Pernikahan Ceo Muda

Pernikahan Ceo Muda
Sarapan di Resto Resort


__ADS_3

Setelah acara selesai mereka semua kembali kekamar nya masing masing. Kini karyawan sudah berada di dadalam kamar nya ada juga beberapa karyawan yang masih duduk duduk di depan kamar menikmati indah nya malam.


Mona dan ke dua teman nya sudah berada didalam kamar nya. Mereka menunggu ada sesuatu yang terjadi. Tetapi setelah hampir 10 menit menunggu suasana masih belum berubah, tidak ada suara teriakan atau kecemasan dari kamar Rara dan teman nya.


"Sin, Lo gak denger teriakan atau kecemasan dari maika atau ratih? " tanya mona kepada sinta.


"Gue gak denger apa apa Mon, padahal kamar kita posisinya bersebelahan gini" Jawab Sinta dengan heran.


"Apa mungkin cara ini gagal ya Guys"Seru Amanda tiba tiba.


Mona langsung mengambil hp di atas nakas dan menghubungi seseorang.


"Halo, kamu dimana" Tanya mona kepada seseorang di telpon.


"Dasar cewek sialan, aku hampir mati karena kamu. Jangan libatkan aku dalam permainan mu lagi, untung aku masih bisa bernafas!!!"Ucap marah orang di telpon dan langsung mematikan telpon nya sepihak.


"Kurangajar!! berani nya dia matiin telpon dari gue, dasar sialan. Gue semakin benci sama cewek kampung itu" Mona marah dan membanting hp nya di kasur.


"Apa yang terjadi Mon?" tanya ke dua sahabat nya penuh heran.


"Lelaki itu gagal, sepertinya ada orang lain yang menyelamatkan nya. Dan gue yakin orang itu pasti malam ini sedang menghabiskan malam nya dengan Rara" Mona tersenyum licik.


"Setidak nya rencana kita masih tetap berhasil walaupun bukan orang bayaran itu yang melakukan nya" Mona dan ke dua teman nya tertawa bahagia.


Ditempat lain, Arya dan daniel berada di kamar daniel. Arya memilih mendatangi daniel dikamar nya karena di kamar Arya ada Rara yang sedang tertidur.


"Gimana lo sudah mengetahui siapa pelaku nya ?" Tanya Arya dengan tegas.


"Itu soal kecil!! Lo lihat ini" Daniel menunjukan rekaman CCTV kepada Arya.


"Mereka ber tiga adalah karyawan baru yang baru masuk dengan Rara di perusahaan, Mereka bertiga seperti nya tidak suka dengan Rara. Dan salah satu dari mereka adalah keponakan dari Firman" Daniel menjelaskan dengan detail.


"Kurangajar berani nya mereka mengganggu istri ku" Ucap Arya dengan marah.


"Dan satu lagi anak yang memasukan obat kedalam minuman Rara seperti nya aku pernah melihat nya, gue ingat dia itu anak dari salah satu rekan bisnis mu. Sepertinya dia suka dengan lo dan bisa jadi dia masuk perusahaan HR group untuk menggait mu"Ucap Daniel sambil tersenyum.


"Kenapa lo senyum senyum, kalau lo mau ambil tuh cewek buat Lo!!" ucap Arya tegas.


"Ogah, gue sudah punya yang cocok buat gue" daniel menolak .


"Ternyata lo bisa jatuh cinta juga " ucap arya sambil tersenyum.


"Hemmm.. dan masalah ini lebih baik kita diam kan dulu kita ikuti permainan nya. "Ucap Daniel serius.


"Tapi...


Arya belum menyelesaikan ucapan nya sudah di potong sama Daniel.


"Lo gak usah takut, gue jamin istri lo bakal baik baik saja. Lo coba ikutin permainan mereka dan Lo coba baik baik dengan mereka. Tapi sebelum nya Lo bicarakan dulu sama istri Lo, kalau istri lo tidak mengizinkan kita batalkan rencana kita. " Daniel berkata panjang lebar.


"Gue tidak tahu, Sudah lah gue mau ke kamar gue. Gue mau tidur dengan istri gue. !!" Arya pergi dari kamar Daniel.


Arya pun keluar dari kamar daniel. Kini arya sudah berada di kamar nya dan duduk di tepi ranjang. Arya memperhatikan istrinya yang sedang tertidur pulas.


"Sayang maaf kan aku!! Setelah menikah dengan ku pasti banyak masalah yang akan kau hadapi. Tapi aku berjanji aku akan selalu menjaga dan melindungi mu" Ucap Arya kepada Rara yang sedang tertidur.


"Tak akan ku biarkan orang mengusik kebahagian kita!!" Ucapn Arya sambil membelai wajah Rara.


Arya pun membaringkan tubuh nya di samping Rara sambil memeluk sang istri yang terlelap. Dan Arya puk ikut menyusul Rara di alam mimpi.


