Pernikahan Anak SMA

Pernikahan Anak SMA
Proses 40


__ADS_3

Pesawat Garuda tiba di Bandara Sultan Babullah, Nina dan kedua orang tuanya transit ke Bandara Oesman Sadik menggunakan pesawat Sriwijaya Air. Hanya 45 menit berada di udara, pesawat Sriwijaya Air tiba di Bandara Oesman Sadik.


Dag Dig dug, seperti itulah detak jantung Nina saat menginjakan kakinya di Bandara Oesman Sadik. Hampir tiga bulan dia di Makassar, menjalani operasi hingga tetapi bahkan sampai pemulihan di sana. Akh, dia benar benar sudah tidak sabar bertemu suaminya, Iki.


"Sedang apa Iki sekarang?"


"Apa dia baik-baik saja?"


"Apa cintanya masih untuk Nina? Atau_"


Akh, pertanyaan itu berhasil membuat Nina terus berjuang untuk segera melewati masa pemulihan. Hingga dia berhasil berada pada titik kesembuhan. Terus menarik senyum, dia sudah tidak sabar bertemu Iki.


"Mama, kok belum nyampe nyampe juga sih, Ma!" ketus Nina. Boleh dikata baru dua menit dia naik mobil.


"Baru juga juga dua menit, kamu udah ngeluh. Sabar, Sayang. Iki nggak kemana mana, paling dia dia warkop sekarang," celetuk Mama Sarah.


Cengir kuda, Nina segera membuka kaca jendela. Tepat saat ia akan memejamkan mata, dia melihat Iki tak mengenakan seragam sekolah. Boleh dikata sekarang masih jam sekolah, pukul sebelas pagi. "Itu Iki apa bukan ya," gumam Nina dalam hati.

__ADS_1


Untuk memastikan, Nina menghubungi Iki namun panggilannya ditolak. "Kok di tolak?" batin Nina.


Perasaan tak nyaman menyelimuti dirinya, ingin segera dia cepat sampai di warkop. Setibanya di sana, dia melihat Iki sedang duduk bersama seseorang yang Nina kenal, dialah Sukini, adik kandung Nina yang tadi dibonceng Iki. Cemburu, Nina merasakan itu. Dia cemburu melihat Iki membonceng Sukini. Apalagi tadi dia melihat Sukini memeluk erat Iki seperti pasangan kekasih.


"Nina, kamu nggak mau turun?" Mama Sarah menatap Nina. Mama Sarah ingin turun memeluk Sukini tapi kejutan untuk Iki akan gagal bila Mama Sarah turun lebih dulu.


"Sampai rumah saja, Ma. Nanti Sampai di rumah baru kita hubungi Iki dan Sukini," balas Nina beralibi.


Mengangguk tanda setuju, Mama Sarah meminta supir Taxi untuk membawa mereka ke kompleks BTN Sirna. Sementara masih di area warkop, Nina menghubungi Iki namun tak jua di jawab. Nina melihat dengan jelas Iki tertawa bersama Sukini di depan warkop.


Lima menit berlalu, akhirnya Taxi yang dinaiki Nina dan keluarga sampai di alamat tujuan. Tanpa membantu Papa Nawan, Nina dan Mama Sarah masuk ke dalam rumah. Nina langsung ke kamarnya, kamar terlihat berantakan. Menghela napas berat, Nina membersihkan kamarnya. Cukup lelah dan akhirnya dia memilih mandi sebelum menghubungi Iki.


"Kenapa nggak bilang kalau kamu pulang hari ini?" tanya Iki. "Nggak perlu di jawab, aku sudah tahu jawabnya." Memeluk Nina, namun Nina tak membalas pelukannya.


"Kamu nggak kangen aku?" Iki melerai pelukannya lalu menatap manik mata Nina.


"Untuk apa?" Nina membalas tatapan Iki.

__ADS_1


Terdiam, Iki menjauh dari Nina. Dia duduk di sisi tempat tidur. Terbesit tanya dalam benaknya, kenapa Nina bersikap seperti saat ini. Bukankah semalam mereka masih melepas rindu lewat panggilan video.


"Nina, tadi itu saat kamu telepon, ponselku ada sana Sukini. Aku nggak tahu kamu telepon jadi__"


"Kenapa harus Sukini yang tahan?" tanya Nina tanpa ekspresi.


"Apa kamu marah lantaran itu? Jawab aku, Nina." Iki kembali menatap Nina.


Tanpa menjawab, Nina berlalu ke kamar mandi. Dia keluar dan mendapati Iki masih di sisi tempat tidur. Mengabaikan Iki, Nina keluar menemui orang tuanya. Di depan kamar dia berpapasan dengan Sukini.


"Cari siapa?" tanya Nina pada adiknya itu.


"Ada Kak, Iki?" tanya Sukini mulai acuh tak acuh.


"Ada. Kenapa memangnya?" tanya Nina mengintrogasi.


"Sukini, kenapa, Dek?" tanya Iki yang tiba-tiba nongol.

__ADS_1


"Kita jadi ke bioskop kan, Kak?" tanya Sukini.


Iki terdiam, sementara Nina langsung ke lantai satu. Cemburu, Nina cemburu sekali. Memang benar, Bioskop baru diresmikan dua pekan lalu, dan Nina berencana mengajak Iki pergi nonton bersama. Mendengar Iki mengajak Sukini, Nina jadi menyesal kembali ke Bacan.


__ADS_2