dingin. Saat najwa sudah dekat dengan gagang pintu tiba-tiba kaki Najwa terpeleset dan najwa seketika menjerit "awwww...." Dan kini ia terjatuh di dalam kamar mandinya.


"Kami kenapa naj..." Enggar kembali berbalik mendengar jeritan najwa.


"Aku gak apa-apa kak...cuma kepeleset..." najwa berusaha untuk bangun tapi sepertinya kaki najwa terkilir jadi Najwa menjerit lagi saat kakinya terasa sakit.


"Awwwww...."


"Kenapa lagi naj....?!"


"Kaki aku kekilir kak...."


"Mau aku bantu...?!" enggar menawarkan diri tulus untuk menolong najwa.


"Gak usah kak..." Karena rasanya tak mungkin enggar harus masuk menolongnya yang sedang tanpa pakaian sehelaipun.


"Serius naj...?!"


"Iya kak.....makasih..."


enggar pun kembali duduk di tepi ranjang tapi perhatiannya tidak terlepas dari pintu kamar mandi yang sudah cukup lama dari sejak najwa bilang kakinya terkilir masih belum juga terbuka.


Enggar lalu mendekati kamar mandi dan memanggil najwa untuk memastikan bahwa najwa baik-baik saja.


"lnaj..najwa...apa kamu baik-baik saja...."


"Enggak kak....aku gak bisa gerak...kaki aku sakit..."


"Aku bantu ya....?!"


"Tapi.....tapi...aku..." Ucapan Najwa tak bisa ia teruskan. Rasanya terlalu sulit untuk najwa menggambarkan keadaannya.


Tanpa menunggu persetujuan dari najwa dengan perasaan canggung dan handuk di tangannya enggar langsung masuk menerobos kamar mandi. Di lihatnya najwa yang terang terduduk tak berdaya dengan keadaan yang sangat menggoda.


najwa yang kaget karena enggar menerobos masuk merasa sangat malu dengan keadaannya. Ia tak berani menatap wajah lelaki di hadapannya. Tanpa berbicara apapun Enggar lelu membungkus tubuh najwa dengan handuk dan menggendong najwa hingga sampai ke atasa tempat tidur. Ada rasa aneh dalam hati Enggar sehingga ia tak bisa berpaling menatap wajah najwa sedangkan Najwa yang sadar di pandangi oleh pria yang sedang menggendongnya tak berani untuk menatap balik wajah pria itu.


"Cantik..." Gumam enggar tanpa di sengaja.


Mendengar Enggar mengatakan sesuatu yang tidak terdengar jelas Najwa pun mengangkat wajahnya. Dan seketika pandangan mereka saling bertemu. Dengan jarak yang sangat dekat mereka saling memandang. Mata bertemu mata dan membuat hati mereka berdebat saling bersahutan. Saling tatap itu terjadi cukup lama seolah dari masing-masing mereka ingin merasa puas saling menatap wajah.


Bersambung....


like


commen

__ADS_1


vote


makasih udah mampir


__ADS_2