
Tampak seorang perempuan manis tengah tertidur pulas di ranjang pink miliknya, ia tidak sadar bahwa hari ini adalah hari pertamanya dia masuk ke sekolah karna sudah beberapa hari meliburkan diri.
Tok Tok Tok!
“najwa ,,enggar!! Bangun! Hari ini kan, hari dimana waktu masuk sekolah, sayang!” teriak mama kepada anak dan menantunya. Ini adalah Mamaku tersayang. Dia itu wanita yang tidak bisa ditukar dengan apapun,tanpanya aku jadi apa,walau aku sudah memiliki setatus istri , Mama tetap selalu Overprotective terhadapku.
Aku terbangun dengan keadaan tidak bermoral dengan rambut yang begitu berantakkan, aku mengusap air liurku dengan pelan. “Apaan sih, Mah?” kesalku yang merasa terganggu di dalam tidur pulasku.
“Hari ini kamu masuk sekolah loo!! Bangun!!” teriak Mama makin nyaring, membuatku tersentak kaget, lalu melihat jam weker milikku.
Mataku membulat sangat lebar, “Mama kenapa gak bangunin Najwa sama kak Enggar sih?” aku lekas ke kamar mandi saat melihat jam weker menunjukkan pukul setengah tujuh pagi.
“Sudah minum susunya?”
“Sudah, Mah...”
“Sudah bawa bekalnya, kan?”
“Sudah,”
“Nanti disana-”
“Mah, aku pergi dulu yaa... Sudah ditungguin sama Pak Suharto tuh daritadi soalnya,”kami tak berangkat bersama sama sebab takut jadi bahan gosip.
“Iya, sayang! Jangan lupa di makan bekalnya! Hati-hati di jalan.”
“Iya, Mah. Bye!”
"enggar!!” teriak Richard,kevin, Rocky membuat telinga Enggar terasa berdengung seketika.
Enggar melempar tatapan sinis ke arah sahabatnya itu, “kalian Kan gue udah katakan berkali-kali, jangan teriak di teliga gue, beneran deh bentar lagi kayaknya gue bakalan congek karena elo.” Kesal enggar, lantas memukul cukup keras lengannya karena perasaan kesal miliknya yang sudah memuncak.
“Maaf deh,” kekehnya pelan. “Tapi, nggar! gimana jika murid murid lain mengetahui hubungan Lo sama najwa” saat mendengar lanjutan dari ucapannya enggar hanya bisa mengernyit pelan.
“Huh?”
“Sumpah, nggar! Katanya nih, gue dengar dari desas-desus anak-anak yang lain, cewek yang suka ngejar Lo itu akan selalu ngejar Lo Sampai mendapatkan cinta lo...” ujarnya terlihat begitu excited.
enggar menarik nafas dengan dalam, lalu membalas tatapan lekat miliknya yang begitu excited itu. “terus?” singkat, padat, dan jelas. Hanya itu yang bisa terucap dari bibir seorang pangeran dingin.
Wajah kevi, Richard juga Rocky yang awalnya bersina langsung padam saat mendengar balasan singkat dari enggar. “Ih! enggar lo tuu selalu aja gak seru kayak gini, deh...” ia terlihat begitu kesal.
Wali kelas kami, sepertinya datang lebih awal dari biasanya. Bu Renata tersenyum seperti biasanya, dengan warna lipstick menor miliknya yang selalu ia gunakan sehari-hari, selalu dapat mengalihkan pandangan kami secara tidak langsung. “Selamat pagi, murid-murid!” sapa beliau. “Sesuai perkataan Ibu kemarin malam, hari ini kita akan mengerjakan ulangan harian, saya harap kalian bisa mengerjakan dengan baik dan yang berisik,”faham.
Baru saja ia menginjakkan kaki miliknya itu, di antara perbatasan luar kelas dengan dalam kelas. Seketika langsung terdengar suara teriakan histeris, dari kaum hawa kelas kami yang memuja ketampanan miliknya. Aku hanya menatapnya dengan diam.
“Widihh, manis banget...”
“Buruan di embat, cuy...”kata temen sekelasnya
“Minta nomor hp-nya, kak!”ucap cewek itu
enggar terlihat melirik ke arah kanan dan kiri, males berada dalam kelasnya. Tapi, sepertinya di kelas ini mudah untuk keluar kelas dan bolos sekolah,Enggar mencari jalan keluar. enggar terdiam, rasa malas dan kesal menghantui perasaanku. “Pokoknya jangan sampai gak bisa keluar.