****


Pagi menjelang dan mentari pun sudah menampakkan diri nya.


Sinar matahari memasuki kamar suami istri tersebut melalui celah celah jendela.


"Mas!! Kenapa aku ada disini. Sepertinya semalam ratih mengantarkan ku ke kamar?"Tanya Rara pada Arya yang sedang duduk di sofa kamar.


"Sayang, apa kamu tidak ingat kejadian semalam?" ucap Arya sambil berjalan ke arah Rara.


"Semalam yang ku ingat kepala ku sakit dan badan terasa panas lalu ratih mengantarkan ku kemar" ucap Rara bingung.


"Ya sudah sekarang kamu mandi, terus kita sarapan setelah sarapan nanti aku ceritakan semua nya " Ucap Arya sambil mengusap kepala Rara.


Rara pun beranjak dari ranjang menuju ke kamar mandi. Rara berjalan dengan santai nya tanpa dia sadari dia saat ini tidak mengenakan apa apa.

__ADS_1


Glek...


"Sayang apa kamu mencoba menggodaku?" tanya arya sambil memiringkan kepalanya.


"Hah, maksut mas apa? Mas tadi kan menyuruh aku mandi ya ini aku mau mandi" ucap Rara belum menyadari dirinya yang tak pakai baju.


Rara merasa ada yang berbeda dengan Arya, tatapan Arya seperti mau menerkam mangsa. Lalu rara memperhatikan dirinya.


"Aaaaaaaaa Kenapa aku tidak pakai baju ?" Ucap Rara berteriak.


Tanpa menunggu lama Arya pun mengangkat tubuh Rara memasuki kamar mandi.


"Mas mau ngapain, turun kan aku!! aku mau mandi" teriak rara.


"Kita mandi bersama itu akan lebih menghemat waktu" arya tersenyum licik.


Akhirnya acara mandi pun di mulai, kini suara di kamar mandi penuh dengan suara suara keramat dari mereka ber dua. Mandi yang seharusnya bisa lebih cepat tapi malah jadi lebih lama.


*****


Kini semua karyawan sudah berada di resto yang berada di resort . Mereka semua sarapan dengan menu yang sudah di siapkan pihak resort.


"Dari tadi gue belum melihat Rara, kemana anak itu ?" Tanya mona kepada ke dua teman nya.


"Mungkin belum bangun karena baru saja menghabiskan malam panas nya!" Ucap Amanda penuh yakin.


"Atau bisa jadi dia malu mau keluar kamar" Jelas Sinta.


Dari kejauhan tampak Rara berjalan ber dua dengan Siska sekretaris Arya. Rara memang sengaja datang terakhir karena tadi sehabis mandi dia bingung tidak membawa baju ganti. Baju ganti masih ada di kamar nya sendiri.


Akhirnya Arya meminta Siska mengambilkan baju ganti Rara di kamar nya. Karena Ratih dan Maika sudah ada di resto.


Rara dan Siska sudah sampai di Resto, dia melihat kursi semua penuh. Dari kejauhan ada yang memanggil nya.


"Ra sini" panggil Ratih


"Mbak mau gabung sama kita atau mbak mau cari tempat duduk lain?"Tanya Rara ke siska.


"Saya ikut Non Rara saja, tadi Tuan Arya sudah berpesan supaya saya bareng Non Rara" Jawab siska


Rara dan Siska pun berjalan ke arah meja Ratih, disana sudah ada Ratih Maika Dion dan Wawan .


"Ehh liat siapa yang datang, itu kan si Rara datang bareng dengan bu Siska" Sinta memberitahu ke dua teman nya .


"Berani juga dia menampakkan dirinya, sepertinya perlu kita kerjain lagi tu cewek" Mona tersenyum licik.


Rara sudah berada di meja bersama dengan teman teman nya. Dan Rara pun sudah mengambil makanan yang di sediakan pihak resto.


"Sepertinya ada yang kesiangan nih!!" Mona mencoba memancing suasana.


"Ya jelas dong, semalam kan habis bertempur " Seru Amanda sambil tersenyum sinis .


"Kira kira berapa ronde ya guys? " Tambah Sinta.


Rara yang mendengar ucapan itu hanya diam saja. Dia tahu ucapan itu di tujukan untuk nya. Karena Rara sudah tahu semua nya. Tadi sehabis mandi Rara meminta Arya menceritakan semua nya. Arya menceritakan semua nya tanpa ada yang di tutupi lagi dan Arya pun menunjukan rekaman CCTV nya ke Rara.


Tadi nya Rara meminta Arya untuk tidak memperpanjang urusan ini. Tapi setelah Rara melihat tingkah mereka pagi ini akhirnya Rara akan menyetujui rencana Arya dan Daniel.


"Hai guys.. Sepertinya tadi malam ada yang menghilang kan dari acara?. Tau gak kira kira dia kemana ya?" Tanya Mona dengan lantang.


