Pernikahan Anak SMA

Pernikahan Anak SMA
18.Emosi Seorang Enggar


__ADS_3

EMOSI SEORANG Enggar


“hm, Enggar… maafkan aku,” cicit Najwa yang sontak membuat Enggar menoleh menatapnya.


“…” Enggar tak menjawah pandangannya juga ia alihkan ke arah langit malam yang tengah turun hujan deras.


“aku benar – benar minta maaf,” ucap najwa sambil menunduk dengan air matanya yang turun membasahi pipi putihnya.


“tidurlah,” titah Enggar tanpa menatap Najwa.


“apakah kamu memaafkanku?” Tanya Najwa polos yang membuat Enggar geram


“tidak bisakah kau diam?! Tidurlah sana!” jawab Enggar sambil menatap Najwa dengan tatapan tajam menusuk. Najwa pun mau tak mau harus tidur karena ia tidak mau membuat Enggar semakin marah kepadanya.


“baiklah aku akan tidur, kamu juga tidurlah,” ucap najwa lirih lalu segera naik ke atas ranjang untuk tidur.


Emosi seorang Enggar memanglah sangat buruk. Ia bisa sewaktu – waktu marah terhadap suatu hal yang bahkan sepele. Moodnya benar – benar tidak stabil pula, ia mungkin terlihat senang, namun beberapa menit kemudian ia bisa saja sedih ataupun marah. Biasanya, ia selalu meminum obat penenang. Tentu saja obat tersebut adalah anjuran dari dokter yang sudah terpercaya. Dan sesaat kemudian, ia baru menyadari bahwa Najwa dan dirinya belum makan malam. Terutama Najwa, bagaimana dia bisa lupa bahwa istrinya belum makan dan ia malah menyuruhnya untuk tidur. ditambah pula, tadi Najwa kehujanan dalam waktu yang kira – kira cukup lama. Tubuhnya basah kuyup terguyur oleh derasnya air hujan. Ah, Enggar merasa dirinya benar – benar bodoh. Ia tadi terlalu kalut dalam emosi, sehingga ia tidak bisa berpikir panjang untuk menyuruh Najwa tidur. ia ingin membangunkan Najwa, tapi apadaya melihat sosok tersebut sudah terbaring di atas ranjang dengan wajah lelahnya, sehingga enggar pun langsung mengurungkan niatnya untuk membangunkan Najwaa.


“apa yang harus saya lakukan?” ucapnya pelan yang lebih terdengar seperti gumaman.


“apa besok dia akan sakit?” tanyanya pada diri sendiri. Dengan kesal, akhirnya Enggar pun langsung berjalan menuju sofa, dan membaringkan tubuhnya di atas sana. Ia juga memutuskan untuk tidak makan, karena jujur saja ia tidak bisa memasak sama sekali. Lagipula tidak adil baginya makan sendiri, sedangkan sang istri tertidur dengan perut kosong. Tak butuh waktu lama, akhinya bunga tidurnya perlahan menariknya menuju alam mimpi.


Saat pagi tiba, najwa pun terbangun perlahan sambil memegang kepalanya yang pusing. Ia berusaha bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk mandi tentunya, dan juga untuk mengambil air wudhu. Setelah selesai mandi, tanpa membangunkan Enggar seperti kemarin. Kenapa? Karena sewaktu Najwa terjaga sejenak, ia melihat Enggar yang sudah sholat terlebih dahulu sebelum akhirnya rasa kantuk pun membuatnya tertidur lagi.


najwa langsung keluar dari kamar guna menyiapkan sarapan untuknya dan juga untuk enggar. Ngomong – ngomong soal enggar, saat ini Najwa masih memikirkan cara agar Enggar dapat memaafkannya. Namun ia benar – benar sudah buntu, ia tak tau harus bagaimana. Pagi ini sangat simple, najwa hanya membuat nasi goreng dengan ayam goreng, dan juga sandwich untuk bekal ke sekolah. Tak lupa pula, ia juga menyiapkan bekal untuk sang suami. Dan tepat saat Enggar keluar dari kamar, najwa pun sedang menatap masakannya di atas meja pantry.

__ADS_1


“silahkan dimakan,” ucap najwa yang terdengar seperti pelayan restoran. Saat enggar duduk di kursi pantry, najwa pun juga ikut duduk di samping Enggar dan mulai menikmati sarapan buatannya.


“kau tidak berganti baju?” Tanya enggar setelah mereka selesai menghabiskan sarapan mereka masing – masing. Dan kini, Enggar sudah rapih dengan seragam yang tentunya di balut oleh jaketnya.