“enggar!! Kamu dengar tidak yang saya bilang tadi?!” geram beliau meneriakinya, membuat lelaki dingin itu terlonjak kaget. Ia merasa terpojok.
__ADS_1
“Y-ya, Bu?” bingungnya.
Enggar melamun hingga tak mendengarkan penjelasan sang wali kelas selain membicarakan tentang ulangan harian juga kedatangan murid baru.
Bu Renata terlihat tersenyum tipis dan itu terlihat tidak baik, mungkin pertanda buruk bagi seorang pangeran dingin sepertinya, “Mulai sekarang Safira damian akan duduk di sampingmu, kamu harus baik padanya, dan ajak dia berkeliling sekolah saat istirahat nanti,” lelaki seperti dirinya membawa keliling seorang wanita yang tidak ia kenal? Mimpi apa dia semalam? enggar kaget saat mendengar perintah miliknya. “Tapi, Bu...”jika Najwa melihat bisa menjadi masalah dalam hubunganku dengannya,jadi rumit abis ni.batin🙄🙄🙄
"shiiit..pelan
“Tidak ada tapi-tapi an, ikuti perintah saya, atau kamu ingin mengelilingi lapangan lagi?” enggar mengangguk pelan, tanda mengerti.
“Baik, Bu...”
“safira, sekarang kamu bisa-” namun belum sempat Bu Renata menyelesaikan ucapannya, safira dengan cepat langsung nyelonong ke arah meja yang di tunjuk olehnya.
Beliau hanya bisa menggeleng pelan, “Baiklah, mari kita lanjutkan materi kemarin malam!” ucapnya lantang.
Aku memperhatikan gelagat laki-laki yang menjadi teman sebangku ku ini, terlihat dingin dan cuek. Tapi mau tidak mau, harus kenalan dulu. “Gue safira damian, lo bisa panggil gue safira atau fira.” Aku menyodorkan tangan kananku untuk berkenalan dengannya. Tapi, ia malah mengacuhkan tanganku ini. Benar-benar laki-laki bersifat dingin.
“enggar.” Cueknya, membuat darah tinggiku meningkat.
“Dasar! Kayak es batu banget sih, eh- nggak deh! Kayak batu. Diam, cuek, di tambah dingin. Udahlah paket komplit laki-laki drama.” Gumamku benar-benar pelan.
Ia menatapku tiba-tiba, “Apa lo bilang, barusan?”
“Apa?” aku balas bertanya dengan nada yang sedikit meninggi. Walau rasa gugup menghantuiku.
“Oh, tadi cuman ada kucing terbang kok! Gak ada apa-apa,” kekehku seraya asyik sendiri.
Bel istirahat sudah berbunyi, aku membisu dalam diam. Sekarang apa yang harus aku lakukan? Sepertinya ini saatnya aku tahu lokasi-lokasi tempat di sekolah ini.
Salah seorang laki-laki langsung menggeplak kepala enggar dengan santai, sambil cengingisan. “enggar ke kan-” ucapanpara sahabat enggar terhenti ketika melihat kearahku.
“safira? Lo safira, kan?” tanyanya memastikan lagi.
“Astaga gue gak nyangka bakal ketemu sama lo lagi! Jadi, apa kabar nih? Masih ingat gue, kan? Richard Aileen Caesar?” Richard tersenyum lebar sangking senangnya, sedangkan aku hanya linglung menatap Richard karena bingung.
“Eh sumpah, gue Richard coy! Dulu kita tetanggaan loo...” kesal Richard yang tidak mendengar adanya jawaban dari perempuan itu.
Richard langsung mencari keberadaan seseorang, “Woy, Randi sini! safira, Di! safira.”
Randi sipria setengah tiang itu ikut nimbrung, “Sumpah? Lo beda banget asli! Ini gue, Ra... Kalandra Randi Andriano, Randi. Jadi kapan sebenarnya lo balik? Kenapa gak bilang? Rumah lo masih di samping rumah gue, kan?”
safira melirik ke arah mereka berulang kali. “Eh, sorry gue lupa banget nih... Kalian itu sebenarnya siapa, yaa?” tanyaku, membuat mereka semua terdiam.
“Kita? Tetangga dulu loo...” suara
“masa sih?”
“Yakalik kita bohong, mbaa...”
“Siapa tau kan?”
Karena sangking kesalnya sendiri Randi menggeplak kepala enggar, “Woy, kepala gue bukan bahan percobaan kekesalan.” Kesal Enggar memegang kepalanya.
