
Setelah mengetahui jika Rara adalah istri dari Arya, semua karyawan kini menaruh hormat kepada Rara. Jihan dan Mona semakin ketakutan, mereka takut akan di pecat. Karena mereka tahu jika sudah di pecat dari HR Group pasti sudah masuk daftar hitam, tidak akan mudah untuk mencari kerja.
Kini Arya dan Rara sudah berada di ruangan Arya. Arya membawa Rara masuk kedalam kamar pribadi di dalam ruang kerja nya.
"Sayang kamu istirahatlah !! mas akan menyelesaikan pekerjaan mas dulu setelah itu kita pulang" Ucap Arya sambil membaringkan Rara di ranjang .
"Tapi pekerjaanku bagaimana mas?" Tanya Rara dengan pelan.
"Mas sudah meminta Daniel untuk mengurus semua nya, kamu tenang saja. Sekarang kamu istirahat, mas ke meja kerja mas dulu ya?" Ucap Arya lalu mencium kening Rara.
Arya pun keluar dari ruangan itu lalu duduk di ruang kerjanya. Lalu Arya menghubungi Daniel.
"Bereskan mereka, pecat mereka dan pastikan tidak ada perusahaan yang mau menerima mereka kerja" Ucap Arya dengan masih terlihat emosi.
" Siap Boss" Ucap daniel singkat.
Setelah mengucapkan perintah nya Arya mematikan sambungan telepon nya.
*Aku pastikan kalian akan menderita, berani sekali kalian menghina anak dan istriku* Gumam Arya sambil mengepalkan tangan nya.
Jihan dan Mona kini sudah berada di ruangan HRD untuk mengambil surat pemecatan nya.
"Ini surat pemecatan kalian, sekarang kalian bisa pergi dari sini!!" Ucap bu mega selaku kepala HRD.
"Tolong jangan pecat kami bu!" Seru Mona dan Jihan bersamaan.
"Ini perintah langsung dari Tuan Arya,kalian sudah melakukan kesalahan yang fatal. Maaf saya masih banyak pekerjaan silahkan kalian keluar dari ruangan saya " Ucap bu mega sambil menunjuk pintu keluar.
Jihan dan Mona keluar dari ruangan HRD dengan wajah yang kesal.
__ADS_1
*Ini semua gara gara wanita itu, aku pastikan dia tidak akan hidup bahagia* Gumam Jihan dalam hati.
*Ini semua karena ****** sialan itu, tunggu saja pembalasan ku* Gumam Mona sambil mengepalkan tangan nya.
Walaupun mona dan jihan sudah di pecat dari HR Group, Arya masih tidak ingin melepaskan mereka. Arya masih ingin menghukum dengan tangan nya sendiri.
*****
Di tempat lain Luna ada di sebuah cafe untuk bertemu dengan Rama. Rama dan Arya sudah bekerjasama untuk mencari informasi soal Johan dari Luna. Mau tidak mau Rama harus bersikap baik kepada Luna.
Luna juga sebenarnya tidak benar benar ingin kembali dengan Rama. Luna melakukan semua ini karena Arya yang ingin dia dapatkan kembali sudah menolak nya mentah mentah. Dan Luna pun masih membutuhkan uang Rama, jadi dia memanfaatkan Rama kembali.
Rama sudah tahu semua nya tapi dia pura pura tidak tahu. Dia bersikap seolah dia tidak mengetahui soal Luna dan masalalu nya dengan Rama.
"Sayang kamu sudah datang !" Ucap Luna sambil berdiri menyambut kedatangan Rama.
"Iya aku pasti datang, karena aku tidak ingin mengecewakan mu" Jawab Rama pura pura memperdulikan Luna.
Rama sebenarnya jijik dan mual mendengar kata kata sayang dari Luna, tapi dia tetap tenang dan pura pura memasang senyum palsunya.
"Aku sudah pesan kan makanan dan minuman kesukaan mu" Ucap Luna dengan nada manja nya.
"Terimakasih sayang " Jawab Rama dengan senyum di buat buat.
Rama dan Luna mengobral tentang hubungan mereka, tentunya Luna yang banyak berbicara Rama hanya sekedar menanggapi saja.
"Sayang !! Aku mau kita rujuk, maafkan aku yang sudah bikin kamu kecewa aku janji akan jadi istri penurut seperti yang kamu inginkan" Luna mencoba merayu Rama dengan kata kata penyesalan.
" Luna.. untuk sekarang ini lebih baik kita berteman seperti ini dulu ya. Kita saling koreksi diri kita masing masing. Kita perbaiki diri kita dulu , nanti kalau sudah sama sama siap kita bisa rujuk kembali" Seru Rama mencoba menolak secara halus agar Luna tidak curiga.
__ADS_1
"Aku janji tidak akan mengecewakan mu lagi , aku sangat mencintai mu ternyata aku tidak bisa hidup tanpa mu sayang" ucapan mulut manis Luna tidak membuat Rama berubah.
" Aku mengerti, tapi seperti yang aku bilang tadi kita saling koreksi diri kita dulu. Aku tidak mau kita mengambil keputusan yang salah" Rama berbicara dengan halus sambil memegang tangan Luna.
Luna yang melihat sikap Rama tersenyum senang, setidak nya Rama tidak marah dengan nya. Dan Rama sudah mau berteman dengan nya lagi, besar kemungkinan Rama akan bisa di perdaya lagi.
"Baiklah sayang, aku hargai keputusan mu. Mulai hari ini kita berteman, kamu tidak marah lagi kan ?" tanya Luna ingin memastikan.
Rama tersenyum, senyum yang mengandung kepalsuan.
"Tidak Lun, aku tidak marah sama kamu. Aku sudah memaafkan semua nya, kita sekarang jalani kehidupan kita seperti ini dulu ya ?" Rama berbicara sambil menggenggam tangan Luna.
Luna tersenyum manis , dia berfikir Rama sudah masuk kembali kedalam perangkap nya.
*Bagus !! Rama sudah mau menerima ku, walaupun hanya sekedar berteman setidak nya ini selangkah lebih baik. Pasti selangkah lagi Rama bisa menerima ku kembali jadi istrinya. Atm berjalan ku akan masuk dalam genggaman ku lagi* Gumam Luna dalam hati sambil senyum senyum.
Disebuah gedung yang terlihat seperti sebuah markas seorang pria paruh baya sedang merencanakan sesuatu. Johan berencana ingin menghancurkan Arya melalui Istri nya, Ya johan menyuruh anak buah nya untuk mencari tahu siapa istri dari Arya.
"Bagaimana hasil penyelidikan mu" Tanya Johan kepada anak buah nya.
" Sejauh ini belum tahu pasti siapa istri dari Arya, tapi perempuan ini yang sering terlihat keluar masuk dari rumah keluarga Hartono" Ucap anak buah Johan sambil menunjukan sebuah foto.
Johan mengamati foto itu dengan seksama, dia seperti tidak asing dengan wanita yang ada di dalam foto itu. Johan terus mengamati foto itu tapi dia tidak mengingat pernah melihat wanita itu dimana.
********
Selamat membaca
Terimakasih.
__ADS_1
AUTHOR:DHEWY R