“A-ah, aku akan berganti pakaian, kamu berangkatlah…” jawab najwa sedikit gugup yang membuat Enggar curiga.


“bareng aja,” ucap Enggar yang sontak membuat Najwa menggeleng kuat.


“T-tidak perlu, aku akan naik taksi.” Balas Najwa cepat yang membuat Enggar semakin, dan semakin curiga terhadapnya.


“baiklah, ini nomor aku,” ucap enggar memberikan selembar sticky note pada Najwa.


“ah baik, terima kasih,” balas najwa sambil mengambil tangan Enggar yang tentunya untuk menyaliminya.


“Ah, ini bekal untukmu,” ujar Najwa sambil menyodorkan kotak makan yang berisi sandwich tersebut kepada Enggar.


“…” tanpa mengucapkan terima kasih, Enggar langsung keluar dari apartemen dan meninggalkan Najwa yang kini menyernyitkan dahi dan memegang dahinya tersebut. Setelah itu, najwa pun langsung bersiap – siap diri dan langsung keluar apartemen.


Najwa POV.


Setelah sampai di sekolah, aku langsung bergegas masuk ke dalam kelas. Saat aku duduk, aku melihat selembar kertas yang terlipat di atas meja. Dan saat kubuka, ternyata itu adalah kertas yang berisi kata – kata hina. Tak lama kemuadian, barulah Viola dan teman – temannya menghampiri tempat dudukku.


“pagi nerd, apa kabar lo hari ini? Gimana, kemarin lo diliatin sama orang – orang gk pas lagi di bus?” Tanya Viola padaku, tak lupa pula dengan kekehan menyertai ucapannya.


“…” aku memilih untuk diam, aku tidak berminat untuk menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


“huh… susah yang gengs, kalo ngomong sama nerd di kelas kita ini tuh,” ucapnya lagi, dan teman – temannya pun tertawa mendengarnya. Sedangkan aku, aku tetap diam. Menurutku, apa yang lucu?


“udah lah Viola, mending kita ke kantin aja yuk… katanya guru – guru hari ini rapat loh. Jadi kita masuk habis jam istirahat,” Ujar Bella mengajak Viola untuk ke kantin.


“Hah? Yang bener lo? Yaudah ayo, biar gue traktir kalian semua hari ini,” balas Viola sambil mengajak semua teman – temannya untuk keluar kelas menuju kantin.


“wah, lo emang yang paling baik deh…” ucap bella dan teman – temannya memuji Viola. Aku lega mereka semua sudah tidak menggangguku. Biasanya setiap guru mengadakan rapat, murid – murid diperbolehkan untuk pergi ke ruang persepustakaan. Dan tanpa menunggu lagi, aku pun langsung bergegas menuju perpustakaan. Tak lupa pula membawa kotal bekalku untuk dimakan saat jam istirahat nanti.


dengan buku yang sudah ia ambil sebelumnya. Saat ia duduk, ia sempat melirik tempat kosong yang biasanya diisi oleh seseorang, Tidak terlalu memikirkan, Najwa pun langsung hanyut dalam kegiatannya membaca buku.


Satu jam kemudian, najwa pun merasa ada orang yang duduk di sebelahnya. najwa menoleh untuk memastikan, apakah itu adalah kevin atau bukan. Dan benar saja, saat ini kevin tengah memainkan ponselnya dan menempatkan earphone yang ia genggam di kedua telinganya. Merasa pusing, Najwa pun kembali membaca buku dan memejamkan kedua matanya sejenak, berniat untuk menetralisir rasa pusing yang terus menikam kepalanya.


Tak lama, Najwaa yang sudah tidak kuat pun akhirnya memutuskan untuk menunda kegiatan membaca dan menyenderkan kepalanya ke dinding yang ada di sebelahnya dengan mata tertutup. kevin melirik sejenak, namun tak lama bel istirahat pun berbunyi, ia langsung mengeluarkan kotak bekalnya yang ia bawa dari rumah dan membukanya. Dengan terpaksa, Najwaa pun kembali membuka matanya untuk memakan bekalnya juga. Ia mengambil kotak makan yang ia taruh di sampingnya dan membukanya yang menampakkan empat potong sandwich buatannya. Najwaa benar – benar pusing saat menoleh, karena itu ia tak berani untuk menoleh ke Kevin sahabat dari Enggar untuk melihat bekal yang di bawa Kevin hari ini.


horeeeeee😔😔😔😔bisa bubuk cantik😴😴😴😴😴


mohon dukungannya ya teman teman


jangan lupa


like


commen


vote

__ADS_1


__ADS_2