Karyawan yang lain hanya bisik bisik ,kira kira siapa yang di maksut Mona.


"Gue kasih tahu ya, kalau kalian semua jangan tertipu dengan kepolosan wajah nya. Bisa jadi itu hanya tipuan" Tambah mona bicara dengan keras.


*Terusin saja celotehan kalian dan tunggu saja pembalasan dari gue, kalian salah cari masalah sama gue* Rara bicara dalam hati.


Rara dan teman teman nya tidak menanggapi celotehan tiga sahabat tersebut. Mereka tetap fokus dengan sarapan nya.


*****


Diruangan Resto khusus untuk keluarga Hartono, Arya dan Daniel sedang menyantap sarapan nya.


"Gimana Boss, sudah kamu ceritakan masalah semalam dengan Non Rara?"Tanya Daniel.


"Sudah gue bilang, jangan bicara formal gitu ke gue?" ucap Arya tidak terima.

__ADS_1


"Ok.. Ok gue kelupaan bro" Sargah daniel sambil tertawa.


"Gue sudah menceritakan semua nya sama Rara, Rara meminta untuk di biarkan dulu.!" Ucap Arya sambil menyuapkan makanan ke mulut nya.


" Sebenarnya semalam Mereka menyewa orang untuk tidur dengan Rara, tapi untung di gagalkan para pengawal bayangan" Daniel menjelaskan


Brak....


"Apa !!!! ini tidak bisa di biarkan " Arya emosi sambil menggebrak meja.


"Lo tenang ! selesaikan dulu sarapan mu.. gue akan lanjutkan ceritanya." Ucap Daniel


Flashback


Saat Ratih mengantar kan Rara ke kamar dari Arah lain tampak laki laki yang mencoba mendekati mereka ber dua.


Tanpa laki laki itu sadari, ada dua pengawal yang memperhatikan gerak gerik nya.


"Apa yang kau lakukan disini, ini bukan area untuk umum?" tanya pengawal.


"Apa urusan kalian, aku disini untuk berlibur jadi wajar dong aku disini" Jawab lelaki bayaran mona.


"Taman ini saat ini hanya di perbolehkan untuk karyawan HR Group, untuk umum seperti mu silahkan ke tempat lain!!" Perintah pengawal.


"Kurangajar !! berani nya kau mengusir ku " ucap lelaki bayaran mona.


Ke dua pengawal pun menyeret lelaki itu menjauh dari taman. Lalu mereka menghajar lelaki itu.


Bug.. bug.. bug..


"Kamu kira kami tidak tahu dari tadi kamu itu mengintai acara di taman itu, kamu sengaja sedang menunggu wanita yang baru keluar tadi kan?"Tanya pengawal.


*Sialan kenapa mereka bisa tahu dan siapa sebenarnya wanita itu* orang itu bertanya dalam hati


Bug.. bug..


Pengawal terus memukuli nya hingga babak belur.


"Katakan siapa yang menyuruh mu?" tanya pengawal.


"Ma..maaf Tuan saya tidak mengenali orang yang menyuruh ku,dia hanya meminta malam ini aku bisa tidur dengan wanita itu yg ada di foto ini" ucap lelaki itu sambil memberikan foto.


"Jangan coba coba menganggu keluarga Hartono, kalau tidak mau mati mengenaskan" Pengawal memberi peringatan.


Deg. ..


*Keluarga Hartono, itukan keluarga paling disegani di Kota ini bahkan sangat terkenal sampai luar Negeri* Lelaki itu kaget.


"Maaf Tuan !! Tolong lepas kan saya, saya janji tidak akan mengulangi hal seperti ini lagi" Ucap lelaki itu sambil memohon.


Pengawal itu pun melepaskan lelaki bayaran Mona. Dan lelaki itu di minta segera meninggalkan Resort malam ini juga.


Flashbach off


"Kurangajar, ini tidak bisa di biarkan. Sepertinya gue harus bertindak." Arya emosi sambil mengepalkan tangan nya.


"Lo tidak perlu mengotori tangan Lo hanya untul tikus kecil seperti ini. Gue yakin Rara punya cara tersendiri untuk menghadapi tikus tikus itu" ucap daniel santai.


"Kenapa Lo seyakin ini" Tanya Arya heran.


"Lo nanti bakal tahu sendiri,gak asik kalau lo tahu sekarang" ucap daniel sambil tersenyum.


Arya dan danielpun menyudahi sarapan nya. Kini mereka sudah keluar dari Resto menuju pantai yang ada di dekat resort.


*****


Alhamdulillah hari ini author bisa Up bab baru. Maaf ya baru bisa Up. Beberapa hari ini author tidak enak badan.


Semoga kalian semua suka dengan karya ku.


Jangan lupa Like Komen Vote dan Rate.


Selamat membaca


Terimakasih

__ADS_1


AUTHOR: DHEWY R


__ADS_2