“enggar! Lo pasti masih ingat safira kan?” tanya Randi.sepupu enggar
Dia hanya membalas pertanyaan Randi dengan deheman, “Hmm,”
__ADS_1
Richard, Kevin, Rocky dan Randi adalah teman dekat enggar, bukan hanya itu saja mereka berdua adalah teman main enggar sejak kecil mulai dari SD, SMP, sampai sekarang. Maka dari itu tidak heran melihat kedekatan mereka.
“Oh! Ra, kenalkan ini Elvano, dan yang kayak kuman ini Gavin. Mereka berdua teman dekat baru kita sekarang.” Richard menunjuk kedua teman dekat yang safira tak kenal, kedua temannya itu berdiri tepat di sampingnya.
nambah anggota baru ya men temen😅😅😅😅🤔
“ Elvano Syahreza, panggil aja gue Elvano.”
“Woi! Aelah gue malah di bilang kuman.” Kesal Gavin. “Ardian Adhlino Gavin, salken yo!” lanjutnya.
Aku tersenyum lebar, dan senyumanku ini biasanya terlihat begitu manis di mata orang-orang. “Salken, juga! Safira damian, panggil saja safira.”
Aku melirik ke arahnya dengan berani dan tak tanggung-tanggung, “nggar, temani gue lihat-lihat sekolah yuk!” ajak safira secara mengejutkan sekitar.
“Apaansih?” kesal enggar.
“Hey, bro! Dia ini perempuan, jangan lo anggap enteng. Lagipula tadi kan, Bu Renata juga nyuruh lo buat ajak di keliling sekolah kan?”
Enggar bangun dari duduknya secara tiba-tiba. “Eh? Lo mau kemana?” tanya Richard penasaran.
“Bukan urusan lo semua.” Dinginnya.
“Dihh! Ditanya baik-baik sama si Richard malah ngelunjak.” Batinku bersuara.
enggar, Richard, Randi, Elvan, dan Gavin,Kevin,juga Rocky. Mereka bertuju adalah The A.S sekelompok anak pintar, sudah mendapatkan berbagai macam prestasi untuk sekolah Harapan I ini. Kelakuan mereka pun terkenal anak nakal yang berada di SMA Garuda ini. Walau begitu guru-guru tak segan-segan memberi mereka hukuman yang setimpal.
“Gaes! Gue ikuti Enggar dulu, yaa...” ucapku cepat.
Dia pergi keluar kelas, dan aku langsung membuntutinya dengan perlahan dari belakangnya.
“enggar! Lo mau kemana?”
“Bukan urusan lo.”
“Dih! Dingin amat ya, mas? Eh kalo lo sedingin itu bagaimana caranya coba? Biar dapat cewek yang nerima lo apa adanya.” Tawaku sendiri.
“Lo mau kem ana sih?!” kesalku.
“Gue cuman nyampaikan amanat dari Bu Renata, jadi diam aja dasar bawel. Beruntung banget lo itu, masih gue kasih toleransi buat ngeliat-liat sekolah.” Dinginnya.
Aku terus menempel dengannya, berbagai macam perkataan kulontarkan begitu saja, aku bertanya hal-hal yang bagiku penting. Tapi, sepertinya baginya tidak begitu penting. Entah apa yang terjadi hingga Enggar tiba-tiba saja berhenti mendadak, sampai aku haru ikutan nge-rem mendadak sampai menabrak punggung lebar miliknya. enggar langsung berbalik menatapku.
“Lo tau nggak? Lo itu bawel banget! Gendang telinga gue rasanya mau pecah. Kalo lo, mau gue bawa keliling gedung sekolah ini, mending lo tutup mulut bawel lo itu rapat-rapat!” kesalnya terus terang.
safira tertawa remeh lalu menatap sinis, “Sorry yaa, manusia es batu! Bukan kemauan gue sendiri buat ngikutin lo kayak gini. Kalo bisa nih. Gue bisa aja minta tolongr Richard atau Randi, buat antar gue liat-liat sekolah.” ocehku habis-habisan memarahinya.
Sedangkan dia hanya diam, untuk kesekian kalinya dia menjawab perkataanku.
“Lo jangan belagu yaa!”
“Lah, kok? Lo malah bilang gue belagu? Lo tuh, yang aneh! Kalo mulut itu di jaga yaa, mas. Tajam amat kayak silet!”
bersambung....
like
commen
vote
__ADS_1