
Nina mengajak Sinta, Yuna dan Clara memastikan kemana Novi pergi. Dari kejauhan, dia melihat Novi menghampiri Rifki. Lalu beberapa puluh detik setelahnya Novi dan Rifki mengambil jarak dari Dika, Alan juga Gio.
"Tuh kan, dia dan Rifki kembali melanjutkan kisah mereka," gumam Sinta masih menatap Novi dan Rifki.
"Nggak mungkin, Sin. Setahu aku Rifki itu sekarang lagi pedekate sama Ana. Aku pernah baca pesan Rifki saat dia dia berbalas pesan dengan Ana di WhatsApp," ungkap Yuna.
"Buktinya, mereka berdua berpegangan tangan. Coba kamu perhatikan baik-baik, apa yang Iki dan Novi lakukan sekarang? Kalau nggak ada hubungan apa-apa, nggak mungkin Iki membiarkan Novi memegang tangannya," kekeh Sinta.
"Apa benar, Rifki sedang pedekate dengan Ana? Lalu apa statusnya dengan Novi? Apa dia juga sekarang sudah balikan dengan mantan kekasihnya itu?" batin Nina bertanya tanya.
"Beb, sepertinya kita harus ke kelas, Pak Denis sudah datang," ujar Klara menatap ke arah parkiran dimana ada Pak Denis yang hendak turun dari kendaraan roda duanya.
Yuna kembali ke Jurusan Akutansi, begitu juga dengan Sinta, Clara dan Nina yang ke Jurusan Kesehatan. Sakit hati, Nina enggan menghubungi Rifki sampai Pak Denis terlihat akan menarik langkah ke ruangan mereka. Beruntung Sinta menghubungi Gio, lewa Gio, Rifki tahu Pak Denis akan masuk mengajar.
__ADS_1
"Kenapa nggak nelepon?" tanya Iki sedikit berbisik karena Pak Denis sudah di depan kelas.
"Malas!" jawab Nina memutar bola matanya.
"Kamu kenapa?" tanya Iki yang menyadari ada perubahan dari Nina.
"Rifki, kalau kamu mau cerita, kamu bisa keluar sekarang. Dan kalau kamu mau belajar, tolong diam dan perhatikan apa yang akan Bapak jelaskan nanti," tegur Pak Denis.
"Nina, kamu kenapa? Nggak biasanya kamu kek gini," Rifki menghadap Nina.
"Nina," panggil Rifki lagi.
"Apaan sih!" ketus Nina beranjak dari kursi. Keluar dari kelas, Nina mengabaikan Rifki yang terus memanggilnya. Rifki yang masih di kelas menatap Sinta yang kebetulan menatapnya.
__ADS_1
"Kamu tahu dia kenapa?" tanya Sinta.
"Mungkin karena tadi dia melihatmu berpegangan tangan sama Novi. Mungkin ya ... aku bilang mungkin. Jadi untuk memastikan kenapa dia ngambek, kamu tanya langsung padanya," Tersenyum, Sinta keluar dari kelas.
Rifki segera keluar mencari Nina. Dia ke kantin Ci Wia, Ci Lela, bahkan dia ke parkiran namun tak menemukan Nina. Sementara Nina yang tidur diantara juniornya di gajebo bawa pohon dekat lapangan, wanita itu asyik mendengarkan juniornya bernyanyi.
"Dek, lihat Kak Nina nggak?" tanya Rifki pada juniornya yang di gazebo.
Melihat Nina tak ada pergerakan, mereka semuanya kompak berbohong. "Nggak lihat, Kak." jawab salah satu dari enam siswa yang ada di gazebo.
Mengambil napas panjang, Rifki kembali mencari Nina. Nina yang sementara berbaring di belakang juniornya, mengucapkan rasa terima kasihnya pada sang junior yang telah membantunya itu. Bukannya Nina tidak mau bertemu Rifki, tapi dia sendiri bingung dengan dirinya. Bukankah dia tidak mencintai Rifki, lantas kenapa dia marah melihat Rifki berpegangan tangan dengan Novi.
"Ada apa denganku?" batin Nina.
__ADS_1